INDOPOLITIKA.COM – Imunisasi Pneumokokus Konyugasi atau Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting bagi anak berusia 2 bulan.
Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita akibat penyakit infeksi di dunia. Pneumonia adalah salah satu penyakit menular yang merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak di dunia.
Penyakit ini dapat diobati jika terdiagnosa sedini mungkin serta dapat dicegah dengan imunisasi. Ini terbukti di negara-negara dimana imunisasi Pneumokokus Konyugasi atau PCV merupakan bagian dari program imunisasi rutin.
Di Indonesia, sekitar 14,5% kematian pada bayi dan 5% kematian pada balita setiap tahunnya disebabkan karena Pneumonia.
Pneumonia bisa terganggu keseimbangan gizinya sehingga menjadi stunting, untuk itu dengan adanya imunisasi ini ditargetkan dapat tiga hal sekaligus yaitu menurunkan angka kematian bayi, menurunkan angka kematian balita dan menurunkan angka stunting, dengan melakukan roll out secara nasional vaksinasi PCV ini agar anak-anak kita bisa kita lindungi dan terkendalikan kesehatannya sehingga mereka bisa berproduktif dewasa nya nanti dan lebih sehat.
Diketahui, pelaksanaan imunisasi PCV di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 2017 melalui pelaksanaan program demonstrasi imunisasi PCV di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kemudian, pada tahun 2018 – 2021 pelaksanaan imunisasi PCV diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kepulauan Bangka Belitung serta beberapa kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur, dengan hasil pelaksanaan yang baik dan cakupan yang tinggi.
Mempertimbangkan hal tersebut, dengan melihat manfaat imunisasi PCV, maka ITAGI merekomendasikan agar imunisasi PCV dapat diperluas secara nasional. Untuk itu, PCV akan diperluas secara nasional ke seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2022 mulai bulan September.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan sendiri sudah memberikan imunisasi Pneumokokus Konyugasi atau Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) serempak di 35 UPTD Puskesmas di Kota Tangerang Selatan sejak tanggal 12 September 2022 mengikuti pencanangan secara nasional.
“Vaksin ini diberikan gratis. Vaksin yang digunakan aman dan telah direkomendasikan oleh WHO serta telah lulus uji dari BPOM,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar, dalam keterangannya.
Adapun sasaran pemberian imunisasi PCV adalah usia 2 bulan, 3 bulan dan 12 Bulan. Pada tahun 2022 awal pelaksanaan introduksi imunisasi PCV dalam program imunisasi rutin.
“Imunisasi PCV hanya diberikan pada bayi berusia 2 bulan pada saat kick off 12 September 2022 atau maksimal kelahiran 14 Juni 2022. Kemudian bulan berikutnya diberikan imunisasi PCV yang kedua dan 9 bulan lagi baru mendapatkan imunisasi PCV ketiga. Imunisasi PCV Diberikan suntikan secara intramuscular dengan dosis 0,5 ml di paha kiri atas bagian luar,” paparnya.
Tercatat, sejak bulan September 2022 Tangerang Selatan mempunyai sasaran sejumlah 1.342 anak yang akan menerima imunisasi PCV. Pencatatan dan pelaporan pelaksanaan pemberian imunisasi PCV dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kementerian Kesehatan.
“Berdasarkan laporan pelayanan di UPTD Puskesmas se Kota Tangerang Selatan dilaporkan sampai dengan 5 Oktober 2022, sudah sebanyak 861 atau 64% anak yang mendapatkan imunisasi PCV,” tutur Allin.
Meski terdapat anak yang belum menerima imunisasi PCV. Dinas Kesehatan Tangerang Selatan mengatakan, jika antuasias masyarakat melakukan imunisasi PCV sangatlah tinggi.
“Antusias masyarakat sangat tinggi untuk imunisasi PCV, namun beberapa diantaranya bukan sasaran usia 2 bulan, selain itu adapula yang mau imunisasi PCV lanjutan dimana sebelumnya sudah mendapat imunisasi PCV dari bukan program pemerintah,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan juga akan melakukan sweeping melalui program ‘Ngider Sehat’ untuk mencari anak-anak berusia 2 bulan yang belum diberikan imunisasi PCV.
“Puskemas akan melaksanakan sweeping melalui ngider sehat dan binwil di wilayah kerjanya untuk mencari anak usia 2 bulan yang belum mendapatkan imunisasi PCV,” ujar Allin.
Diperlukan optimalisasi lagi dalam advokasi serta upaya pergerakkan mobilisasi masyarakat agar masyarakat tahu, sadar dan mau membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi PCV sesuai jadwal pemberian yang ditentukan.
Untuk meningkatkan lagi cakupan imunsasi PCV di Kota Tangerang Selatan tentu selain Strategi interpersonal yang baik juga harus didukung oleh media massa dalam mensosialisasikan imunisasi PCV.
“Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat. Ayo imunisasi PCV, lindungi anak dari Pneumonia. Vaksinnya aman, sehat, bermanfaat dan berkualitas,” tutup Allin. [adv]
Wujudkan Tangsel Lestari, Pemkot Gandeng Bank BNI Terapkan TPAKD Ubah Sampah Jadi Nilai Tambah
Sebanyak 46 Tim Basket Pelajar di Kabupaten Tangerang Bersaing di Bupati Cup 2022
Berikan Pelayanan hingga Konsultasi Adminduk, Kecamatan Pondok Aren Sediakan Inovasi SiMantap
Diduga Ingin Tawuran, Belasan Pelajar di Tangerang Diamankan dengan Barang Bukti 1 Bilah Pedang
Percepat Pembangunan Venue Porprov VI Banten, Wali Kota Tangerang Semprot Pemborong
Diduga Mengantuk Pengendara Mobil Mazda Tabrak 6 Orang Pesepeda di Jembatan PIK 2
Diduga Jadi Praktik Transaksi Narkotika, Dua Tempat Hiburan Malam di Gading Serpong Digerebek Polres Tangsel
Disaksikan Anies, Heru Budi Hartono Resmi Dilantik jadi Pj Gubernur DKI Jakarta
Poster Dukungan Airin Bertebaran di Tangsel dengan Jargon ‘Airin Bukan yang Lain!’
Tingkatkan Roda Ekonomi, Pemkab Tangerang Beri Bantuan Solar dan Mesin Kapal ke Nelayan
Pagi Ini, Mendagri Lantik Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono
Penyelenggara PTSB  dan PPB  Terbaik, Pemprov  Sumsel  Dianugerah Layanan Investasi 2022
Lepas Anies Baswedan Purnatugas, Ribuan Warga Tumpah Ruah Teriakan ‘Presiden RI’ 2024
BMKG Prediksi, Cuaca Buruk Intai Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan
Debit Air di Bendungan Katulampa Naik, Jakarta Waspada Banjir
Hadiri Peringatan Maulid Nabi Di Kabupaten Tangerang, Airin: Bersama Kita Majukan Banten
Soal Angka Putus Sekolah di Kabupaten Tangerang, Kadindik: Data Dapodik Jangan Dijadikan Patokan!
Setiap Hari Mengangkut 2.000 Ton, Truk Sampah di Kabupaten Tangerang Justru Banyak yang Rusak
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.







indopolitika
Okt 17
indopolitika
Okt 17
indopolitika
Okt 16
indopolitika
Okt 16
indopolitika
Okt 16

source