TRIBUNMURIA.COM, UNGARAN – Kepala Dinss Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Noor Hidayat mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kasus penyakit gagal ginjal misterius di Kabupaten Semarang.
Hal tersebut menanggapi adanya data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menyebutkan sekitar 150 anak di Indonesia mengalami gangguan ginjal misterius pada Oktober 2022.
“Sampai sekarang belum ada laporan secara tertulis, maupun rujukan dari rumah sakit, belum ada.
Mudah-mudahan aman Kabupaten Semarang,” ungkapnya di sela-sela acara Cegah Stunting Dengan Germas  (Cating Emas) yang diselenggarakan oleh Puskesmas Bergas di halaman Puskesmas Bergas, Kecamatan Bergas pada Jumat (21/10/2022).
Baca juga: Waspadai Gagal Ginjal Akut, Dokter Anak Tan Evi: Jaga Kesehatan Anak dengan Makanan Seimbang
Baca juga: Berantas Stunting pada Balita, Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang Bikin Lomba Olah Makanan Bergizi
Terkait aturan penarikan obat yang diduga menjadi penyebab penyakit tersebut, Dwi Syaiful menerangkan bahwa dirinya belum dapat mengeluarkan regulasi untuk wilayahnya sampai adanya ketetapan dari pemerintah pusat.
“Saya belum bisa mengeluarkan statement karena beberapa instansi besar masih bertentangan.
Saya menunggu ketetapan yang pasti baru saya mengeluarkan statement untuk Kabupaten Semarang,” imbuhnya.
Meskipun demikian, lanjut Dwi Syaiful, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk menghindari obat-obatan yang saat ini dinilai berbahaya.
Dwi meminta warga untuk tetap menjalankan gerakan masyarakat hidup sehat, berolahraga, perbanyak mengonsumsi sayuran tetap berpikiran positif.
Baca juga: Peringati Hari Santri Nasional, Pj Bupati Bersama PCNU Pati Ziarah ke Makam Gus Hasyim Mahfudh
“Kalau sekarang intinya saya hanya menyuruh menghindari kalau tidak perlu, obat-obatan yang berbahaya.
Tetap germas, banyak olahraga, banyak makan sayur dan tetap berpikiran positif,” pungkasnya. (*)
Ikuti kami di

source