Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR – Komisi E DPRD DKI Jakarta memanggil Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait penjenamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta, Rabu (14/9/2022).
Setelah sempat tertunda, akhirnya rapat kerja keduanya bakal digelar pada pukul 13.30 WIB berdasarkan undangan yang diterima TribunJakarta.com.
Merujuk pada undangan tersebut, Komisi E meminta penjelasan terkait penjenamaan RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta yang sempat menimbulkan polemik.
Sebagai informasi, panggilan Dinkes DKI sebenarnya sudah dijadwalkan pada Senin (12/9/2022) pukul 13.30 WIB.
Namun harus tertunda dan digelar kembali pada hari ini di waktu yang sama.
Baca juga: Anggaran Logo Rumah Sehat ala Anies Baswedan Jadi Beban RSUD, Wagub Ariza: Enggak Seberapa
Selain penjelasan penjenamaan, ada juga agenda lainnya yakni membahas evaluasi terhadap pelayanan prima, peningkatan SDM dan penunjang alat-alat kesehatan (alkes) pada seluruh RSUD/Puskesmas dan fasilitas kesehatan, serta evaluasi kegiatan lainnya.
Diwartakan sebelumnya, Komisi E DPRD DKI Jakarta bakal panggil Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terkait penjenamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta.
Hal ini diungkapkan anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat Ali Muhammad Johan saat ditemui di Kantor Sekretariat DPD Partai Demokrat DKI, Jakarta Selatan.
“Pertama kita sudah mengkaji juga ya, melihat, belum mengkaji secara detail tapi melihat ada keputusan Pak Gubernur untuk merubah paradigma. Kalau yang bisa kami simpulkan sementara ya, karena juga dari Komisi E berencana untuk melakukan rapat kerja nanti dengan Dinkes untuk menanyakan lebih lanjut terkait ini,” jelasnya di lokasi, Senin (8/8/2022).
Dalam rapat kerja tersebut, Komisi E bakal meminta penjelasan detail menyoal penjenamaan yang menimbulkan polemik ini.
Sehingga pertanyaan publik selama ini bisa terjawab dan menghasilkan titik terang.
“Tapi untuk ke depannya hal ini akan menjadi diskusi yang lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan, antara Komisi E dengan Dinkes untuk juga Dinkes bisa menjawab hal-hal yang memang dipertanyakan oleh masyarakat. Apakah ini perubahan nomenklatur, apakah ini memang yang tadi saya kemukakan sekedar perubahan paradigma dan lain-lain,” lanjutnya.
Baca juga: Anies Baswedan Ubah RSUD Jadi Rumah Sehat, Komisi E DPRD DKI Bakal Panggil Dinas Kesehatan
Sayangnya, gelaran rapat kerja ini masih bel dijadwalkan lantaran menunggu kesiapan dari seluruh pihak yang terlibat.
“Ini belum direncanakan kapan. Kemarin teman-teman sudah ada rencana itu, tapi mungkin tepatnya belum tahu. Tergantung pimpinan juga, pimpinan komisi dan juga kesiapan dari rekan-rekan Dinkes sendiri,” pungkasnya.
Penjenamaan RSUD
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan penjenamaan istilah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta.
Penjemanaan atau umum dikenal dengan istilah branding pada RSUD ini sudah dirancang sejak lama.
Di mana, ide gagasan ini sudah mulai dibahas pada tahun 2019 lalu. Namun harus terhenti lantaran adanya pandemi Covid-19.
“2020 mulai awal, mulai kita siapkan langkah-langkahnya lalu muncul pandemi sehingga ini terhenti, baru kemudian diaktifkan lagi setelah kita bisa suasananya lebih memungkinkan,” katanya di RSUD Cengkareng, Rabu (3/8/2022).
Adapun alasan penjenamaan ini turut dibeberkan oleh eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
Selama ini rumah sakit selalu berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif. Sehingga mereka yang sakit bakal datang ke rumah sakit dengan harapan dapat sembuh.
Secara rinci, mereka yang datang ke rumah sakit haruslah mengidap penyakit lebih dulu.
“Nah di sisi lain pada saat pandemi kemarin kita menyaksikan pentingnya menjaga kesehatan, karena itu kita ingin agar rumah ini menjadi rumah di mana perannya ditambah,” lanjutnya.
Penambahan peran ini pun diakuinya dalam berbagai aspek, yakni aspek promotif dan aspek preventif.
Sehingga datang ke ‘Rumah Sehat’ untuk menjadi lebih sehat.
Baca juga: Anies Baswedan Ubah RSUD Jadi Rumah Sehat, Komisi E DPRD DKI Bakal Panggil Dinas Kesehatan
“Jadi rumah sehat ini dirancang untuk benar-benar membuat kita berorientasi pada hidup yang sehat, bukan sekedar berorientasi untuk sembuh dari sakit, karena itulah kemudian konsepnya disusun sebagai sebuah rumah sehat untuk Jakarta,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anies turut melakukan penyeragaman logo untuk seluruh rumah sakit se-Jakarta.
Pasalnya selama ini logo rumah sakit berbeda-beda seakan bukan kesatuan.
“Padahal semuanya adalah institusinya pemerintah yang memberi pelayanan kepada seluruh warga, yang warga bisa datang ke mana pun juga. Jadi, satu sisi adalah memperluas aspeknya, dari hanya dua, kuratif, rehabilitatif, ditambah dengan promotif dan preventif. Kemudian menyeragamkan semuanya,” pungkasnya.

source