Amerika, RADARJEMBER.ID – Studi ini diterbitkan dalam British Medical Journal pada 7 September. Soda memiliki pemanis buatan yang umumnya seringkali ditambahkan ke sereal, yogurt, hingga makanan manis lainnya. Kebiasaan ini dikaitkan dengan risiko masalah jantung.
BACA JUGA : Syarat agar Hak Asuh Anak Bisa Jatuh ke Pihak Ayah
Penelitian membuktikan orang yang mengonsumsi sekaleng soda hanya 78 mg setiap hari, maka 10 kali lebih mungkin terkena serangan jantung. Studi tersebut menambahkan peminum soda juga 5 kali lebih mungkin mengalami stroke seperti dilansir dari Science Times, Rabu (28/9).
Berdasarkan laporan dari 4BC News Talk, dalam podcast, ahli gizi dan konselor holistik Fiona Kane setuju dengan hasil penelitian terbaru itu. Ia mengatakan bahwa semua pemanis buatan dapat menyebabkan risiko kesehatan bagi semua orang.
Para peneliti Prancis melakukan studi mereka pada kebiasaan makan 103.388 orang. Mereka menemukan konsumen terbesar pemanis buatan rentan terhadap kondisi yang mempengaruhi aliran darah ke otak. Studi sebelum itu  telah melihat hubungan obesitas dan pemanis buatan.
Sementara penelitian lain mengaitkan konsumsi berlebihan produk makanan dengan banyak kandungan pemanis dengan tekanan darah tinggi, peradangan, dan diabetes tipe 2, yang terkait dengan banyak masalah medis.
Institut Nasional Penelitian Kesehatan dan Medis Prancis mengumpulkan peserta berusia 42 tahun dan mencatat makanan yang mereka konsumsi selama tiga hari. Tim lalu membuat perbandingan  catatan medis untuk menghubungkannya dengan penyakit kardiovaskular.
Sebanyak 37 persen dari kelompok dengan pemanis dalam makanan mereka memiliki asupan reguler rata-rata 42,5 mg atau 100 ml minuman diet. Konsumen pemanis buatan cenderung lebih gemuk. Mereka kemungkinan lebih berisiko terkena masalah jantung. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Istimewa
Sumber Berita:jawapos.com
 
Amerika, RADARJEMBER.ID – Studi ini diterbitkan dalam British Medical Journal pada 7 September. Soda memiliki pemanis buatan yang umumnya seringkali ditambahkan ke sereal, yogurt, hingga makanan manis lainnya. Kebiasaan ini dikaitkan dengan risiko masalah jantung.
BACA JUGA : Syarat agar Hak Asuh Anak Bisa Jatuh ke Pihak Ayah
Penelitian membuktikan orang yang mengonsumsi sekaleng soda hanya 78 mg setiap hari, maka 10 kali lebih mungkin terkena serangan jantung. Studi tersebut menambahkan peminum soda juga 5 kali lebih mungkin mengalami stroke seperti dilansir dari Science Times, Rabu (28/9).
Berdasarkan laporan dari 4BC News Talk, dalam podcast, ahli gizi dan konselor holistik Fiona Kane setuju dengan hasil penelitian terbaru itu. Ia mengatakan bahwa semua pemanis buatan dapat menyebabkan risiko kesehatan bagi semua orang.
Para peneliti Prancis melakukan studi mereka pada kebiasaan makan 103.388 orang. Mereka menemukan konsumen terbesar pemanis buatan rentan terhadap kondisi yang mempengaruhi aliran darah ke otak. Studi sebelum itu  telah melihat hubungan obesitas dan pemanis buatan.
Sementara penelitian lain mengaitkan konsumsi berlebihan produk makanan dengan banyak kandungan pemanis dengan tekanan darah tinggi, peradangan, dan diabetes tipe 2, yang terkait dengan banyak masalah medis.
Institut Nasional Penelitian Kesehatan dan Medis Prancis mengumpulkan peserta berusia 42 tahun dan mencatat makanan yang mereka konsumsi selama tiga hari. Tim lalu membuat perbandingan  catatan medis untuk menghubungkannya dengan penyakit kardiovaskular.
Sebanyak 37 persen dari kelompok dengan pemanis dalam makanan mereka memiliki asupan reguler rata-rata 42,5 mg atau 100 ml minuman diet. Konsumen pemanis buatan cenderung lebih gemuk. Mereka kemungkinan lebih berisiko terkena masalah jantung. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Istimewa
Sumber Berita:jawapos.com
 
Amerika, RADARJEMBER.ID – Studi ini diterbitkan dalam British Medical Journal pada 7 September. Soda memiliki pemanis buatan yang umumnya seringkali ditambahkan ke sereal, yogurt, hingga makanan manis lainnya. Kebiasaan ini dikaitkan dengan risiko masalah jantung.
BACA JUGA : Syarat agar Hak Asuh Anak Bisa Jatuh ke Pihak Ayah
Penelitian membuktikan orang yang mengonsumsi sekaleng soda hanya 78 mg setiap hari, maka 10 kali lebih mungkin terkena serangan jantung. Studi tersebut menambahkan peminum soda juga 5 kali lebih mungkin mengalami stroke seperti dilansir dari Science Times, Rabu (28/9).
Berdasarkan laporan dari 4BC News Talk, dalam podcast, ahli gizi dan konselor holistik Fiona Kane setuju dengan hasil penelitian terbaru itu. Ia mengatakan bahwa semua pemanis buatan dapat menyebabkan risiko kesehatan bagi semua orang.
Para peneliti Prancis melakukan studi mereka pada kebiasaan makan 103.388 orang. Mereka menemukan konsumen terbesar pemanis buatan rentan terhadap kondisi yang mempengaruhi aliran darah ke otak. Studi sebelum itu  telah melihat hubungan obesitas dan pemanis buatan.
Sementara penelitian lain mengaitkan konsumsi berlebihan produk makanan dengan banyak kandungan pemanis dengan tekanan darah tinggi, peradangan, dan diabetes tipe 2, yang terkait dengan banyak masalah medis.
Institut Nasional Penelitian Kesehatan dan Medis Prancis mengumpulkan peserta berusia 42 tahun dan mencatat makanan yang mereka konsumsi selama tiga hari. Tim lalu membuat perbandingan  catatan medis untuk menghubungkannya dengan penyakit kardiovaskular.
Sebanyak 37 persen dari kelompok dengan pemanis dalam makanan mereka memiliki asupan reguler rata-rata 42,5 mg atau 100 ml minuman diet. Konsumen pemanis buatan cenderung lebih gemuk. Mereka kemungkinan lebih berisiko terkena masalah jantung. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Istimewa
Sumber Berita:jawapos.com
 
Jl. Ahmad Yani No. 99 Jember
Telepon Redaksi: 0331-483545
Fax: 0331-486894
Email: radarjember.digital@gmail.com

source