ilustrasi harga minyak Sumber: Antara
JAKARTA, investor.id – Tim Research and Development ICDX mengatakan, mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish. Didukung oleh sejumlah katalis utama antara lain sinyal terus menurunnya angka Covid-19 di Tiongkok, pernyataan dukungan dari anggota OPEC+, dan ancaman penghentian pasokan gas oleh Gazprom. Meski demikian, potensi peningkatan produksi minyak AS dalam masa mendatang membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Tiongkok melaporkan angka infeksi baru Covid-19 per 16 Oktober turun menjadi 921 kasus, dibanding 1,026 kasus pada sehari sebelumnya, ungkap Komisi Kesehatan Nasional pada hari Senin. Data terbaru yang dirilis juga menunjukkan penyebaran di berbagai kota ekonomi utama Tiongkok berhasil teredam.
“Sekaligus memberikan harapan akan segera dicabutnya pembatasan ketat di negara konsumen minyak terbesar kedua dunia tersebut,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (17/10/2022).
Baca juga: Harga Minyak Jeblok Lebih dari 3% di Tengah Kekhawatiran Resesi
Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, negara-negara anggota OPEC+ pada hari Minggu (16/10/2022) saling menyatakan dukungan atas keputusan pengurangan produksi yang disepakati oleh aliansi 23 negara produsen minyak dalam pertemuan 5 Oktober lalu.
“Pernyataan dukungan tersebut mematahkan komentar yang dirilis oleh AS pada hari Kamis yang mengatakan bahwa Arab Saudi telah memaksa semua anggota OPEC+ untuk menyepakati pemangkasan produksi,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Baca juga: Perseteruan AS – Saudi Dukung Minyak Bergerak Positif
Tim Research and Development ICDX menambahkan, sentimen positif lainnya juga datang dari pernyataan CEO Gazprom, Alexei Miller yang pada hari Minggu menegaskan bahwa rencana pembatasan harga ekspor gas Rusia akan mengarah pada penghentian pasokan. Penegasan dari Miller tersebut menguatkan ancaman yang dilontarkan bulan lalu oleh Presiden Vladimir Putin untuk memangkas pasokan energi jika batas harga sampai diberlakukan.
“Penghentian pasokan dari Rusia berpotensi memicu pasokan di pasar energi global semakin mengetat, mengingat Rusia merupakan eksportir minyak terbesar kedua dunia setelah Arab Saudi dan sekaligus eksportir gas alam utama dunia,” jelas Tim Research and Development ICDX.
Baca juga: Minyak Menetap Lebih Tinggi, Hentikan Penurunan Beruntun Tiga Hari
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebut dari sisi pasokan dilaporkan bahwa jumlah rig minyak AS dalam sepekan melonjak naik sebesar 8 rig menjadi 610 rig, tertinggi sejak Maret 2020, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh perusahaan layanan jasa energi asal AS, Baker Hughes untuk pekan yang berakhir 14 Oktober. Laporan Baker Hughes tersebut mengindikasikan potensi kenaikan produksi AS di masa mendatang.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 82 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Sumber : Investor Daily
Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS
Berita Terkait
Harga Minyak Jeblok Lebih dari 3% di Tengah Kekhawatiran Resesi
Perseteruan AS – Saudi Dukung Minyak Bergerak Positif
Minyak Menetap Lebih Tinggi, Hentikan Penurunan Beruntun Tiga Hari
Minyak Terkonsolidasi Di Tengah Prospek Melambatnya Permintaan
Terpopuler
01
Bumi Minerals (BRMS) Getol Menambang Emas, Potensi Cuan Sahamnya 60%
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 16:02 WIB
02
Didukung Sentimen Kenaikan Penjualan dan Dividen Interim, Begini Prospek Saham Sido Muncul (SIDO)
Senin, 17 Oktober 2022 | 09:16 WIB
03
Ini Gambaran untuk Pasar Saham Sepekan ke Depan
Minggu, 16 Oktober 2022 | 19:02 WIB
04
Investor Pemegang Lima Saham Ini Lagi Tersenyum Lebar Loh!
Senin, 17 Oktober 2022 | 12:09 WIB
05
Dear Investor, BEI Segera Buka Gembok Saham Waskita Precast (WSBP)
Minggu, 16 Oktober 2022 | 15:55 WIB
Terkini
Presiden Bangga Indonesia Berangkatkan SDM Terampil
Senin, 17 Oktober 2022 | 15:25 WIB
Puradelta (DMAS) Cetak Marketing Sales Rp 1,33 T
Senin, 17 Oktober 2022 | 15:16 WIB
INACA Perkuat Kolaborasi
Senin, 17 Oktober 2022 | 15:07 WIB
Update Perang di Ukraina: Zelensky Sebut Drone Rusia Serang Seluruh Ukraina
Senin, 17 Oktober 2022 | 15:07 WIB
Hingga September 2022, Penjaminan KUR Askrindo Mencapai Rp 117,5 T
Senin, 17 Oktober 2022 | 15:00 WIB
Anda belum login
Anda belum login
Sign InorSign Up
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Pencarian
INVESTOR.id
Copyright ©2022 Investor Daily. All Rights Reserved

source