SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan optimis mampu melakukan percepatan penurunan angka stunting dari 7,6 persen di tahun 2021 menjadi 6 persen lebih. “Saya optimis, karena dari data yang ada, stunting kita bisa turun jadi 7,9 persen, sekarang kita yakin dan optimis bisa turun ke angkat 6 koma sekian persen,” ujar dia Selasa (18/10) pada kegiatan Temu Kader Posyandu.
Percepatan penurunan angka stunting, kata dia perlu peran serta banyak orang. Salah satunya kader-kader posyandu yang menjadi ujung tombak di masyarakat. Para kader ini, kata Muda lebih dekat dengan masyarakat sehingga lebih memahami situasi dan kondisi yang ada di lingkungan masyarakat itu.
Kegiatan Temu Kader Posyandu ini, kata Muda untuk meningkatkan peran dan tugas kader posyandu bayi balita se-Kubu Raya. Ini juga bagian dari strategi kepung bakul yang digaungkannya untuk mempercepat mengatasi persoalan kesehatan di masyarakat. Selain kader posyandu juga melibatkan penggerak PKK dan pendidikan seperti PAUD.
Pemkab Kubu Raya juga akan menaikkan anggaran untuk insentif para kader di tahun 2023. “Ini sebagai bentuk penghargaan atas kepada para kader,” ungkapnya. Menurut Muda, para kader ini telah banyak membantu, terutama dalam memperkuat pemahaman masyarakat terkait stunting, kesehatan gizi balita dan ibu hamil.
Ketua Penggerak PKK Kubu Raya, Rosalina Muda mengatakan Kader Posyandu merupakan pelopor terdepan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di desanya masing-masing. Ketika para kader ini fokus, kata Rosalina maka segala persoalan kesehatan pada bayi, balita, anak dan ibu hamil bisa dideteksi sejak dini. Apalagi Posyandu merupakan bagian lembaga kemasyarakat desa sehingga para kader bisa lebih fokus dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Marijan, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya mengatakan ada 496 posyandu di Kubu Raya. Sementara jumlah kader mencapai 2500-an orang. Selain itu, Kubu Raya juga memiliki 130 Pos Kesehatan Desa dan 73 puskesmas pembantu.
“Mereka-mereka inilah yang menjadi ujung tombak di lapangan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga ketika ada keluhan sakit tidak terlalu parah penyakitnya, dan dapat segera diambil langkah-langkah selanjutnya,” jelasnya. Beragam persoalan para kader dalam mengedukasi masyarakat. Ketua Posyandu Mawar, Helwati mengatakan banyak yang hanya mau datang ke Posyandu saat hamil saja. “Ketika anaknya sudah lahir, tidak mau ke posyandu lagi,” katanya. (mrd)
SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan optimis mampu melakukan percepatan penurunan angka stunting dari 7,6 persen di tahun 2021 menjadi 6 persen lebih. “Saya optimis, karena dari data yang ada, stunting kita bisa turun jadi 7,9 persen, sekarang kita yakin dan optimis bisa turun ke angkat 6 koma sekian persen,” ujar dia Selasa (18/10) pada kegiatan Temu Kader Posyandu.
Percepatan penurunan angka stunting, kata dia perlu peran serta banyak orang. Salah satunya kader-kader posyandu yang menjadi ujung tombak di masyarakat. Para kader ini, kata Muda lebih dekat dengan masyarakat sehingga lebih memahami situasi dan kondisi yang ada di lingkungan masyarakat itu.
Kegiatan Temu Kader Posyandu ini, kata Muda untuk meningkatkan peran dan tugas kader posyandu bayi balita se-Kubu Raya. Ini juga bagian dari strategi kepung bakul yang digaungkannya untuk mempercepat mengatasi persoalan kesehatan di masyarakat. Selain kader posyandu juga melibatkan penggerak PKK dan pendidikan seperti PAUD.
Pemkab Kubu Raya juga akan menaikkan anggaran untuk insentif para kader di tahun 2023. “Ini sebagai bentuk penghargaan atas kepada para kader,” ungkapnya. Menurut Muda, para kader ini telah banyak membantu, terutama dalam memperkuat pemahaman masyarakat terkait stunting, kesehatan gizi balita dan ibu hamil.
Ketua Penggerak PKK Kubu Raya, Rosalina Muda mengatakan Kader Posyandu merupakan pelopor terdepan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di desanya masing-masing. Ketika para kader ini fokus, kata Rosalina maka segala persoalan kesehatan pada bayi, balita, anak dan ibu hamil bisa dideteksi sejak dini. Apalagi Posyandu merupakan bagian lembaga kemasyarakat desa sehingga para kader bisa lebih fokus dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Marijan, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya mengatakan ada 496 posyandu di Kubu Raya. Sementara jumlah kader mencapai 2500-an orang. Selain itu, Kubu Raya juga memiliki 130 Pos Kesehatan Desa dan 73 puskesmas pembantu.
“Mereka-mereka inilah yang menjadi ujung tombak di lapangan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga ketika ada keluhan sakit tidak terlalu parah penyakitnya, dan dapat segera diambil langkah-langkah selanjutnya,” jelasnya. Beragam persoalan para kader dalam mengedukasi masyarakat. Ketua Posyandu Mawar, Helwati mengatakan banyak yang hanya mau datang ke Posyandu saat hamil saja. “Ketika anaknya sudah lahir, tidak mau ke posyandu lagi,” katanya. (mrd)
Jl. Gajah Mada No. 2-4 Pontianak
Fax: (0561) 760038/575368
Redaksi: (0561) 735070