TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Walikota Tarakan, dr Khairul turut menanggapi persoalan penyakit gagal ginjal akut yang viral saat ini.
Penyebab gagal ginjal akut ini dikatakan Walikota Tarakan, dr Khairul, pastinya belum diketahui. Namun diduga salah satunya, adanya komponen campuran dalam obat sirup disebut sebagai Etilen Glikol dan Dietilen Glikol.
“Oleh karena itu, Kemenkes RI sudah menginstruksikan kepada seluruh dokter sementara tidak meresepkan obat sirup sambil menunggu penelitian lebih lanjut,” beber dr Khairul.
Baca juga: Soal Obat Gagal Ginjal Akut, Cuci Darah Hanya Untuk Bobot 15 Kg ke Bawah, Ini Kata Dinkes Kaltara
Ia melanjutkan, memang semua dibuat dan dalam kondisi kebingungan karena kemunculan penyakit gagal ginjal akut atau biasa dikenal GGA ini tiba-tiba.
“Dan kejadiannya cukup banyak di Indonesia, termasuk kejadiannya di Kaltara. Apakah memang itu dari campuran sediaan sirup obat-obatan atau yang lain, masih diteliti,” ungkapnya.
Dengan dugaan sementara, semua sudah diinstruksikan tidak meresepkan obat sirup.
Baca juga: Penyebab Meninggalnya Warga Bunyu Suspek Gagal Ginjal Akut, Dinkes Kaltara Tunggu Hasil Investigasi
“Semua unit faskes juga sudah disampaikan. Sambil kita tunggu instruksi Menkes RI lanjutannya,” ujarnya.
Ia melanjutkan, terhadap kasus gagal ginjal akut jika benar ditemukan di Tarakan, maka pasien bisa diberikan bantuan dalam hal rujukan ke rumah sakit rujukan yang ditunjuk Kemenkes RI.
“Kalau dia tidak mampu, biasanya ada bantuan transportasi pulang pergi, kalau biaya pengobatannya kan ditanggung BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Kemudian ada pendamping keluarga satu orang yang dijamin selama 15 hari. Kemudian pendamping jika ada dokter atau perawat ikut ditanggung transportasi PP ke lokasi rumah sakit rujukan yang dituju.
Baca juga: Update Balita di Tarakan Meninggal Diduga Gagal Ginjal Akut, Obat Sirup yang Diminum Dikirim ke Lab
“Itu selalu kita siapkan. Itu untuk pasien tidak mampu. Kalau mampu, biaya sendirilah kalau bisa,” pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah