Monday, 28 Rabiul Awwal 1444 / 24 October 2022
Monday, 28 Rabiul Awwal 1444 / 24 October 2022
Senin 24 Oct 2022 13:03 WIB
Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda
Pekerja masih mempersiapkan Gedung Medeka menjelang Konferensi Internasional Ketua Majelis Permusyawaratan, Dewan Syuro Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Ahad (23/10/2022). Provinsi Jawa Barat akan menjadi tuan rumah penyelanggaraan Konferensi Internasional Ketua Majelis Permusyawaratan, Dewan Syuro Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam, yang akan berlangsung pada tanggal 24 hingga 26 Oktober 2022 mendatang.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — PT PLN (Persero) berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik dengan menghadirkan layanan tanpa padam atau zero down time pada Konferensi Internasional Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Gelaran internasional yang akan digelar 24-26 Oktober 2022 di Kota Bandung, Jawa Barat tersebut, rencananya akan dihadiri delegasi dari 50 negara anggota.
Menurut General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Agung Nugraha, PLN melakukan pengamanan listrik berlapis di beberapa lokasi penting pada penyelenggaraan Konferensi Internasional OKI ini.
“Untuk memastikan kelancaran acara Konferensi Internasional OKI, PLN memasok listrik di lokasi-lokasi tersebut dari 3 gardu induk,” ujar Agung, Senin (24/10/2022).
Selain itu, kata dia, PLN juga menyiapkan cadangan pasokan menggunakan Automatic Change-Over (ACO). Jadi, kalau pasokan utama mengalami gangguan, akan segera dipindahkan ke sumber listrik cadangan.
Menurutnya, beberapa lokasi prioritas pengamanan kelistrikan untuk acara Konferensi Internasional OKI di antaranya adalah Hotel Pullman, Gedung Sate dan Gedung Merdeka atau Museum Konferensi Asia Afrika.
Khusus untuk lokasi sekitar Jalan Asia Afrika, kata dia, PLN menyiapkan pasokan listrik dari beberapa jalur distribusi listrik ditambah dengan genset dan Uninterrupted Power Supply (UPS) berkapasitas 200 kiloVolt Ampere (kVA) dan 20 kVA.
PLN juga, kata dia, menyiapkan cadangan peralatan berupa satu unit gardu bergerak (UGB), empat unit UPS, satu unit genset dan satu unit kabel bergerak (UKB). Selain keamanan dari segi pasokan, PLN juga menyiagakan sebanyak 189 personel yang terdiri dari personel Pelayanan Teknik dan personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).
“Para personel tersebut didukung oleh 26 armada berupa 18 mobil pelayanan teknik, 7 sepeda motor pelayanan teknik, dan 1 mobil PDKB Sentuh Langsung,” kata Agung.
Agung juga memastikan, pasokan listrik di Jawa Barat dalam keadaan lebih dari cukup. Saat ini daya mampu di sistem Jawa Barat sebesar 12.701 megawatt (MW), sedangkan beban puncak tertinggi berada di angka 8.172 MW, dengan begitu masih ada cadangan daya sebesar 4.529 MW atau 35,7 persen dari kapasitas total.
Dapatkan Update Berita Republika
Erick Thohir Ajak Mahasiswa Institut Teknologi PLN Berkontribusi Bersama BUMN
Bank Jago Bukukan Laba Bersih Melonjak Rp 41 Miliar per September 2022
Tinggal Tiga Bulan, Bisakah Pemerintah Capai Target Investasi Rp 1.200 Triliun?
Pertamina EP Dorong Difabel Tarakan Berdaya
Ekonomi China Melambat, Menteri Bahlil Tegaskan Realisasi Investasi Tetap Berjalan
Jateng Jatim
Ganjar menyadari perlu memperbaiki komunikasi publik ke depannya.
Pertanian
Kinerja PPIU Jabar diapresiasi mentan lewat Penghargaan Terbaik Program YESS 2022
Jateng Jatim
Penanganan inflasi sedang menjadi isu utama yang terus disorot.
Liga Italia
Milan saat ini duduk di posisi ketiga Grup E.
Nasional Inpicture
Penumpang rata-rata harian pada Oktober 2022 telah mencapai sekitar 21 ribu penumpang
3 PHOTO
4 PHOTO
4 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
Senin , 24 Oct 2022, 09:00 WIB
Senin , 24 Oct 2022, 19:02 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved