Merdeka.com – Hepatitis B merupakan penyakit menular yang menyerang fungsi hati. Hepatitis B dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui darah seperti dari seorang ibu kepada janin yang dikandungnya.
Jika penyakit ini diabaikan berdampak pada hepatitis kronis yang mengakibatkan kanker hati. Dibandingkan dengan virus HIV yang dapat menyebabkan AIDS, virus hepatitis B justru lebih ganas. Virus hepatitis B bila keluar melalui darah, maka virus masih akan tetap hidup satu hingga dua bulan.
“Virus hepatitis B kalau dia keluar tidak seperti HIV. Kalau HIV, dia (virus) langsung mati. Tapi kalau virus dia (hepatitis B) keluar, dia masih hidup. Kalau virus hepatitis B hidup kurang lebih satu sampai dua minggu,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Wiendra Waworuntu M.Kes.
Hepatitis B rentan diturunkan dari ibu ke anak. Penurunan tersebut akibat darah ibunya yang masuk malalui pembuluh darah bayi sejak dalam kandungan.
“Jika ibunya mengalami hepatitis B mengandung virus maka pada saat itulah, virus masuk ke dalam pembuluh darah bayi,” kata perwakilan Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Dr dr Andri Sanityoso Sulaiman Sp.PD KGEH.
Tentu setiap ibu tidak ingin anak yang di kandungan terlahir dengan penyakit hepatitis B. Oleh sebab itu pemberian imunisasi pasif (HBlg) dilakukan guna meringankan upaya perlindungan bayi dari bahaya terinfeksi hepatitis B dari ibunya.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bahwa setiap tahunnya diperkirakan terdapat 120 ribu bayi yang akan terlahir dengan menderita hepatitis B. 95 persen di antaranya berpotensi mengalami hepatitis kronis yang berdampak pada risiko kanker hati.
Penularan hepatitis dari ibu ke anak memiliki kemungkinan 90 persen hingga 95 persen. Oleh sebab itu Kemenkes memprioritaskan deteksi dini penyakit hepatitis B pada ibu hamil.
Pencegahan penularan hepatitis B dari ibu ke bayi dapat dilakukan sengan pemberian HBO setelah bayi lahir kurun waktu kurang dari 24 jam. Serta pemberian imunisasi secara rutin dapat membantu terlindungi dari penularan hepatitis B pada anak.
Reporter: Eflien Anggelien
Sumber: Liputan6.com [RWP]
Baca juga:
Penderita Penyakit Hepatitis A di Pacitan Menurun, Status KLB Belum Dicabut
Pasien Hepatitis A Bisa Sembuh Secara Sempurna Asal dengan Cara Tepat
Kenali Gejala Hepatitis A yang Bisa Muncul pada Anak-anak
Ini Hal yang Harus Dilakukan Agar Tak Tertular Penyakit Hepatitis A
Apakah Setelah Sembuh Seseorang Mungkin Terkena Penyakit Hepatitis Lagi?
Kenali Perbedaan Hepatitis B dan 5 Jenis Lainnya yang Penting untuk Diketahui
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
Berlaku Hari Ini, Berikut Panduan Lengkap Naik KRL Usai Pembenahan Stasiun Manggarai
PPKM Level 1 DKI, Tempat Hiburan Malam Kapasitas 100 Persen, Tutup Pukul 2 Pagi
DKI PPKM Level 1, Mal Tutup Pukul 10 Malam & Pengunjung Wajib Vaksin Dosis Lengkap
Aturan PTM Terbatas Tetap Diberlakukan saat Status DKI PPKM Level 1
Dehidrasi Hingga Kurang Pemanasan, Ketahui Penyebab Sakit Kepala Setelah Olahraga
Tetap Penuhi Kebutuhan Protein, Ketahui Makanan Apa Saja Sebagai Pengganti Daging
Faktor Makanan Hingga Lingkungan, Ini 5 Penyebab Migrain pada Anak
Inilah Jenis Teknologi Untuk Membantu Mengatasi Diabetes Tipe 2
5 Cara Bagi Ibu agar Lebih Mudah dan Lancar Menyusui Buah Hati
5 Faktor yang Secara Mengejutkan Bisa Jadi Penyebab Rambut Rontok
6 Cara Mengatasi Munculnya Jerawat di Area Kewanitaan
AC Dapat Menyelamatkan Nyawa, Simak Pengaruh Air Conditioner Terhadap Tubuh
Malnutrisi Bisa Dialami Baik pada Orang Kurus Maupun Gemuk
Betulkah Keseringan Pakai Topi Bisa Sebabkan Kebotakan?
Kemenkes Jelaskan bahwa Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri
Perlu Dihindari! 6 Makanan Ini Bisa Menimbulkan Bau Tak Sedap dari Dirimu
Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Kita Tidak Berkumur Usai Menyikat Gigi
8 Perawatan Kebersihan Sehari-Hari yang Ternyata Kamu Lakukan secara Salah
Bicara Reshuffle, Sekjen PDIP Sindir Minyak Goreng Langka & Ekonomi Lambat
Anggota DPR Pertanyakan Rencana Menko Luhut Audit Lahan dan Konsesi Sawit
Kejagung Targetkan Berkas Kasus Mafia Minyak Goreng Rampung Bulan Depan
Kasad Perintahkan Seluruh Pangdam Pantau Ketersediaan dan Harga Minyak Goreng
Jokowi: Inflasi Terkendali Karena Pemerintah Tahan Harga BBM dan Listrik
Jokowi: Harga BBM di Singapura Rp32.400 per Liter, Kita Pertalite Masih Rp7.650
Jokowi Soal Harga BBM: Subsidi APBN Gede Sekali, Tahan Sampai Kapan?
Demo di Patung Kuda, Buruh dan Mahasiswa Bawa Empat Tuntutan Ini
Presiden Ukraina Peringatkan Dunia Terancam Krisis Pangan karena Perang
Mantan Tentara AL Korsel Mengaku Ikut Berperang di Ukraina dan Ingin Balik Lagi
AS Siap Kirimkan Roket Jarak Jauh ke Ukraina yang Bisa Jangkau Wilayah Rusia
Afrika Disebut Turut Jadi Korban Perang Rusia-Ukraina
Tiga Jurus Bank Indonesia Bangkitkan UMKM Pasca Pandemi Covid-19
PPKM Level 1 DKI, Tempat Hiburan Malam Kapasitas 100 Persen, Tutup Pukul 2 Pagi
DKI PPKM Level 1, Mal Tutup Pukul 10 Malam & Pengunjung Wajib Vaksin Dosis Lengkap
Turun 50 Persen, Santunan Kecelakaan Jasa Raharja Capai Rp44 M di Musim Mudik Lebaran
Evaluasi Mudik Lebaran, Jokowi Minta Rekayasa Lalu Lintas Diperbaiki
Per 10 Mei, KAI Tolak Berangkatkan 707 Penumpang Terkait Covid-19
Frekuensi Belanja Masyarakat Meningkat Tajam di Ramadan 2022
Advertisement
Advertisement
"Saya Tak Pernah Membayangkan Penembakan Ini Terjadi Di Komunitas yang Damai Ini"
Adu Pasal Penjabat Kepala Daerah Diisi TNI Aktif, Boleh atau Tidak?
Serupa Tapi Tak Sama, Begini Cara Membedakan Cacar Monyet dan Cacar Air