TANJUNG SELOR – Kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kaltara masih tergolong tinggi. Namun, hal itu tidak dibarengi dengan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan bagi ODGJ tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman mengatakan, hingga saat ini penyiapan lahan masih dipersiapkan. Rencananya, rumah sakit jiwa (RSJ) pertama ini akan dibangun di area Pelabuhan Pesawan. “Sekarang ini di Kalimantan Utara belum ada rumah sakit jiwa. Jadi, ini rumah sakit jiwa pertama di Kalimantan Utara,” kata Usman kepada Radar Kaltara, Minggu (30/10).
Secara aturan, sambung Usman, di setiap provinsi harusnya ada satu RSJ. Namun, hingga saat ini di Bumi Benuanta belum ada. Untuk merealisasikannya, Dinkes Kaltara mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Iya, mudahan saja bisa segera terealisasi,” harapnya.
Apalagi, sejauh ini kasus ODGJ di Kaltara cukup tinggi. Data terakhir, ada sekitar 800 ODGJ. Untuk sementara, pasien dititip di bangsal rumah sakit (RS) tipe B, yakni RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Namun, persoalannya saat ini jumlahnya sudah melebihi kapasitas, melihat kondisi tersebut, Usman menilai keberadaan RSJ sangat urgen.
“Luas lahan untuk RSJ ini harus luas. Karena pasien yang sudah dinyatakan sembuh harus kembali menjalani perawatan. Sebab, kesehatan mental harus terus dijaga,” bebernya. Direncanakan, untuk pembangunan RSJ di Kaltara akan dimulai pada tahun depan dengan nilai anggaran Rp 200 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). “Anggaran itu sudah termasuk alkes (alat kesehatan),” ungkapnya.
Sebelumnya, pembangunan RSJ di Kaltara ini masuk prioritas enam di tingkat provinsi. Namun, karena ada pergeseran anggaran akhirnya tertunda. Kemudian, anggaran itu diprioritaskan untuk RSJ pengembangan.
“Kalau RSJ di Kalimantan Utara ini kan mulai dari nol. Artinya, bangunan baru. Tetapi, kita berharap tahun depan pembangunan RSJ bisa segera terwujud,” ujarnya.
Nantinya, selain melayani pasien ODGJ, RSJ juga akan melayani klien yang ketergantungan dengan narkoba. “Jadi, nanti akan kita padukan di satu tempat,” jelasnya. (*/jai/eza)
TANJUNG SELOR – Kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kaltara masih tergolong tinggi. Namun, hal itu tidak dibarengi dengan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan bagi ODGJ tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman mengatakan, hingga saat ini penyiapan lahan masih dipersiapkan. Rencananya, rumah sakit jiwa (RSJ) pertama ini akan dibangun di area Pelabuhan Pesawan. “Sekarang ini di Kalimantan Utara belum ada rumah sakit jiwa. Jadi, ini rumah sakit jiwa pertama di Kalimantan Utara,” kata Usman kepada Radar Kaltara, Minggu (30/10).
Secara aturan, sambung Usman, di setiap provinsi harusnya ada satu RSJ. Namun, hingga saat ini di Bumi Benuanta belum ada. Untuk merealisasikannya, Dinkes Kaltara mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Iya, mudahan saja bisa segera terealisasi,” harapnya.
Apalagi, sejauh ini kasus ODGJ di Kaltara cukup tinggi. Data terakhir, ada sekitar 800 ODGJ. Untuk sementara, pasien dititip di bangsal rumah sakit (RS) tipe B, yakni RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Namun, persoalannya saat ini jumlahnya sudah melebihi kapasitas, melihat kondisi tersebut, Usman menilai keberadaan RSJ sangat urgen.
“Luas lahan untuk RSJ ini harus luas. Karena pasien yang sudah dinyatakan sembuh harus kembali menjalani perawatan. Sebab, kesehatan mental harus terus dijaga,” bebernya. Direncanakan, untuk pembangunan RSJ di Kaltara akan dimulai pada tahun depan dengan nilai anggaran Rp 200 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). “Anggaran itu sudah termasuk alkes (alat kesehatan),” ungkapnya.
Sebelumnya, pembangunan RSJ di Kaltara ini masuk prioritas enam di tingkat provinsi. Namun, karena ada pergeseran anggaran akhirnya tertunda. Kemudian, anggaran itu diprioritaskan untuk RSJ pengembangan.
“Kalau RSJ di Kalimantan Utara ini kan mulai dari nol. Artinya, bangunan baru. Tetapi, kita berharap tahun depan pembangunan RSJ bisa segera terwujud,” ujarnya.
Nantinya, selain melayani pasien ODGJ, RSJ juga akan melayani klien yang ketergantungan dengan narkoba. “Jadi, nanti akan kita padukan di satu tempat,” jelasnya. (*/jai/eza)
Gedung Silver Radar Tarakan,
Jl. Mulawarman, depan Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara
Telepon: 0551-32101, 0551-25800
Email: redaksiradartarakan@gmail.com
Koran online: epaper.radartarakan.id