METRO SULTENG – Audit kasus stunting yang rutin digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tujuannya sebagai upaya mempercepat penurunan kasus kekerdilan pada anak (stunting).
Untuk itu, BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), berkerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Tojo Una-una (Touna), melaksanakan evaluasi audit kasus stunting (AKS) bertempat di Hotel Ananda, Kamis (20/10/2022).
Pada kegiatan itu, Bupati Touna yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Nawat Sara Panjili dalam sambutan mengatakan, terhadap masalah percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas Pemda Touna, karena stunting merupakan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM), sehingga hal ini merupakan pekerjaan rumah paling mendasar untuk meningkatkan kualitas SDM.
“SDM adalah elemen strategis negara, sebab SDM merupakan sarana sekaligus pelaku dalam pembangunan. Seperti yang telah ditetapkan dalam visi dan misi Kabupaten Tojo Una-una, diperlukan dukungan dan peran serta semua unsur untuk menghasilkan SDM yang berkualitas,” sebutnya.

Kegiatan evaluasi audit kasus stunting (AKS) di Kabupaten Tojo Una-una

Sehingga stunting, kata Nawat, menjadi permasalahan yang harus dihadapi dan ditanggulangi secara terpadu dan terintegrasi melalui kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, pengusaha swasta, toko agama, toko masyarakat, dan yang paling terpenting dari lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai individu atau pribadi agar membangun ketahanan keluarga secara utuh di berbagai bidang, seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan dan maupun kebahagian keluarga mulai dari penanganan gizi, kualitas sanitasi di lingkungan, akses pendidikan, kesehatan dan terjaganya sumber pendapatan.
“Kami menyadari bahwa untuk mencapai hasil yang optimal, dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk menyukseskan percepatan penurunan stunting di Indonesia, menjadi 14 persen di akhir tahun 2024 mendatang,” ungkapnya.
Dikatakan Nawat, angka prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi, sedangkan waktu efektif yang tersisa hanya tinggal 2,5 tahun untuk mencapai target penurunan stunting.
“Hal ini tentunya tidaklah muda, tetapi dengan kerja keras dan saling bahu-membahu dari semua komponen dan elemen bangsa, pemerintah maupun swasta. Pastinya, hal yang mustahil akan dapat menjadi mungkin. Mari bergerak bersama,” seru Nawat.
Ia pun menekankan kepada seluruh kepala OPD, camat, kepala desa dan pihak yang terkait lainnya yang masuk didalam tim pencegahan stunting, untuk segera melakukan bergerak melakukan aksi sesuai peran, tugas dan fungsinya masing-masing, serta melakukan sinergitas dan kolaborasi, sehingga tercapai penurunan angka stunting yang signifikan.
“Pemkab Tojo Una-una juga berharap agar BKKBN Sulteng, bisa memberikan masukan, arahan dan bimbingan terutama terkait program kerja dan arah kebijakan yang harus dilakukan sebagai upaya dalam menurunkan angka kasus stunting di Kabupaten Tojo Una-na,” imbuhnya. *(Candra Lubah)
Editor: Abd Rahman M. Djafar
Komplek Ruko, Jln. Rajamoili Blok E/C1,
Kel. Besusu Barat, Kec. Palu Timur,
Kota Madya Palu, Sulawesi Tengah, Kode Pos 94111

085298532917
redaksimetsul@gmail.com
©2022 ProMedia Teknologi

source