Anda belum login
Anda belum login
Sign InorSign Up
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Pencarian
INVESTOR.id
Suasana pelayanan kantor cabang BPJS Kesehatan di Pancoran, Jakarta Selatan. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
JAKARTA, investor.id – Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan, di tahun 2022 ini, BPJS Kesehatan telah menetapkan enam fokus utama yang tercantum dalam Dokumen Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2022.
Fokus pertama adalah peningkatan mutu layanan dengan berbagai inovasi. Ghufron memaparkan, strategi yang dijalankan antara lain penguatan standarisasi layanan secara nasional di seluruh satuan kerja dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama, optimalisasi layanan digital di seluruh titik layanan, serta peningkatan inovasi layanan kepada peserta.
“Kami fokus berkeinginan bagaimana mutu layanan kepada peserta JKN bisa meningkat. Misalnya terkait antrean, sekarang ini peserta bisa menggunakan sistem antrean online, sehingga tahu kapan akan dilayani dan tidak perlu mengantre lama di fasilitas kesehatan,” kata Ali Ghufron Mukti dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR, Rabu (19/1/2022).
Fokus kedua yakni perluasan kepesertaan untuk peningkatan cakupan peserta. Ketiga, menjaga kesinambungan finansial program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Untuk diketahui, BPJS tidak lagi mengalami defisit. Kami bersyukur tahun 2021 sudah surplus. Belum terlalu sehat sekali, tetapi sudah positif,” kata Ghufron.
Diketahui, posisi aset bersih per 31 Desember 2021 dalam kondisi surplus yang mencapai Rp 39,45 triliun. Nilai ini mampu memenuhi 4,83 bulan estimasi pembayaran klaim ke depan.
Selanjutnya yang menjadi fokus keempat adalah peningkatan engagement pemangku kepentingan dan penguatan komunikasi organisasi. Pada 2021 lalu, BPJS Kesehatan juga membuat program “BPJS Mendengar” untuk menghimpun aspirasi dari berbagai pihak. Aspirasi tersebut kemudian dimasukkan dalam rencana strategis dalam 5 tahun.
Strategi kelima yakni peningkatan kapabilitas badan. Keenam, optimalisasi penugasan khusus dari pemerintah, antara lain yang terkait dengan penanganan Covid-19.
“Enam fokus utama ini merupakan kumpulan inisiatif strategis yang akan dilaksanakan dalam RKAT 2022 tanpa mengesampingkan program-program kerja rutin BPJS Kesehatan yang ada dalam RKAT 2022,” kata Ghufron.
Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)
Sumber : BeritaSatu.com
Berita Terkait
BTN Siapkan Fasilitas Kredit Rp 2 Triliun untuk 10 Ribu Klinik Kesehatan
Terpopuler
01
Dividen Bukit Asam (PTBA) Rp 688 per Saham, Simak Tanggal Pentingnya!
Jumat, 27 Mei 2022 | 10:01 WIB
02
Cerita Lo Kheng Hong Jadi Investor Saham: Tak Hanya Uang, Tapi juga Banyak Waktu Luang
Jumat, 27 Mei 2022 | 17:33 WIB
03
Asyik! PGN (PGAS) Bagi-bagi Dividen Rp 124,42 per Saham, Totalnya Rp 3 Triliun
Jumat, 27 Mei 2022 | 15:39 WIB
04
Mantap! Telkom (TLKM) Bagikan Dividen Rp 14,86 Triliun
Jumat, 27 Mei 2022 | 16:14 WIB
05
Duet Ganjar-Anies Hindari Polarisasi pada Pilpres 2024
Kamis, 26 Mei 2022 | 20:26 WIB
Terkini
10 Saham Penggerak IHSG di Bulan Mei, GOTO Memimpin!
Sabtu, 28 Mei 2022 | 19:04 WIB
Masyarakat Diminta Tingkatkan Kepedulian pada Penyakit Gagal Jantung
Sabtu, 28 Mei 2022 | 18:07 WIB
Gulirkan Program LG Loves School, LG Tingkatkan Fasilitas Laboratorium Komputer SMK
Sabtu, 28 Mei 2022 | 17:26 WIB
Bangkitkan Ekonomi, Kepala Daerah Diminta Gunakan Produk Lokal
Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:19 WIB
Didukung Teknologi Rumah Tahan Gempa, Indonesia Siap Hadapi Bencana Alam
Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:10 WIB
Copyright ©2022 Investor Daily. All Rights Reserved