Pengunjung melihat layar pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi melemah terbatas pada perdagangan Senin (10/10/2022). IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.975 – 7.135. Kawal saham ASII hingga ICBP pada perdagangan hari ini.
Pada perdagangan Jumat (7/10/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 49 poin (0,7%) ke level 7.026. Sektor infrastruktur, transportasi dan logistic, keuangan, teknologi, property dan real estate, industry, konsumen primer, kesehatan, dan konsumen non primer bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG.
Baca juga: Phintraco Sekuritas: IHSG Rawan Terkoreksi, Cermati Potensi Rotasi ke Saham Defensif
Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, ditengah situasi dan kondisi yang penuh dengan gegap gempita pada awal pekan, ternyata rasa senang tersebut tidak berlangsung lama. Begitu data US Unemployment Rate keluar, yang dimana ternyata angka pengangguran kembali turun, tentu hal ini telah memberikan dorongan bagi The Fed untuk terus menaikkan tingkat suku bunga mereka lebih agresif kembali. Data yang keluar sebetulnya boleh dikatakan baik di sisi yang lain, namun menjadi buruk di sisi yang lain.
“Oleh sebab itu kalau kita perhatikan, sebetulnya laporan tenaga kerja menjadi sesuatu yang positif, namun menjadi persepsi yang buruk karena terjadi ditengah tingginya inflasi. Alhasil, mau tidak mau The Fed akan semakin mantap untuk menjejakkan kakinya dengan menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 75 bps lagi pada pertemuan di bulan November mendatang,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (10/10/2022).
Baca juga: Artha Sekuritas: IHSG Melemah, Jagokan Lima Saham Pilihan di Awal Pekan
Sisi positifnya, Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, pelaku pasar dan investor masih akan memiliki waktu tenang, setidaknya bulan Oktober ini karena arisan The Fed sedang dalam keadaan libur. Meskipun tidak menutup kemungkinan, gosip gosip tetap saja berhembus. Bukan pasar namanya, kalau gosip saja tidak bisa di goreng. Oleh sebab itu volatilitas di pasar masih akan tinggi, khususnya di setiap data ekonomi yang keluar.
Saat ini The Fed tampaknya tengah bersiap untuk kenaikkan tingkat suku bunga hingga akhir tahun berada di 4.5%. Mungkin bisa naik, mungkin juga bisa turun, semua tergantung data ekonomi yang akan masuk berikutnya. Sejauh ini 75 bps, sudah berada di depan mata, dan kalau 75 bps benar benar dinaikkan, maka akan menjadi kenaikkan yang keempat kalinya sebanyak 75 bps.
“Well, waktu terus berputar dan berlalu, selagi menunggu pertemuan The Fed pada bulan November, akan ada pertemuan IMF pada minggu ini yang akan berkumpul untuk pertemuan tahunan. Yang dimana cerita mereka akan menjadi sebuah gambaran, bagaimana ekonomi di tahun ini akan berakhir, dan bagaimana cerita tahun depan. Setidaknya kita memiliki gambaran untuk menatap masa depan,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.
Baca juga: Yugen: IHSG Menguat, Ini Daftar Belanja Saham di Tanggal Cantik 10 -10
Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, tidak hanya aksi korporasi merger dan akuisisi yang merekah di tahun pemulihan ekonomi ini, namun tren divestasi aset turut dilakukan dengan sejumlah pertimbangan tentunya seperti meningkatkan efisiensi, melepaskan aset yang mengalami kerugian dan meningkatkan profit secara jangka panjang. Apalagi di saat ekonomi dan industri yang kurang mendukung, strategi divestasi marak dilakukan untuk menopang performa keuangannya. Sehingga, akan ada sokongan aliran dana masuk pada pos non-operasional di laporan keuangan emiten.
Namun, sifatnya memang temporary. Di samping itu, strategi organik ini juga memberikan dukungan dana untuk melakukan ekspansi, ketimbang harus emisi surat utang di mana cost of fund yang cukup tinggi di era kenaikan suku bunga agresif seperti saat ini. Meskipun secara jangka panjang pendapatan usaha akan berkurang dan kepercayaan investor bisa tergerus, namun sepanjang aksi tersebut dapat ditranslasikan terhadap proyek atau lini bisnis baru yang dinilai dapat lebih menguntungkan, maka strategi divestasi menjadi lebih produktif dan efektif.
Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan kawal beberapa saham pilihan untuk perdagangan hari ini, yaitu ASII, INTP, SCMA, SMGR, ICBP.
Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Sumber : Investor Daily
Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS
Berita Terkait
IHSG Sesi I Tertahan di Bawah Level 7.000, Bagaimana Sesi II?
Pasar Cemas, IHSG dan Bursa Asia Tergelincir di Zona Merah
Ini Saham-saham Catat Untung Besar pada Tanggal Cantik 10-10
Sektor Energi Turun Terdalam, IHSG Ditutup Melemah 0,63%
Terpopuler
01
Belum Apa-apa, Grup Salim cs Pesta Gain Rp 8,4 Triliun dari Saham BUMI
Minggu, 9 Oktober 2022 | 17:43 WIB
02
Viral RON Pertalite Hanya 86, Ahli ITB Angkat Bicara
Sabtu, 8 Oktober 2022 | 19:15 WIB
03
Grup Salim Masuk, ke Mana Arah Bisnis Bumi Resources (BUMI)?
Minggu, 9 Oktober 2022 | 21:20 WIB
04
Kisi-kisi Pergerakan Saham Awal Pekan, Bersiaplah untuk Rotasi!
Minggu, 9 Oktober 2022 | 12:02 WIB
05
Saham Pilihan untuk Trading 10 Oktober dan Target Harganya
Senin, 10 Oktober 2022 | 08:15 WIB
Terkini
Dorong Masa Depan Web3, Binance Bentuk Dewan Penasihat Global
Senin, 10 Oktober 2022 | 14:02 WIB
Imbas Tarif Naik, Pesanan Ojol Tak Sampai 5 Kali Sehari
Senin, 10 Oktober 2022 | 13:52 WIB
Perkuat Branchless Financing, BRI Finance Optimalkan Sinergi dengan Induk Usaha
Senin, 10 Oktober 2022 | 13:28 WIB
Seluruh Segmen Bisnis Bertumbuh, Begini Prospek Saham AKR Corporindo (AKRA)
Senin, 10 Oktober 2022 | 13:22 WIB
Risiko Global Meningkat, Menkeu Minta Tak Gentar
Senin, 10 Oktober 2022 | 13:14 WIB
Anda belum login
Anda belum login
Sign InorSign Up
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Pencarian
INVESTOR.id
Copyright ©2022 Investor Daily. All Rights Reserved