Thursday, 2 Rabiul Akhir 1444 / 27 October 2022
Thursday, 2 Rabiul Akhir 1444 / 27 October 2022

Rabu 26 Oct 2022 17:16 WIB
Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, Prof Dede Rosyada, menyatakan beragama dengan moderat tidak ekstrem kanan ataupun ekstrem kiri atau liberal
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, Prof Dede Rosyada, menyebut moderasi beragam merupakan komitmen nasional. 
Dengan enam kepercayaan berbeda yang diakui di Indonesia, semuanya memiliki tujuan utama, yaitu mencapai kemakmuran dan kedamaian. 
“Indonesia mempromosikan moderasi beragama dengan berbagai alasan. Pertama, Indonesia merupakan negara dengan enam kepercayaan berbeda yang memiliki satu tujuan utama, yaitu mencapai kemakmuran,” ujar dia dalam kegiatan seminar internasional dengan topik ‘Menolak Islamofobia Melalui Konsep Islam Al-Wasathiyyah, Rabu (26/10/2022). 
Moderasi berarti keadilan, tidak berlebih dan tidak kurang. Dalam kamus bahasa Indonesia, kata ini berarti mengurangi kekerasan dan menghindari ekstrimisme. Wasathiyyah juga memiliki makna yang sama, yaitu berada di tengah atau adil. 
Mengingat umat Islam yang banyak di Indonesia, maka perlu diingatkan kembali tentang ajaran Islam yakni moderasi atau wasathiyyah. 
Dia menyebutkan, dalam banyak kesempatan, Allah SWT menegaskan dalam Alquran bahwa Islam adalah agama yang moderat dan mengajak semua orang pada moral yang luhur (dakwah) dengan cara yang damai dan penuh cinta.  
Menurut dia, jika di luar sana banyak yang menilai ajaran Islam disiarkan dengan menggunakan kekerasan atau pedang, maka ini adalah hal yang salah. 
Dede Rosyada menyebut Islam adalah agama yang mengutamakan kedamaian dan harmoni. Di zaman dahulu, nabi dan rasul berperang atau mengangkat senjata disebabkan oleh upaya untuk membela diri.
“Dewasa ini, moderasi dimaknai sebagai pemahaman beragama di jalan tengah, yang mana tidak ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Esktemisme baik kanan maupun kiri, sama-sama membawa bahaya dan berpotensi merusak persatuan. Kedua pengikutnya akan selalu menyalahkan atau menjatuhkan orang lain,” lanjutnya.  
Ekstrem kanan dijelaskan berarti memaknai Islam secara harfiah, tekstual, fundamental dan eksklusif, yang mana meraka memahami Islam dari apa yang mereka baca dan dengarkan, serta yang selain itu berarti salah atau kafir/murtad. 
Sementara ekstrem kiri memaknai Islam dengan cara yang liberal atau sekular, hanya dari kacamata ilmu atau kapasitas intelektual. 
Di sisi lain, dia menyebut saat ini perlu diamati pula perihal radikalisme atau kekerasan verbal, yang mana akan meningkatkan respons ketakutan dalam masyarakat, tidak hanya bagi penganut kepercayaan lain tapi juga sesama Muslim. Radikalisme bisa menjadi poin munculnya Islamofobia.  
Dede Rosyada menyampaikan, Islamofobia bisa bermula dari masyarakat Muslim itu sendiri, baik dari kelompok liberal maupun sekular, sebagai bentuk respons dari kelompok radikal yang menggunakan kesempatan mengajak kepada akhlak mulia atau dakwah dengan ancaman, celaan dan tudingan. 
“Kementerian Agama telah melakukan sejumlah upaya untuk mempromosikan moderasi keberagamaan di Indonesia.
Sejumlah kolaborasi juga dilakukan dengan berbagai pihak dari beragam latar belakang, untuk meningkatkan kemungkinan dalam mencapai tujuan tersebut,” ucap dia. 
Tak hanya itu, Kemenag juga telah mengeluarkan dua buku terkait moderasi beragama ini. Buku yang dimaksud adalah Peta Jalan Penguatan Moderasi Beragama 2020-2024 dan Moderasi Beragama.
Hingga saat ini setidaknya ada empat indikator yang dibuat Kemenag untuk mengukur moderasi beragama bagi setiap penganutnya.
Pertama adalah melalui komitmen nasional, lalu toleransi beragama, yang mana berarti pemeluk agama apapun diperbolehkan menjalankan kepercayaannya. Selanjutnya adalah tanpa ada kekerasan dan mengakomodasi budaya lokal.   
 
Dapatkan Update Berita Republika
Besaran Gaji Jadi Penghalang Terbesar Mimpi Sporting Lisbon Boyong Ronaldo
Kovacic Mengaku Sangat Senang Mencetak Gol di Depan Orang Tua
Conte Akui Tottenham Selalu Ingin Belanja Pemain
Guardiola: Kegagalan Penalti Telah Menjadi Masalah Bagi City
Arsenal Kembali Berminat Datangkan Danilo dari Palmeiras
Kurusetra

Keunggulan utama WhatsApp GB adalah memiliki fitur bisa membaca pesan yang sudah dihapus dan bisa punya dua akun dalam satu HP.
Eropa

Suhu bumi akan meningkat 2,1 hingga 2,9 derajat celcius pada akhir abad ini.
Liga Dunia

Salzburg merasakan kekalahan kandang perdana, sejak 18 Februari 2021.
Umum

Le Minerale mendukung penuh peringatan HON 2022 di Gelora Bung Karno 23 Oktober 2022.
Dunia

Menteri Kesehatan Arab Saudi umumkan belum ada keparahan terkait Omicron XBB
9 PHOTO
3 PHOTO
4 PHOTO
3 PHOTO
6 PHOTO
Kamis , 27 Oct 2022, 01:43 WIB
Kamis , 27 Oct 2022, 00:21 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source