Jadwal Imunisasi Dasar Anak yang Wajib Diketahui Orangtua
KOMPAS.com – Seorang anak sejak bayi penting mendapatkan imunisasi agar mencegah sejumlah penyakit serius seperti tuberkulosis, hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, rubella, dan masih banyak lagi.
Kementerian Kesehatan RI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merekomendasikan tahapan imunisasi dasar yang dapat diberikan kepada anak.
Vaksin imunisasi dasar dapat diperoleh secara gratis di pusat layanan kesehatan milik pemerintah.
Baca juga: Jangan Lewatkan Imunisasi Dasar untuk Anak
Imunisasi adalah suatu proses untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara memasukkan vaksin, yakni virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, dibunuh, atau bagian-bagian dari bakteri (virus) tersebut telah dimodifikasi.
Vaksin dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan atau diminum (oral). Setelah vaksin masuk ke dalam tubuh, sistem pertahanan tubuh akan bereaksi membentuk antibodi.
Reaksi ini sama seperti jika tubuh kemasukan virus atau bakteri yang sesungguhnya. Antibodi selanjutnya akan membentuk imunitas terhadap jenis virus atau bakteri tersebut.
Tujuan imunisasi adalah agar mendapatkan imunitas atau kekebalan anak secara individu dan eradikasi atau pembasmian sesuatu penyakit dari penduduk sesuatu daerah atau negara.
Sedikitnya 70 persen dari penduduk suatu daerah atau negeri harus mendapatkan imunisasi.
Berikut ini sejumlah imunisasi dasar yang wajib diberikan kepada anak, dikutip dari Kompas.com (3/12/2021).
Jadwal imunisasi dasar anak dapat dilihat orangtua di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) yang biasanya diberikan oleh pihak fasilitas kesehatan saat ibu sejak hamil.
Berikut ini beberapa daftar dan jadwal imunisasi nasional yang berlaku untuk anak-anak dari bayi hingga kelas 6 SD.
Baca juga: Jadwal Imunisasi Anak Terbaru Rekomendasi IDAI tahun 2020
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan sejumlah pihak, salah satunya IDAI menerbitkan daftar imunisasi rutin lengkap yang kemudian dilampirkan dalam setiap buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Dalam Buku KIA cetakan 2020, berikut ini adalah daftar imunisasi rutin lengkap yang dimaksud untuk anak usia 0-12 bulan:
Ini menjadi vaksin pertama yang akan diterima oleh seorang bayi, karena masa pemberiannya yang harus segera setelah kelahiran.
Sebelum diberikan HB 0 atau HB pertama, bayi sebaiknya disuntikkan vitamin K1, minimal 30 menit sebelumnta.
Vaksin Hepatitis B harus dilakukan sebelum 24 jam setelah jam kelahiran.
Kemudian, vaksin Hepatitis B ini masih harus diberikan 3 kali lagi pada usia 2, 3, dan 4 bulan bersama vaksin DPT.
Selanjutnya adalah vaksin BCG yang harus diberikan pada saat bayi berusia 0 sampai sebelum usia 1 bulan.
Vaksin polio diberikan pada bayi dalam bentuk tetes maupun suntik (IPV) sebanyak 4 kali.
Pemberian dilakukan pada usia 0 atau 1, 2, 3, dan 4 bulan dengan jarak interval pemberian vaksin adalah minimal 4 minggu.
Vaksin yang satu ini diberikan sebanyak 3 kali setiap bulannya dan bisa dimulai sejak usia 2 bulan.
Sama seperti vaksin Polio, vaksin DPT-HB Hib juga harus diberikan dengan jarak interval minimal 4 minggu.
Berikutnya, vaksin yang juga harus diberikan adalah vaksin Campak-Rubela.
Vaksin yang satu ini diberikan hanya satu kali pada usia 9 bulan.
Terakhir adalah vaksin JE. Vaksin JE diberikan dua kali pada usia 9 dan 10 bulan.
Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Beda Vaksinasi dan Imunisasi
Sementara itu, jika merujuk pada Rekomendasi Imunisasi Anak Umur 0-18 bulan IDAI Tahun 2020, berikut ini adalah daftar imunisasi lengkap yang direkomendasikan untuk anak usia 0-12 bulan:
Namun, jika dosis pertama baru diberikan pada usia di atas 6 bulan, maka seorang bayi hanya perlu menerima 2 dosis vaksin PCV.
Untuk vaksinasi yang satu ini tidak boleh diberikan jika bayi melebihi usia 6 bulan. Jadi 3 dosis yang ada harus selesai saat usia 6 bulan dengan interval pemberian minimal 4 minggu.
Vaksin ini diberikan 2 kali dengan interval 6 minggu-3 bulan
Diberikan 2 kali dengan interval 6-12 bulan.
Rekomendasi Imunisasi Anak dari IDAI dapat diakses di link berikut ini.
Baca juga: Kemenkes Ingatkan, Imunisasi Dasar Anak Harus Dilakukan Selama Pandemi
Semakin lengkap vaksinasi yang didapatkan oleh seorang anak, tentu akan lebih baik bagi perlindungan kesehatannya di masa depan.
Namun, tidak semua imunisasi diberikan secara gratis oleh Pemerintah dan tersedia di fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas.
Beberapa di antaranya harus diakses secara mandiri, misalnya ke dokter spesialis anak, dan harga dari tiap imunisasi itu juga tidak semuanya terjangkau.
Jadi, untuk mendapatkan vaksinasi lengkap sesuai rekomendasi IDAI sangat tergantung dari kemampuan orangtua, khususnya kemampuan ekonomi.
Sementara untuk mendapatkan vaksinasi sebagaimana tercantum dalam buku KIA adalah kewajiban yang harus diupayakan oleh orangtua untuk anak-anaknya, karena itu merupakan imunisasi dasar.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.