Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohenas
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG – Petugas medis dari Puskesmas Kauman memeriksa kesehatan warga Desa Sidorejo yang terdampak luapan limbah, Sabtu (29/10/2022).
Selama seminggu permukiman warga terendam air limbah hingga menyebabkan keluhan gangguan kesehatan.
Menurut Kepala Puskesmas Kauman, Ahmad Ardianto, pihaknya menerima keluhan warga yang banyak mengalami gatal dan diare.
“Kami berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan Kauman untuk melakukan pemeriksaan kepada warga. Tujuannya untuk melihat kondisi mereka seperti apa,” terang Ardianto.
Baca juga: Hewan Air Mati Serta Bau Tak Sedap, Banjir di Sidorejo Tulungagung Diduga Bercampur Limbah Berbahaya
Lanjutnya, dari hasil pemeriksaan secara umum kondisi kesehatan warga masih baik.
Keluhan yang muncul masih relatif ringan, seperti gatal-gatal, penyakit kulit dan flu.
Langkah ini akan ditindaklanjuti dengan mengambil sampel air dari sumber air yang dikonsumsi warga.
“Ada program sanitasi untuk melihat kualitas sumber air. Sampel ini untuk melihat kemungkinan adanya pencemaran di sumber air,” sambung Ardianto.
Lanjut Ardianto, kemungkinan limbah cair yang menggenangi permukiman warga berdampak iritasi, gatal dan alergi pada kulit.
Karena itu warga harus mewaspadai penyakit kulit karena kontak langsung dengan limbah.
Selain itu aroma yang ditimbulkan juga mempengaruhi kualitas udara di permukiman warga.
Namun pencemaran sumber air bisa menyebabkan diare.
Uap dari air limbah cair yang panas juga bisa mengiritasi saluran nafas.