Kasus DBD di Kabupaten Karanganyar Melonjak
KARANGANYAR – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Karanganyar melonjak pada pekan ke 17 hingga 19 tahun ini. Sebanyak delapan orang meninggal dunia.
Data tersebut merujuk laporan kewaspadaan dini rumah sakit (KDRS) yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar.
“Hingga minggu ke 20, dari catatan yang saya terima, ada delapan orang yang meninggal dunia akibat DBD dari total 457 kasus,” jelas Kepala Dinkes Karanganyar Purwati, Jumat (27/5).
Pasien meninggal dunia yakni di Kecamatan Karanganyar Kota satu kasus, Tasikmadu tiga kasus, Jaten satu kasus, Colomadu dua kasus, dan Jumantono satu kasus.
Mayoritas DBD terjadi di Kecamatan Karanganyar Kota dengan 107 kasus, Tasikmadu 89 kasus, Jaten 71 kasus, dan Kebakkramat 43 kasus.
Kasus terendah tercatat di Kecamatan Jatiyoso, Jatipuro dan Jumapolo dengan masing-masing tiga kasus.
Menurut Purwati, kecamatan dengan kasus DBD cukup tinggi merupakan daerah dataran rendah dan padat penduduk, sehingga banyak ditemui tempat perindukan nyamuk.
“Yang paling tinggi di Kelurahan Cangakan, Kecamatan Karanganyar Kota dengan 22 kasus,” jelasnya.
Berdasarkan catatan dinkes selama enam tahun terakhir, kasus DBD terbanyak terjadi di 2019 dengan 838 kasus. Untuk tahun ini, jumlah kasus hampir sama dengan 2021.
Fenomena DBD disikapi serius oleh dinkes dengan menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap penyebab virus dari gigitan nyamuk aedes aegypti. Termasuk menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak dan fogging focus di daerah prioritas.
Dinkes juga mengimbau masyarakat rutin melakukan PSN sepekan sekali secara serentak dan menyeluruh, baik di dalam maupun luar rumah. Ketika ada anggota keluarga yang tiba-tiba demam tinggi dan tidak segera mereda setelah diberikan obat penurun panas, harus segera diperisakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan kepastian diagnosa dan pengobatan tepat.
“Tidak perlu menunggu sampai timbulnya bintik merah pada kulit, apalagi sampai mimisan, karena kondisi tersebut sudah parah. Sebelum mendapatkan pertolongan medis, berikan minum air mineral yang banyak untuk menjaga pembuluh darah tetap lentur, sehingga perdarahan dapat dicegah,” urai kadinkes. (rud/wa/dam)
Kasus DBD di Karanganyar Hingga Pekan 20
SUMBER: DINKES KARANGANYAR
KARANGANYAR – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Karanganyar melonjak pada pekan ke 17 hingga 19 tahun ini. Sebanyak delapan orang meninggal dunia.
Data tersebut merujuk laporan kewaspadaan dini rumah sakit (KDRS) yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar.
“Hingga minggu ke 20, dari catatan yang saya terima, ada delapan orang yang meninggal dunia akibat DBD dari total 457 kasus,” jelas Kepala Dinkes Karanganyar Purwati, Jumat (27/5).
Pasien meninggal dunia yakni di Kecamatan Karanganyar Kota satu kasus, Tasikmadu tiga kasus, Jaten satu kasus, Colomadu dua kasus, dan Jumantono satu kasus.
Mayoritas DBD terjadi di Kecamatan Karanganyar Kota dengan 107 kasus, Tasikmadu 89 kasus, Jaten 71 kasus, dan Kebakkramat 43 kasus.
Kasus terendah tercatat di Kecamatan Jatiyoso, Jatipuro dan Jumapolo dengan masing-masing tiga kasus.
Menurut Purwati, kecamatan dengan kasus DBD cukup tinggi merupakan daerah dataran rendah dan padat penduduk, sehingga banyak ditemui tempat perindukan nyamuk.
“Yang paling tinggi di Kelurahan Cangakan, Kecamatan Karanganyar Kota dengan 22 kasus,” jelasnya.
Berdasarkan catatan dinkes selama enam tahun terakhir, kasus DBD terbanyak terjadi di 2019 dengan 838 kasus. Untuk tahun ini, jumlah kasus hampir sama dengan 2021.
Fenomena DBD disikapi serius oleh dinkes dengan menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap penyebab virus dari gigitan nyamuk aedes aegypti. Termasuk menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak dan fogging focus di daerah prioritas.
Dinkes juga mengimbau masyarakat rutin melakukan PSN sepekan sekali secara serentak dan menyeluruh, baik di dalam maupun luar rumah. Ketika ada anggota keluarga yang tiba-tiba demam tinggi dan tidak segera mereda setelah diberikan obat penurun panas, harus segera diperisakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan kepastian diagnosa dan pengobatan tepat.
“Tidak perlu menunggu sampai timbulnya bintik merah pada kulit, apalagi sampai mimisan, karena kondisi tersebut sudah parah. Sebelum mendapatkan pertolongan medis, berikan minum air mineral yang banyak untuk menjaga pembuluh darah tetap lentur, sehingga perdarahan dapat dicegah,” urai kadinkes. (rud/wa/dam)
Kasus DBD di Karanganyar Hingga Pekan 20
SUMBER: DINKES KARANGANYAR
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta