Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022
Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022
Kamis 05 May 2022 23:54 WIB
Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah
Ilutrasi penyerangan Masjid Al Aqsa. Pemukim Yahudi mengibarkan bendera Israel di Masjid Al Aqsa
REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM–Ratusan pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Kamis (5/5/2022) pagi. Mereka dijaga pasukan keamanan Israel untuk menandai Hari Kemerdekaan Israel.
Dilansir dari The New Arab, Kamis (5/5/2022)., pemukim mengibarkan bendera Israel saat berada di halaman masjid untuk menandai peringatan berdirinya otoritas pendudukan Israel 74 tahun yang lalu. Hari di mana ratusan ribu warga Palestina diusir dari rumah mereka.
Pasukan keamanan Israel mengepung jamaah di salah satu tempat sholat dan menembakkan gas air mata, bom suara, dan peluru karet untuk memaksa mereka keluar.
Kelompok pemukim telah menyerukan dalam beberapa hari terakhir untuk Israel agar menandai Hari Kemerdekaan dengan menuju kompleks Al Aqsa untuk mengibarkan bendera Israel dan menyanyikan lagu kebangsaan Israel.
Sebagai tanggapan, kelompok Palestina termasuk Fatah menyerukan warga Palestina untuk pergi ke kompleks dan menghentikan para pemukim.
Pasukan Israel mulai membatasi pergerakan ke dalam dan di sekitar kompleks pada Rabu malam, tetapi membuka gerbang untuk pemukim pada Kamis pagi.
Sebelumnya, pasukan Israel menyerbu Masjid Al Aqsa pada Selasa malam dan melarang adzan malam untuk menyanyikan lagu kebangsaan dan mengibarkan bendera untuk menandai Hari Peringatan Israel.
Masjid Al Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam. Kompleksnya juga diklaim berisi dua situs suci Yahudi. Menurut kesepakatan antara Israel dan Palestina, orang-orang Yahudi diizinkan untuk mengunjungi kompleks, tetapi tidak untuk berdoa di sana.
Pemukim dan tentara Israel menyerbu Kompleks Masjid Al Aqsa beberapa kali selama bulan suci Ramadhan, yang berakhir awal pekan ini. Ratusan jamaah Palestina terluka dan ratusan lainnya ditangkap oleh pasukan keamanan Israel.
Dewan Nasional meminta parlemen Arab dan parlemen dunia untuk bergerak dan menekan kekuatan pendudukan untuk menghentikan perang sistematis yang dilakukan terhadap rakyat Palestina dan hak-hak nasional mereka yang seharusnya tidak dapat dicabut.
Menteri Agama Palestina mengutuk pengibaran bendera Israel dan pemutaran lagu kebangsaan Israel di Masjid Al Aqsa, Selasa (3/5/2022). Israel bahkan melarang adzan isya untuk melancarkan tindakannya tersebut.
Pasukan Israel menyerbu Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Selasa malam dan melarang adzan Isya untuk menyanyikan lagu kebangsaan dan mengibarkan bendera. Tindakan ini bertujuan untuk menandai Hari Peringatan Israel.
Hari Peringatan berlangsung di Tembok Buraq yang juga disebut sebagai Tembok Barat, di mana Presiden otoritas pendudukan Israel Isaac Herzog menyampaikan pidato yang mendesak warga Israel untuk tetap bersatu dalam menghadapi “teror kebencian.”
Pidato itu berlangsung menjelang apa yang disebut Hari Kemerdekaan Israel, yang akan dirayakan pada hari Kamis (5/5/2022).
Dapatkan Update Berita Republika
Hidup Sehat Sejak Muda Tekan Risiko Demensia Alzheimer
Hipertensi Sudah Memburuk, Tiga Tandanya Bisa Terasa di Kaki
Hoaks Terus Beredar di AS: Bill Gates Disebut Teroris Biologis di Balik Wabah Cacar Monyet
FKUI: Selain Covid-19, Penyakit-Penyakit Ini Juga Harus Diwaspadai Masyarakat
Kurang Vitamin B12, Tandanya Bisa Terasa di Tangan dan Kaki
Timur Tengah
Menlu Turki mengunjungi Israel dan menandai kunjungan pertama menlu dalam 15 tahun
Bisnis Global
Perusahaan raksasa SK Group berencana kembangkan bisnis kluster Chip di Korsel
Wacana
Umat Islam tampaknya tak perlu khawatir dengan ketersediaan hewan kurban.
Wacana
Apakah akan dibiarkan dosen pelaku kekerasan seksual melenggang?
Timur Tengah
RUU yang mengkriminalisasi normalisasi hubungan dengan Israel disahkan suara bulat
7 PHOTO
9 PHOTO
6 PHOTO
3 PHOTO
11 PHOTO
Sabtu , 28 May 2022, 00:40 WIB
Sabtu , 28 May 2022, 01:12 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved