KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto bakal merehabilitasi dua puskesmas tahun ini. Anggaran yang dialokasikan untuk mempermak bangunan ini mencapai Rp 3,2 miliar.
Kasi Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer Dinkes Kabupaten Mojokerto Hariyono mengatakan, dalam perencanaan, puskesmas Ngoro dan Bangsal diplot mendapatkan rehabilitasi. Keduanya diketahui memiliki bangunan yang sudah rusak. ”Keduanya sudah masuk perencanaan. Karena memang sudah waktunya direhab, nanti sumbernya dari dana cukai,” ujarnya, kemarin.
Dengan rincian, puskesmas Ngoro membutuhkan perbaikan di bagian gedung belakang yang digunakan sebagai ruang pertemuan. Kerusakannya terjadi pada bagian atap dan rencananya akan diperluas lagi. Alokasi anggaran mencapai Rp 1,9 miliar. ”Karena lokasinya dekat sungai, jadi setelah survei dengan konsultan, biayanya memang agak besar. Sekaligus antisipasi kalau banjir,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinkes Kabupaten ini.
Sedangkan, Puskesmas Bangsal, proses rehabilitasi akan menyentuh gedung rawat inap. Penyebabnya, atap di ruang rawat inap mengalami kerusakan berat. Sehingga, membutuhkan pembangunan ulang. Akibat kerusakan itu, lanjut dia, saat ini hanya separo ruang saja yang bisa difungsikan. ”Makanya kita usulkan tahun ini direhab, kalau untuk Bangsal anggarannya sekitar Rp 1,3 miliar,” papar dia.
Dikatakannya, pembangunan rawat inap Bangsal sedianya bakal dijadikan gedung dua lantai. Lantai satu digunakan untuk ruang pertemuan, dan lantai dua dimanfaatkan untuk ruang rawat inap. ”Kapasitasnya sekitar 10 tempat tidur. Nanti rencana pas pelaksanaan, rawat inap Bangsal mau kita alihkan sementara ke Puskesmas Gayaman dulu karena paling dekat,” bebernya.
Hariyono memperkirakan, belum memastikan waktu dimulainya kedua proyek ini. Sebab, hingga kemarin (14/2), pihaknya masih menunggu perintah tata laksana dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda). ”Paling tidak tiga bulan lagi. Sementara kita masih menunggu perintah tata laksana dan edaran dari bappeda dulu,” pungkasnya. (oce/ron)
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto bakal merehabilitasi dua puskesmas tahun ini. Anggaran yang dialokasikan untuk mempermak bangunan ini mencapai Rp 3,2 miliar.
Kasi Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer Dinkes Kabupaten Mojokerto Hariyono mengatakan, dalam perencanaan, puskesmas Ngoro dan Bangsal diplot mendapatkan rehabilitasi. Keduanya diketahui memiliki bangunan yang sudah rusak. ”Keduanya sudah masuk perencanaan. Karena memang sudah waktunya direhab, nanti sumbernya dari dana cukai,” ujarnya, kemarin.
Dengan rincian, puskesmas Ngoro membutuhkan perbaikan di bagian gedung belakang yang digunakan sebagai ruang pertemuan. Kerusakannya terjadi pada bagian atap dan rencananya akan diperluas lagi. Alokasi anggaran mencapai Rp 1,9 miliar. ”Karena lokasinya dekat sungai, jadi setelah survei dengan konsultan, biayanya memang agak besar. Sekaligus antisipasi kalau banjir,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinkes Kabupaten ini.
Sedangkan, Puskesmas Bangsal, proses rehabilitasi akan menyentuh gedung rawat inap. Penyebabnya, atap di ruang rawat inap mengalami kerusakan berat. Sehingga, membutuhkan pembangunan ulang. Akibat kerusakan itu, lanjut dia, saat ini hanya separo ruang saja yang bisa difungsikan. ”Makanya kita usulkan tahun ini direhab, kalau untuk Bangsal anggarannya sekitar Rp 1,3 miliar,” papar dia.
Dikatakannya, pembangunan rawat inap Bangsal sedianya bakal dijadikan gedung dua lantai. Lantai satu digunakan untuk ruang pertemuan, dan lantai dua dimanfaatkan untuk ruang rawat inap. ”Kapasitasnya sekitar 10 tempat tidur. Nanti rencana pas pelaksanaan, rawat inap Bangsal mau kita alihkan sementara ke Puskesmas Gayaman dulu karena paling dekat,” bebernya.
Hariyono memperkirakan, belum memastikan waktu dimulainya kedua proyek ini. Sebab, hingga kemarin (14/2), pihaknya masih menunggu perintah tata laksana dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda). ”Paling tidak tiga bulan lagi. Sementara kita masih menunggu perintah tata laksana dan edaran dari bappeda dulu,” pungkasnya. (oce/ron)
PT Mojokerto Intermedia Pers
Jl R A Basuni No 96 Jampirogo
Sooko Mojokerto 61361
Email: radar.mojokerto@jawapos.com