SAMPIT – Banjir yang kembali melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, selain merendam pemukiman rumah warga, namun juga menggenang fasilitas pendidikan serta kesehatan.
Terkait fasilitas kesehatan sendiri, saat ini Dinas Kesehatan tak bisa memberikan data valid, karena belum menerima laporan berapa jumlah faskes yang terkena banjir.
“Untuk Puskesmas aman, kecuali yang ada di Desa Tumbang Penyahuan. Sedangkan Pustu sampai saat ini belum ada laporan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, yang juga Sekretaris Dinkes Kotim Ali, kepada media ini, Selasa 11 Oktober 2022.
Dijelaskan Ali, untuk pelayanan kesehatan di Kecamatan yang wilayahnya terdampak banjir tetap berjalan normal.
“Sementara ini belum ada permintaan atau laporan mengharuskan kami turun kelapangan. Mungkin ada juga masalah, tapi sepertinya bisa diselesaikan oleh petugas kesehatan di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Sejauh ini, Dinkes Kotim tetap mengintruksikan pada seluruh tenaga kesehatan (Nakes), tetap stanby atau siaga di wilayah kerja mereka, terutama yang berada dikawasan banjir.
“Sejauh ini kami belum ada menerima laporan nakes tidak berada ditempat mereka. Artinya mereka tetap stanby,” ucapnya
Ali menambahkan, untuk kebutuhan stok obat-obatan semua masih mencukupi dan selalu tersedia di gudang formasi Dinkes Kotim.
“Untuk bantuan obat normal dan stok kami cukup. Kepada Nakes kami menegaskan agar selalu melakukan koordinasi, jika perlu bantuan dinas segera koordinasikan dan kami siap turin ke lapangan,” imbuhnya.
Sedangkan berkaitan dengan banjir yang sudah lebih satu minggu, dimungkinkan warga yang terdampak akan ada yang terserang sakit seperti batuk, pilek maupun diare.
“Ini yang diantisipasi tenaga kesehatan yang ada di wilayah banjir. Kami mengimbau mereka sigap,” pungkasnya. (ilm).