Thursday, 24 Rabiul Awwal 1444 / 20 October 2022
Thursday, 24 Rabiul Awwal 1444 / 20 October 2022
Rabu 19 Oct 2022 14:32 WIB
Red: Indira Rezkisari
Seorang anak diimunisasi saat acara Gebyar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang digelar UPT Puskesmas Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, di Graha Mutiara, Jalan Situ Aksan, Jumat (30/9). BIAN bertujuan untuk membentuk herd immunity anak. Pemerintah Kota Bandung terus menggencarkan pelayanan imunisasi pada bayi dan balita melalui fasilitas puskesmas.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masyarakat diimbau melengkapi imunisasi anak demi meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi dari penyakit. “(Selama pandemi) banyak imunisasi anak tidak lengkap atau tidak dapat imunisasi karena tidak ke luar rumah, maka kami kejar (imunisasi),” kata Plt Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan dr Prima Yosephine, MKM.
Dia menjelaskan pada 2019 cakupan imunisasi dasar untuk bayi lengkap secara nasional bisa mencapai lebih dari 93 persen. Setelah pandemi, angka cakupan turun menjadi 84,2 persen pada 2020. Setelah layanan kembali dibuka dan protokol kesehatan diterapkan, angka cakupan imunisasi dasar naik sedikit menjadi 84,5 persen.
Prima mengatakan outbreak atau Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat berpotensi terjadi karena sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi lengkap. “Outbreak atau KLB idem dengan pandemi, tapi kecil-kecil karena (skala) tidak sedunia, tidak terlalu heboh isunya,” jelas dia, Rabu (19/10/2022).
Padahal, potensi Kejadian Luar Biasa ini penting untuk ditanggulangi karena menyangkut dengan masa depan Indonesia yang terkait dengan generasi penerus. Dia mencontohkan kasus KLB campak tahun ini meningkat 38 kali lipat lebih besar dibandingkan tahun lalu. “Harus ada sesuatu yang dilakukan untuk menutup hal ini,” katanya.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong masyarakat khususnya orang tua untuk memanfaatkan program imunisasi dari pemerintah. Dengan demikian, kasus KLB yang naik dapat ditekan karena semakin banyak anak yang punya kekebalan tubuh.
Prima mengatakan pencegahan penyakit lewat imunisasi penting karena banyak penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, seperti diare dan hepatitis. “Tinggal masyarakat mau dan mampu datang ke fasilitas kesehatan, ayo jangan jangan ketinggalan (imunisasi).”
Lewat imunisasi, lanjut dia, pemerintah berupaya mencegah masyarakat terjangkit penyakit yang dapat menimbulkan dampak luar biasa. “Kalau kena (penyakit) juga tidak berat,” katanya.
Dapatkan Update Berita Republika
Orang Tua Diminta Waspada dan Perhatikan Penurunan Frekuensi Urine Anak
Menopause Bisa Sebabkan Osteoporosis, Dokter Sarankan Ini
Jangan Takut Menopause, Semua Perempuan akan Mengalaminya!
Tiga Makanan yang Bisa Meningkatkan Kolesterol
IDI Minta Orang Tua Konsultasi ke Dokter Soal Obat Penurun Panas
Sains Trendtek
Radiasi gamma berasal dari jenis tumbukan partikel tertentu.
Tips Sindikasi
Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai prosedur pelaksanaan operasi mata juling, komplikasi dan perawatan pascaoperasi, serta biaya operasi mata juling.
Tips Sindikasi
Daripada pusing dan galau sendiri, yuk simak dulu keuntungan dan kerugian jika memilih pinjaman dengan agunan BPKB untuk biayai dana pendidikan.
Nasional Inpicture
Terdakwa dianggap melakukan perintangan dalam proses penyidikan kasus Brigadir J.
Info Sehat
Salah satu gejala gagal ginjal akut misterius yakni berkurangnya volume urine.
6 PHOTO
4 PHOTO
7 PHOTO
7 PHOTO
3 PHOTO
Kamis , 20 Oct 2022, 00:00 WIB
Rabu , 19 Oct 2022, 19:15 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved