TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT– Pemerintah Kabupaten Kotim gencar melakukan antisipasi pencegahan stunting, setidaknya ada delapan aksi percepatan dilakukan untuk pencegahan stunting tersebut.
Bahkan, delapan aksi percepatan penurunan angka stunting yang dilakukan Pemkab Kotim tersebut raih sejumlah penghargaan.
Upaya pencegahan tersebut juga dilakukam Pemkab Kotim melalui program non fisik dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD.
Sekda Kabupaten Kotim, Fajrurrahman yang mewakili bupati ketika adanya kunjungan asisten teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Purwo Sudaryanto, Kamis (20/10/2022) mengungkapkan pihaknya sedang gencar melakukan upaya menekan angka stunting.
Baca juga: Program TMMD Kotim 2022 Sangat Bermanfaat, Bupati H Halikinnor Janji Tambahkan Anggaran
Baca juga: 4 Desa di Kalteng Ditetapkan Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Tantangan Penurunan Angka Stunting
Baca juga: Penanganan Stunting Kotim, Pemkab Optimalkan Pembinaan Terhadap KPM Posyandu
Baca juga: Tekan Peningkatan Stunting Kotim, Pemkab Kurangi 7 Desa Lokus Untuk Penanganan Stunting 2023
Kedatangan asisten teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Purwo Sudaryanto, dalam rangka melakukan Wasev TMMD Reguler ke 115 2022 Kodim 1015/Sampit.
Dalam kesempatan tersebut Sekda Kabupaten Kotim Fajrurrahman, mengungkapkan, ada delapan upaya yang dilakukan pihaknya untuk mencegah peningkatan stunting tersebut.
Melalui TMMD di Sampit, Sekda Kabupaten Kotim meminta TNI turut berperan dalam upaya menekan angka stunting tersebut.
Saat ini ada delapan aksi yang kami lakukan dalam pencegahan stunting tersebut diantaraya, melaksankan analisa situasi, menyusun rencana kegiatan, melaksanakan rembug stunting, menyusun perbup tentang peran desa, termasuk perangkat Kodim dan kepolisian sampai kepada kecamatan dan desa.
Selain itu juga dilakukan pembinaan kader dan pembangunan manusia manajemen data,, pengumpulan dan publikasi, review kerja tahunan.
“Hal ini dilakukan secara berkelanjutan secara nasional dan kegiatan tersebut juga banyak dilakukan oleh jajaran TNI di Kodim maupun pihak kepolisian di Polres Kotim,” ujarnya.
Pemkab Kotim dalam pelaksanaan delapan stunting tersebut dinilai berhasil, sehingga mendapatkan sejumlah penghargaan dalam pelaksanaannya.
Penghargaan yang didapatkan tersebut antara lain, terbaik I tahun 2019 se Provinsi Kalteng, penghargaan kabupaten paling inovatif tahun 2020 se Provinsi Kalteng.
Juga ada penghargaan terbaik satu tahun 2021 se Provinsi Kalteng pelaksanaan delapan aksi percepatan penurunan stunting.
Sementara itu, asisten teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Purwo Sudaryanto, dalam rangka melakukan Wasev TMMD Reguler ke 115 2022 Kodim 1015/Sampit, turut mendukung upaya pencegahan stunting tersebut.
Mantan Komandan Korem 102 Panju Panjung ini mengungkapkan, penurunan angka stunting tersebut merupakan program Presiden Joko Widodo untuk mencapai generasi emas tahun 2045.
“Tentunya untuk salah satunya melakukan pencegahan stunting di Indonesia. Saya bersyukur penanganan stunting di kotim sudah sangat baik, sehingga banyak dapat penghargaan,’ ujarnya.
Purwo juga mengungkapkan, dia baru kembali melakukan road show penuruan percepatan angka stunting di 7 provinsi di Indonesia yang angka stunting tinggi dan lima provinsi berpenduduk padat.
Ada lima provinsi memiliki angka stunting tinggi yang berpenduduk padat dan 7 provinsi angka stunting tinggi.
“Saya mendampingi rombongan Ibu Ketua Umum Darma Pertiwi Ibu Hetty Andika Perkasa dan Kepala TPPKK Pusat. Penurunan angka stunting ini juga berkaitan dengan SDM, ini sangat penting,” tutupnya. (*)