ADVERTISEMENT
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi ada empat merek sirup obat batuk buatan India yang mengandung bahan berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan harus ditarik dari peredaran. Hal ini dikaitkan setelah adanya laporan sedikitnya 66 anak selama tiga bulan terakhir di Gambia meninggal karena cedera ginjal akut.
Analisis laboratorium yang dilakukan WHO mengkonfirmasi adanya kandungan dietilen glikol dan etilen glikol dalam sirup parasetamol yang bisa menjadi racun dan menyebabkan cedera ginjal akut. WHO menyebut produk-produk ini mungkin telah didistribusikan di tempat lain melalui pasar informal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jenis Obat Batuk India yang Mengandung Bahan Berbahaya
“Merek-merek (sirup obat batuk) ini harus diperlakukan berbahaya sampai dilakukan analisis oleh pihak-pihak berwenang terkait,” jelas WHO yang dikutip dari BBC, Sabtu (8/10/2022).
Obat diproduksi oleh India India, Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi.
Pemerintah Gambia telah memerintahkan importir dan toko untuk menangguhkan penjualan semua merek sirup parasetamol di negara kecil Afrika Barat itu. Obat-obat tersebut juga sudah ditarik dari semua apotek dan rumah tangga.
Kini, kementerian kesehatan Gambia melakukan kerja sama dengan WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.
Beberapa sampel sirup juga sudah dikirim ke berbagai negara seperti Senegal, Ghana, Prancis, dan Swiss untuk dilakukan pengujian. Hasilnya, sampel tersebut menunjukkan tanda-tanda terkontaminasi.
Kementerian kesehatan setempat juga sudah mengkaji pemeriksaan kualitas impor obat dan peraturan terkait lainnya.
NEXT: Efek Racun yang Dirasakan
Simak Video “Temuan Terkini soal Kasus Kematian Puluhan Anak Gambia Terkait Paracetamol“
[Gambas:Video 20detik]
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT