Merdeka.com – Kementerian Keuangan mencatat, realisasi penyerapan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga kuartal I-2022 mencapai 18,1 persen. Sedangkan realisasi penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai 22,9 persen dari target APBN 2022.
“Realisasi APBN sampai dengan kuartal I-2022 menunjukkan kinerja yang cukup baik,” kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Hadiyanto dalam Rakornas Pelaksanaan Anggaran Tahun 2022, Selasa (12/4).
Hadiyanto menyebutkan, belanja negara pada tahun 2022 dialokasikan sebesar Rp 2.714,2 triliun, yang terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.944,6 triliun serta transfer ke daerah dan Dana Desa sebesar Rp 769,6 triliun.
“Tahun ini adalah golden momen untuk pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.
Oleh karena itu, pelaksanaan belanja atas alokasi dana tersebut digunakan untuk pencapaian program-program strategis nasional, terutama kelanjutan PEN yang meliputi aspek kesehatan, perlindungan masyarakat, penguatan UMKM serta pemulihan ekonomi.
Menurutnya, kinerja anggaran yang baik ini diharapkan dapat terus dijaga dan ditingkatkan melalui peningkatan kualitas belanja secara konsisten dan pola realisasi belanja yang merata, sehingga menjadi negara mampu menjadi pengungkit yang efektif bagi perekonomian nasional.
Sebab, APBN adalah instrumen fiskal yang sangat strategis dan berdampak besar bagi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan Kesejahteraan Rakyat.
“Terlebih lagi di masa pandemi dan kondisi perekonomian saat ini APBN berperan sangat detail dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan kesehatan dan perlindungan sosial dengan tetap menjaga keseimbangan antara fungsi counter cyclical dengan pengendalian risiko dan kesinambungan fiskal,” ujarnya.
Selanjutnya, untuk mendorong percepatan realisasi belanja Kementerian lembaga perlu untuk segera membuka blokir alokasi anggaran, hingga belanja strategis dapat dilaksanakan dan membawa kemanfaatan bagi rakyat Indonesia lebih awal.
Selain itu, percepatan penyelesaian kegiatan kontraktual melalui pembayaran kepada pihak ketiga juga perlu didorong untuk mencegah idle money dan idle aset yang dapat menunda kemanfaatan hasil pembangunan bagi masyarakat.
Untuk mendorong percepatan belanja dan mewujudkan belanja yang lebih berkualitas dalam rangka mewujudkan ketahanan fiskal, Menteri Keuangan telah menyampaikan beberapa langkah strategis dalam anggaran 2022 kepada pimpinan K/L yang meliputi 6 hal.
Di antaranya, pertama, melakukan perbaikan perencanaan. Kedua, mempercepat pelaksanaan program kegiatan proyek. Ketiga, melakukan percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.
Keempat, mempercepat dan meningkatkan Penyaluran dana bantuan sosial dan bantuan Pemerintah. Kelima, meningkatkan kualitas belanja melalui peningkatan Efisiensi dan efektivitas value for money. Keenam, meningkatkan monitoring dan evaluasi serta pengawasan intern.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com [azz]
Baca juga:
Pemerintah Klaim Kementerian, Lembaga dan Pemda Tak Tahu Saat Membeli Produk Impor
Realisasi APBD DKI 2021 Mencapai Rp65,69, Triliun
KSP Moeldoko Habiskan Anggaran Rp100 M untuk Awasi Program Strategis Nasional
Pemerintah Ajak UMKM Kafe dan Restoran Daftarkan Produknya di e-Katalog
Heboh Pakaian Dinas Rp1,7 Miliar, DPRD DKI: Bukan Prioritas Tapi Sudah Dianggarkan
Advertisement
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
Detik-Detik Sebelum Anak Ridwan Kamil Hilang Terseret Arus Sungai Aare
Peristiwa 29 Mei: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional, Ini Sejarahnya
Data Seputar Gagal Jantung: Penyakit Nomor Satu di Indonesia
BPBD DKI Keluarkan Peringatan Banjir Rob di 9 Wilayah Jakut
Erick Thohir Gelar Doa Bersama untuk Eril yang Hilang di Sungai Aare Swiss
Menhub Budi Kaji Pengembangan Transportasi Tanpa Sopir di Indonesia
Sandiaga Uno Bertemu Tony Fernandes: AirAsia Buka Rute Internasional di Belitung
Presidensi G20 Penting Tingkatkan Akses Masyarakat Pedesaan ke Ekonomi Digital
Kepercayaan Investor Terus Tumbuh, BRI Masuk Top 50 Emiten & Best Financial Sector
Pemerintah Lepas Ratusan Hektare Kawasan Hutan untuk Tol Trans Sumatera
Jumlah CPNS Mengundurkan Diri Turun dari 105 Jadi 100 Orang
Pasokan Gas Dipastikan Aman Pasca Insiden di Medan
Simak Tips Sederhana Atur Anggaran Bulanan
Pabrik Wajib Beli Gula dari Petani Tebu Minimal Rp 11.500 per Kg
Bank Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2022 Didorong Konsumsi dan Investasi
Jalur Proyek KA Maros-Barru Sulsel Ditargetkan Beroperasi Oktober 2022
Menteri Bahlil Siap Fasilitasi Perluasan Investasi Nestle di Indonesia
Tiga Jurus Bank Indonesia Bangkitkan UMKM Pasca Pandemi Covid-19
Bicara Reshuffle, Sekjen PDIP Sindir Minyak Goreng Langka & Ekonomi Lambat
Anggota DPR Pertanyakan Rencana Menko Luhut Audit Lahan dan Konsesi Sawit
Kejagung Targetkan Berkas Kasus Mafia Minyak Goreng Rampung Bulan Depan
Kasad Perintahkan Seluruh Pangdam Pantau Ketersediaan dan Harga Minyak Goreng
Jokowi: Inflasi Terkendali Karena Pemerintah Tahan Harga BBM dan Listrik
Jokowi: Harga BBM di Singapura Rp32.400 per Liter, Kita Pertalite Masih Rp7.650
Jokowi Soal Harga BBM: Subsidi APBN Gede Sekali, Tahan Sampai Kapan?
Demo di Patung Kuda, Buruh dan Mahasiswa Bawa Empat Tuntutan Ini
Presiden Ukraina Peringatkan Dunia Terancam Krisis Pangan karena Perang
Mantan Tentara AL Korsel Mengaku Ikut Berperang di Ukraina dan Ingin Balik Lagi
AS Siap Kirimkan Roket Jarak Jauh ke Ukraina yang Bisa Jangkau Wilayah Rusia
Afrika Disebut Turut Jadi Korban Perang Rusia-Ukraina
Data Covid Hari Ini 28 Mei 2022: Kasus Positif Bertambah 279, Kematian 8 Orang
Tiga Jurus Bank Indonesia Bangkitkan UMKM Pasca Pandemi Covid-19
PPKM Level 1 DKI, Tempat Hiburan Malam Kapasitas 100 Persen, Tutup Pukul 2 Pagi
Turun 50 Persen, Santunan Kecelakaan Jasa Raharja Capai Rp44 M di Musim Mudik Lebaran
Evaluasi Mudik Lebaran, Jokowi Minta Rekayasa Lalu Lintas Diperbaiki
Per 10 Mei, KAI Tolak Berangkatkan 707 Penumpang Terkait Covid-19
Frekuensi Belanja Masyarakat Meningkat Tajam di Ramadan 2022
Advertisement
Advertisement
Detik-Detik Sebelum Anak Ridwan Kamil Hilang Terseret Arus Sungai Aare
"Saya Tak Pernah Membayangkan Penembakan Ini Terjadi Di Komunitas yang Damai Ini"
Adu Pasal Penjabat Kepala Daerah Diisi TNI Aktif, Boleh atau Tidak?