Merdeka.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta sejak Januari 2022 sampai 22 Oktober 2022 mencatat terjadi 86 kasus gagal ginjal akut misterius. Gejalanya, antara lain mengalami demam hingga pengurangan buang air seni.
Orang tua pasien Linga Syaputra menjelaskan, anaknya sempat mengalami sesak napas usai diberikan obat sirop dari Puskesmas.
Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini, mengatakan, anaknya yang berumur dua tahun 11 bulan awalnya mengalami batuk pilek pada awal September. Lalu dibawa ke Puskesmas hingga dicek darah.
“Sama dokter terus dikasih pilihan mau dirujuk atau mau dikasih obat saja, istri saya juga milih buat dikasih obat saja. Akhirnya kita pilih dikasih obat dikasih lah sirop juga antibiotik sirop. Setelah itu sorenya sesak napas,” cerita Linga saat dihubungi, Senin (24/10).
Kemudian, Balita mungilnya mendadak sesak napas. Bahkan, sulit tidur sampai pagi hari.
“Rewel enggak bisa tidur sampai pagi. Terus siangnya makin sesak enggak mau makan, akhirnya kita bawa ke IGD Permata Hijau,” ujarnya.
Hingga dilakukan ronsen oleh petugas rumah sakit dengan indikasi infeksi paru-paru dan mengalami penurunan fungsi ginjal.
Petugas pun merujuk pasien ke RSCM. Di sana pasien langsung masuk ke PICU, ruang intensif khusus untuk perawatan anak-anak.
“Setelah di ruangan PICU dikasih obat cuma dikasih obat perangsang pipis saja selama sehari yah enggak pipis. Akhirnya diputusin sama dokter cuci darah,” imbuhnya.
Advertisement
Sebanyak dua kali cuci darah, bayinya tak kunjung sembuh. Bahkan kondisinya semakin mengkhawatirkan.
“Cuci darah dalam keadaan enggak sadar, akhirnya dia sempat berhenti jantungnya sama paru-parunya sempat berhenti. Akhirnya dia di pacu jantung sama dimasukkin selang ke paru-paru untuk pompa paru-parunya.”
“Setelah itu ada cuci darah ke empat dalam keadaan enggak sadar. Setelah itu menurun saja kondisinya makin memburuk sampai akhirnya Jumat jam 2 siang meninggal,” ungkapnya.
Belajar dari kasus tersebut, dia mengaku terguncang ketika anaknya yang masih mungil dan belum banyak tahu apa-apa harus meninggalkannya seumur hidup.
“Menyesakkan yang namanya anak kita sedang lucu-lucunya, sedang berkembang tiba-tiba enggak ada dengan sakit yang tidak diketahui. Ya kehilangan banget,” ungkapnya terisak. [rnd]
Baca juga:
BPOM: Dua Perusahaan Farmasi Diselidiki Terkait Gagal Ginjal Akut
Menkes Klaim Ada Penurunan Pasien Gangguan Ginjal Akut Sejak Obat Sirop Disetop
Polri Cek Hasil Laboratorium Obat Sirop Terkait Gagal Ginjal Akut
Kemenkes: Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Bertambah jadi 245
DPR: Pemerintah Tak Maksimal Tangani Gagal Ginjal, Kemenkes-BPOM Saling Menyalahkan
Kasus Gangguan Ginjal Akut di Jatim Capai 30 Anak, Dokter Imbau Orang Tua Lakukan Ini
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
Sebelum Investasi, Ini Perbedaan harga Logam Mulia Antam dengan Emas Perhiasan
Ini yang Harus Diperhatikan Saat Jual Emas Antam di Toko Emas
Penelitian Terbaru Ilmuwan Jerman Ungkap Asal-Usul Covid, Kesimpulannya Mengejutkan
Bisakah Jual Emas Antam di Toko Emas, Ini Penjelasannya
Dinkes DKI: 90 Anak di Jakarta Kena Gagal Ginjal Akut
Kronologi Wanita Todong Pistol Paspampres di Istana Presiden
Off Ramp Tol Becakayu Beroperasi, Ini Rekayasa Lalin di Jalan Laksamana Malahayati
Sepekan Jadi Pj Gubernur DKI, Heru Budi Dinilai Fokus Tangani Program Atasi Banjir
Heru Budi Akan Sinkronisasikan Pembiayaan Pembangunan MRT dan LRT di APBD DKI 2023
Pembunuh Wanita Dalam Plastik Punya Trauma Masa Kecil Sering Alami Kekerasan
Pj Gubernur DKI Bertemu Pangdam Jaya, Bahas Apa?
Pengaturan Jam Kerja ASN Pemprov Jakarta Akan Diuji Publik Pekan Depan
Tak Boleh Asal Bicara Keluarga Pasien Ginjal Akut di RSCM
Kasus Jasad Wanita Dibuang di Tol Becakayu, Rudolf Tobing juga Curi Barang Korban
Pembangunan Stasiun Pompa Ancol Sudah 51 Persen, Ditargetkan Rampung Oktober 2023
Karyawan Pagi Sore yang Memasukkan Brosur Anies Baswedan ke Nasi Kotak Disanksi
Moeldoko: Wanita Todongkan Pistol ke Paspampres Depan Istana Bergerak Sendiri
Ini Metode Digunakan Polisi Usut Identitas Wanita Bawa Pistol Coba Terobos Istana
RS Rahasiakan Hasil Observasi Polisi yang Coret Mapolres Luwu Sarang Korupsi-Pungli
Bukan Kaleng-Kaleng, Polwan Cantik Anak Buah Krishna Murti ini Ngomong China-Prancis
Saksi Ceritakan Perasaan Janggal Adik Brigadir J Datangi TKP Pembunuhan Kakaknya
Keluarga Brigadir J Respons Permintaan Maaf Bharada E: Kalau Tulus, Jujur Kita Terima
Saat Bharada E Bersimpuh di Kedua Kaki Orangtua Brigadir J
Di Sidang, Saksi Duga Ferdy Sambo Marah Usai Brigadir J Lapor Putri Ada Wanita Lain
Saksi Ceritakan Perasaan Janggal Adik Brigadir J Datangi TKP Pembunuhan Kakaknya
Keluarga Brigadir J Respons Permintaan Maaf Bharada E: Kalau Tulus, Jujur Kita Terima
VIDEO: Detik-Detik Bharada E Bersimpuh Minta Maaf ke Orangtua Brigadir J di Sidang
Saat Bharada E Bersimpuh di Kedua Kaki Orangtua Brigadir J
Keluarga Brigadir J Respons Permintaan Maaf Bharada E: Kalau Tulus, Jujur Kita Terima
VIDEO: Detik-Detik Bharada E Bersimpuh Minta Maaf ke Orangtua Brigadir J di Sidang
Saat Bharada E Bersimpuh di Kedua Kaki Orangtua Brigadir J
Erick Tohir: BUMN Terus Mengonsolidasikan Ekosistem Kesehatan Indonesia
Mau Dihibahkan, Vaksin Indovac Bisa Diproduksi Capai 100 Juta Dosis di 2023
Liga 1: Kiper Ketiga Madura United Sabar Menanti Debut
Rapor Tidak Mengesankan Pratama Arhan Bersama Tokyo Verdy: Yuk Tengok Nasib Pemain Indonesia Lainnya di Liga Indonesia
Advertisement
Advertisement
Ini yang Paling Ditakuti Barat dari Sosok Xi Jinping
Dari Markas PDIP, Ganjar Pantang Mundur soal Capres 2024
Peringatan Keras Kapolri: Awasi, Laporkan, Tangkap, Copot Anak Buah 'Bandel'
Ecxel Arya Pratama
e-Court, Kedayagunaan atau Penyalahgunaan?
Robert Bala
Deindividuasi Penggemar Sepak Bola
Arsjad Rasjid
KADIN dalam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

source