Thursday, 17 Rabiul Awwal 1444 / 13 October 2022
Thursday, 17 Rabiul Awwal 1444 / 13 October 2022

Kamis 13 Oct 2022 14:41 WIB
Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas. Gangguan Ginjal pada Anak, Muhammadiyah Minta Negara Usut Penyebabnya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengaku prihatin atas apa yang menimpa ratusan anak-anak Indonesia yang mengalami gangguan ginjal akut misterius. Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, kata dia, Anwar meminta agar masyarakat lebih waspada.
 
Sebagaimana yang dituturkan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dugaan awal munculnya penyakit ginjal akut pada anak-anak dipicu oleh konsumsi obat yang mengandung etilen glikol. Namun, tidak menutup kemungkinan juga dipicu oleh faktor lain dari makanan dan minuman karena banyak dari makanan dan minuman yang mereka konsumsi tidak sehat dan tidak thoyyib. 
 
“Untuk itu karena negara adalah melindungi dan mensejahterakan rakyat, maka pemerintah harus turun secepatnya untuk mengetahui sebab musabab mengapa hal demikian sampai terjadi,” kata Anwar.
 
Untuk selanjutnya menentukan langkah apa yang harus diambil untuk menghambat dan menghentikan fenomena tersebut. Sehingga kata dia, akan lebih banyak anak-anak yang bisa diselamatkan
 
“Kalau hal demikian terus berlangsung, maka besar kemungkinan anak-anak yang terkena gangguan ginjal tersebut tentu akan menjadi tidak atau kurang produktif, sehingga hal itu jelas akan sangat mengganggu dan merugikan tidak hanya terhadap diri anak yang bersangkutan tapi juga terhadap kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Dan kita tentu saja tidak mau hal demikian terjadi,” kata Anwar.
 
Sejak Agustus 2022, IDAI melihat ada lonjakan kasus anak-anak yang dibawa ke rumah sakit dengan keluhan gangguan ginjal akut misterius. Menurut Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI Eka Laksmi Hidayati, penyakit gangguan ginjal akut misterius ini sama seperti hepatitis akut misterius yang belum diketahui penyebabnya.
 
Hingga 10 Oktober, ada 14 cabang IDAI yang melaporkan kasus gangguan ginjal akut misterius dengan jumlah total 131. Sebelumnya pada Agustus, ada sebanyak 35 kasus. Satu bulan kemudian, yakni pada September terjadi penambahan menjadi 71 kasus.
 
Dapatkan Update Berita Republika
Sehat Mental di Ruang Digital
Deteksi Dini Payudara Secara Mandiri Sudah Bisa Dilakukan Sejak Wanita Remaja
Vaksin IndoVac Bisa Diproduksi dengan Kapasitas 100 Juta Dosis di 2023
Kebiasaan Tidur tanpa Bra Sering Dilakukan Perempuan, Apakah Sehat?
Ini Alasan Dokter Sarankan Wanita Pakai Bra Sesuai Ukuran dan Nyaman
Nasional Inpicture

.
Sumatra

Pj Ketua TP PKK Muba Sambut Tim Penilai KIPP Provinsi Sumsel 2022
Jateng Jatim

Dari 73 ini ada satu desa yang balon kadesnya bakal dieleiminasi.
Situs Islam

Fustat, sebuah kota yang dibangun di dekat benteng Babilonia
Hukum

Kapolri janji hasil pemeriksaan gas air mata kedaluwarsa akan disampaikan ke publik.
2 PHOTO
5 PHOTO
3 PHOTO
6 PHOTO
9 PHOTO
Kamis , 13 Oct 2022, 06:36 WIB
Kamis , 13 Oct 2022, 19:12 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source