TIMESINDONESIA, PAGAR ALAM – APBD Perubahan 2022 yang sudah diketok palu DPRD Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) beberapa waktu lalu sebesar Rp 951,37 miliar atau hampir tembus Rp 1 triliun memecahkan rekor APBD Kota Pagar Alam.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pagar Alam Ade Kurniawan mengatakan, sejak Kota Pagar Alam berdiri tahun 2001 silam pascapisah dari Kabupaten Induk Kabupaten Lahat, APBD yang ditetapkan belum pernah mencapai di kisaran Rp 900-an miliar.
Ade menyebutkan, APBD Kota Pagar Alam yang tembus Rp 951,37 miliar dari APBD Induk yang hanya Rp 756,67 miliar ini disebabkan ada penambahan sebesar Rp 194,7 miliar di APBD Perubahan.
“Ini suatu prestasi, sebab Pagar Alam adalah kota kecil di Sumsel dengan 5 kecamatan saja dan 35 kelurahan. Biasanya APBD-nya hanya di kisaran Rp 600 miliar sampai Rp 800 miliar. Namun, tahun ini angkanya hampir tembus Rp 1 triliun,” jelas Ade, Selasa 25/10/2022).
Ade meyakini tahun depan APBD Kota Pagar Alam bakal tembus Rp 1 triliun. Jumlah itu akan sama seperti daerah-daerah lain di Sumsel yang APBD-nya sudah diatas Rp 1 triliun.
“Sepanjang sejarah APBD kita selalu di bawah Rp 800 miliar atau bahkan di bawah Rp 700 miliar. Jumlah itu jauh kalah dengan APBD kabupaten/ kota tetangga seperti Lahat dan Lawang yang sudah tembus Rp 1 triliun lebih,” terang Ade.
Menurut Ade, sebelumnya APBD sempat hampir tembus Rp 1 triliun, tetapi masih di bawah APBD tahun ini yang mencapi Rp 950 M, yakni berada di sekitaran Rp 930-an pada zaman Wali Kota Pagar Alamnya Ida Fitriati.
Ade menjelaskan, penambahan APBD Kota Pagar Alam tahun ini yang hampir menyentuh Rp 1 triliun , yakni karena adanya tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) migas yang naik 100 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu juga BAngub regular dan Pikir Anggota DPR Sumsel membuat APBD kota Pagar Alam tahun ini meningkat lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun 2021 APBD kita hanya dikisaran Rp 800 miliar, di tahun sebelumnya malah di bawah Rp 800 miliar," terang Ade.
Apalagi, lanjut Ade, dua tahun sebelumnya APBD bertambah turun karena adanya pandemi Covid-19 sehingga membuat sejumlah anggaran dipotong dan dipindahkan ke anggaran kesehatan.
Sesuai APBD yangs sudah disahkan, Ade mengatakan, anggaran ini bakal digunakan untuk pembangunan sejumah insfrastruktur, seperti saluran irigasi peningkatan jalan, di bidang kesehatan rehab dan pembangunan sejumlah Pustu yang tersebar di 5 kecamata dalam Kota Pagar Alam dan juga rehab sejumlah sekolah-sekolah yang ada di kota Pagar Alam.
Ditemuai terpisah ,Wali Kota Pagar Alam Alpian Maskoni mengatakan, peningkatan APBD ini berkat dukungan dari semua OPD dan juga bantuan dari Gubernur Sumsel Herman Deru dan kawan-kawan DPR Sumsel, khusunya mereka yang ada di dapil kota Pagar Alam.
“Kita akan memanfaatkan dana anggaran yang ada untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang ada di kota Pagar Alam ini baik jalan, irigasi pustu, dan sekolah-sekolah,” beber Alpian.
Diakuinya semuanya berkat kerja keras dan diharapkan pembanguan di tahun 2022 yang tinggal 2 bulan lagi ini dapat selesai tepat waktu dan dapat dinikmati masyarakat Pagar Alam.
“Kami minta pihak ketiga untuk gerak cepat di 2 bulan ini untuk dapat menyelsaikan sejumlah pembangunan yang ada,” beber Wali Kota Pagar Alam. (*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
11/08/2022 – 17:08
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 1.3169 seconds. Running in Unknown Platform