BANJARMASINPOST.CO.ID, KAPUAS HULU – Kecelakaan tunggal dialami sebuah bus bermuatan puluhan orang, termasuk sopir dan kernet.
Penyebab pasti masih dalam penyelidikan polisi, setelah bus tersebut jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 8 meter.
Posisi terakhir bus nahas, yaitu Putra Kembar, dalam keadaan terbalik di tanah. Ya, semua bannya berada di atas.
Meski begitu, tidak ada korban jiwa atau meninggal dalam kecelakaan ini. Beberapa orang harus dirujuk ke rumah sakit karena luka parah, lainnya luka ringan.
Baca juga: Laksanakan Perintah Kapolri, Penindakan Tilang di Kalsel Memaksimalkan 16 Kamera ETLE
Baca juga: Beton Proyek Jembatan Sulawesi II di Banjarmasin Jatuh Tindih Pekerja, Begini Kondisi Korban
Baca juga: Sempat Kabur ke Palangkara, Pelaku Penganiayaan di Jalan Sultan Adam Banjarmasin Menyerahkan Diri
Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Sejiram-Semitau, wilayah Desa Kenerak, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (22/10/2022) sekitar pukul 06.30 WIB.
Diketahui, Bus Putra Kembar membawa 35 penumpang, serta seorang sopir dan seorang kernet.
Datang dari arah Pontianak menuju Badau, tiba di sekitar lokasi kejadian, sopir seperti hilang kendali. Lalu, keluar dari jalanan.
Sopir kaget dan melakukan rem mendadak. Namun, ban bus berada di tanah yang tidak keras.
Baca juga: Alami Kecelakaan Tunggal, Pelajar SMP di Banjarmasin Tewas di Tempat, Diduga Motor Tabrak Pohon
Baca juga: Pemuda di Banjarmasin Ditusuk Orang Tak Dikenal di Depan Depo Gemilang, Korban Tak Kenal Pelaku
Diperikirakan karena muatannya terbilang banyak, menjadi oleng dan akhirnya bus masuk jurang.
Masyarakat yang mengetahui kecelakaan ini, banyak yang segera berdatangan ke lokasi dan menolong semua penumpang keluar dari dalam bus. Selanjutnya, korban luka dibawa ke Puskesmas Sejiram.
Kepala Satlantas Polres Kapuas Hulu, Iptu Usman Hasibuan, menegaskan tidak ada korban jiwa. Beberapa luka-luka ringan dan sudah mendapatkan penanganan medis.
“Sebanyak 24 penumpang dibawa ke Puskesmas Sejiram karena luka lecet pada kaki, tangan dan bagian tubuh lainnya. Serta trauma di antaranya ada dua bayi berumur 2 tahun dan 3 tahun,” rinciny, Minggu (23/10).
Baca juga: Tangkap Dua Terduga Pengedar Sabu, Polsek Simpangempat Tanbu Amankan Paket di Kebun Sawit
Baca juga: Kawasan Wisata Siring Pagatan Kalsel Berdebu, Pengunjung Enggan Mampir Nikmati Kuliner
Garis polisi telah dibentang di sekitar lokasi kejadian, kemudian petugas memeriksa sopir dan minta keterangan penumpang.
“Untuk penyebab dari kejadian tersebut diperkirakan akibat sopir bus mengantuk. Dan, lembeknya tanah jalan akibat penggalian kabel, saat menutup kembali, tidak ditekan atau diperkeras setelah kabel terpasang,” urainya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Begini Kronologi Kecelakaan Tunggal Bus Masuk ke Jurang di Kapuas Hulu.