TRIBUNPALU.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi terus melakukan inovasi untuk menurunkan angka dan Kasus stunting di wilayah Mareso Masagena. 
Hal itu diutarakan Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi saat Kegiatan Evaluasi Audit Kasus Stunting (AKS) Melalui Diskusi Panel dan Manajemen Kasus Stunting di Kabupaten Sigi Ke II Tahun 2022.
Kata Samuel, pihaknya melalui dinas-dinas terkait telah melakukan sejumlah langkah-langkah serta inovasi untuk menuangka stunting di Kabupaten Sigi
“Kami sudah lakukan langkah-langkah seperti program sejuta telur hingga pemanfaatan pekarangan dan lahan desa di pergunakan sebagai sebagai kebun desa agar pemenuhan dan peningkatan asupan nutrisi dari sayuran dan buah buahan dapat terpenuhi lebih baik lagi di masyarakat,” ujar Wabup Samuel Yansen Pongi, Minggu (30/10/2022).
Baca juga: Bupati Sigi dan Morowali Jadi Pimpinan Sidang Muswil Pemuda Pancasila, Termuda Wabup Tolitoli
Mantan Kadis Koperasi dan UMKM Sigi itu menjelaskan, agar OPD terkait terus melakukan upaya-upaya untuk percepatan penurunan stunting. 
“Jadi walaupun anggaran terbatas tapi untuk OPD diharapkan dapat berinovasi dan terus melakukan upaya-upaya percepatan penurunan stunting agar kita dapat memenuhi target stunting nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN, yaitu sebesar 14 persen pada tahun 2024,” tuturnya.
Baca juga: Bawaslu Sulteng Ingatkan Anggota Panwascam se-kabupaten Touna Sinergi dengan KPU dan Pemerintah
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. 
Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.
Evaluasi Audit Kasus Stunting (AKS) Melalui Diskusi Panel dan Manajemen Kasus Stunting di Kabupaten Sigi Ke II Tahun 2022 bertempat di Pemancingan Nagaya, Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. (*)

source