Muhammad Fadli adalah Awardee Beasiswa Gerbang RAJA 2015, Bankaltimtara 2020, Kaltim Idaman 2021
Selanjutnya
Tutup
Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan tumbuh kembang anak sejak dini, Kampus UNNES melalui programnya yaitu Unnes Giat Angkatan 3 memiliki tujuan agar dapat mewujudkan tujuan program giat yaitu “Bersama Unnes Giat Membangun Indonesia dari Desa” program pencegahan dan penaganan stunting merupakan salah satu program wajib dalam UNNES GIAT, yang dalam pelaksanaannya bersinergi dan berkolaborasi dengan program dari Kemenkes melalui kerjasama dengan UPTD Puskesmas Salaman. Pada kesempatan ini sebagian mahasiswanya ditempatkan di Desa Kalisalak dengan bimbingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Ibu Lesa Paranti S.Pd.M.A. yang telah terlaksana, beliau membantu memberikan saran dan mengarahkan mengenai kegiatan sosialisasi edukasi tentang pencegahan dan penanganan stunting. UPTD Puskesmas Salaman menugaskan Ibu Diana bidan Desa Kalisalak yang ditugaskan guna memandu mahasiswa Unnes Giat Angkatan 3 menuturkan
” Bahwa kami siap mendukung program Unnes Giat 3 mengenai pencegahan stunting terutama pada pencegahan 1000 hari pertama kehidupan”.
Kegiatan yang dihadiri oleh enam belas orang ibu hamil, dua petugas puskesmas, dan empat mahasiswa giat angkatan 3 ( Kaisar Akbar, Elok Permata Claudia, Dyah Siti Rohani, dan Fatimah Az-Zahra) ini berkaitan dengan materi tentang pencegahan stunting dari sebelum hamil dan pemberian menu sehat untuk bayi yang terkena stunting agar dapat diperbaiki gizinya. Kegiatan sosialisasi edukasi stunting ini dilaksanakan guna mencegah kenaikan dan memperbaiki angka stunting di Desa Kalisalak yang mencapai 11 balita, data ini kami dapatkan dari bidan desa yang bertugas di Desa Kalisalak. Kegiatan sosialisasi edukasi stunting dilaksanakan di PAUD samping Balai Desa Kalisalak. Kegiatan ini diharapkan dapat disampaikan kepada masyarakat luas terutama calon ibu agar para orang tua yang akan memiliki atau sudah punya Balita untuk lebih dapat memberikan asupan gizi yang cukup dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Kondisi stunting yang sekarang sedang menjadi issue nasional, menjadi pusat perhatian semua pihak baik dari pemerintah pusat, daerah sampai ke desa, agar dapat ditekan seminimal mungkin sehingga terwujud sumber daya manusia yang sehat dan unggul.

Kepala desa Bapak H. Abdul Chamid selaku pemangku kebijakan skala desa dan pemberi izin untuk mengadakan sosialisasi ini menuturkan
“Kami bersama-sama pihak terkait, puskesmas dan dinas, berusaha sekuat tenaga untuk dapat mensosialisasikan kepada masyarakat agar dapat lebih memberikan perhatian dan gizi kepada anak dan coba menerapkan pola hidup bersih dan sehat demi mewujudkan SDM yang berkualitas.”pungkasnya.
Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari para ibu hamil yang hadir karena mereka mendapatkan ilmu yang bermanfaat terutama untuk pencegahan stunting selama hamil kemudian mendapatkan menu makanan yang bagus untuk memperbaiki nutrisi buah hati jika sudah lahir. (Kamis, 27 Oktober 2022)