TEMPO.CO, Jakarta – Epidemiolog mendesak pemerintah segera menetapkan status kejadian luar biasa atau KLB untuk menangani penyakit gagal ginjal akut pada anak.  Desakan ini muncul karena jumlah penderita terus bertambah dan sebagian di antaranya meninggal. Dengan status KLB,  manajemen penanganan penyakit akan lebih baik dan masyarakat tidak perlu khawatir ihwal biaya pengobatan. Mengapa pemerintah belum juga  menetapkan status KLB?
Nasional 
Tersengat Teuku Umar oleh Ganjar
Dewan Pimpinan Pusat PDIP memanggil Ganjar Pranowo untuk mengklarifikasi pernyataannya soal kesiapan menjadi calon presiden yang dinilai sebagai manuver di luar garis partai. Ketika intrik elite PDIP memuncak, gerakan dukungan kepada Ganjar menguat di pengurus daerah dan partai lainnya.
Ekonomi dan Bisnis
Mulai Meredup Bisnis Dapur Bersama
Perusahaan aplikasi jasa transportasi dan pengiriman makanan, Grab, menghentikan bisnis dapur bersama mereka, GrabKitchen, pada akhir tahun ini. Pertanda tren bisnis dapur bersama mulai meredup?
Kesehatan
Menkes: Orang Indonesia Kekurangan Vitamin D
Indonesia memperingati Hari Osteoporosis Nasional setiap 20 Oktober. Dua dari lima orang Indonesia berisiko terserang osteoporosis akibat kekurangan vitamin D dan aktivitas fisik. WHO menyarankan berolahraga minimal 150 menit sepekan atau 30 menit per hari.
Kasus gangguan ginjal akut paling banyak menyerang anak berusia 1-5 tahun atau balita.
IAKMI menilai kasus Gagal Ginjal Akut Anak sudah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai kejadian luar biasa atau KLB.
Epidemiolog menilai kasus gagal ginjal akut belum tepat untuk ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa.
Kasus gangguan ginjal misterius ini masuk kategori outbreak atau Kejadian Luar Biasa karena memenuhi kriteria kejadian yang baru ditemui.
Dari 13 anak yang mengalami gagal ginjal akut itu, delapan anak berusia di bawah lima tahun dan sisanya di atas 5 hingga 13 tahun.
Partai Demokrat 21 tahun, dalam perjalannya bukan hanya cerita sukses mengusung SBY menjadi presiden 2 periode tapi ada KLB dan versi Moeldoko.
Meski kasus hepatitis akut sudah dijadikan KLB oleh WHO, namun belum layak diberi status pandemi. Ini sebabnya.
Heboh hepatitis akut misterius. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang dengan melakukan tindakan pencegahan berikut.
World Health Organization atau WHO mempublikasikan penyakit hepatitis akut berat ini sebagai kejadian luar biasa atau KLB.
Sebenarnya, hepatitis berat dengan gagal hati akut jarang terjadi pada anak-anak yang sehat. Berikut fakta hepatitis akut misterius pada anak.

source