SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Kasus gagal ginjal akut pada anak sampai hari ini masih menjadi perhatian serius pemerintah.
Namun hingga saat ini di Kabupaten Lamongan belum ditemukan kasus gagal ginjal akut pada anak.
Beragam langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah agar gagal ginjal akut ini tidak menyerang anak-anak di Kabupaten Lamongan.
“Sampai hari ini di Lamongan belum ditemukan adanya anak yang menderita gagal ginjal akut, ” kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat dikonfirmasi SURYA.co.id usai acara di salah satu bank, Rabu (26/10/2022).
Memang sempat ada satu keluhan pasien, namun setelah didiagnosa secara medis diketahui kalau pasien itu bukan sakit karena gagal ginjal akut seperti yang ditakutkan itu.
“Alhamdulillah Lamongan hingga saat ini belum ada yang dideteksi sebagai gagal ginjal akut,” katanya
Pihaknya, juga langsung bergerak cepat mengantisipasi kejadian penyakit gagal ginjal akut ini seiring dengan surat dari Kemenkes RI.
Gerak cepat tersebut, katanya, termasuk gerakan untuk menarik semua obat-obatan yang dilarang pemerintah.
“Semenjak ada surat dari pemerintah terkait larangan sirup tersebut dari Menkes kami bergerak cepat dengan melakukan langkah antisipasi, termasuk menarik semua obat-obatan yang dilarang,” ujarnya.
Diungkapkan, di Lamongan pihak-pihak yang berkepentingan dengan obat-obatan yang dilarang tersebut juga langsung menarik usai ada larangan dari pemerintah.
Kalau masih ditemukan ada yang menjual, Pak Yes berjanji akan menjeratnya dengan sanksi sesuai aturan yang ada.
“Sepanjang yang saya tahu, di Lamongan justru semuanya sudah menarik diri, jadi tidak ada upaya yang disengaja untuk melanggar,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan RI mencatat per 24 Oktober, terdapat 255 anak yang mengalami gagal ginjal akut. Sekitar 143 di antaranya meninggal dunia.
Sejauh ini kasus gagal ginjal akut pada anak diduga terkait dengan cemaran etilen glikol pada obat tertentu yang saat ini sudah teridentifikasi.
Juru bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril mengatakan kasus gagal ginjal akut pada anak mulai mengalami lonjakan di bulan Agustus lalu.
Melihat hal tersebut, pihak terkait melakukan penyelidikan terkait penyebab gagal ginjal akut pada anak.
“Kasus gagal ginjal anak baru menjadi perhatian pemerintah setelah terjadi lonjakan pada bulan Agustus dengan jumlah kasus lebih dari 35 kasus. Sama halnya seperti kasus hepatitis akut yang tiba-tiba juga melonjak kasusnya walau setiap tahunnya ada,” kata dr Syahril dalam konferensi pers, Selasa (25/10/202).
BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA