SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Perbaikan tujuh puskesmas di Kabupaten Sumenep bakal jadi prioritas tahun depan. Namun, hingga sekarang belum ada plotting anggaran yang tersedia untuk proyek revitalisasi gedung layanan dasar kesehatan tersebut.
Kepala Dinkes Sumenep Agus Mulyono mengatakan, setelah dihitung, terdapat tujuh puskesmas yang perlu direvitalisasi tahun depan. Namun, pihaknya mengakui bahwa sampai sekarang belum ada anggaran yang disiapkan untuk perbaikan gedung puskesmas tersebut. ”Tujuh puskesmas itu tersebar di darat dan kepulauan. Tapi, puskesmas apa saja, saya tidak hafal detailnya,” kata Agus.
Menurut dia, agar tujuh puskesmas itu dapat diperbaiki, salah satu caranya harus memperoleh kucuran dana dari pemerintah pusat. Semisal, melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) atau bisa dari sumber lain. ”Pastinya dapat dari DBHCHT tahun depan, tapi nggak tahu pastinya,” terangnya.
Agus menyampaikan, tujuh puskesmas itu seharusnya bisa diperbaiki. Sebab, berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang harus menjadi prioritas utama. ”Kami masih berupaya, semoga saja dapat. Tak bisa terwujud kalau anggarannya tak tersedia,” katanya.
Dijelaskan, ke depan pihaknya menginginkan semua puskesmas di Kabupaten Sumenep sesuai standar dari Kemenkes RI. Untuk itu, tiap tahun pelan-pelan harus ada puskesmas yang direvitalisasi. ”Karena kami mau ada peningkatan di bidang pelayanan, terutama dari sisi infrastruktur,” tandasnya.
SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Perbaikan tujuh puskesmas di Kabupaten Sumenep bakal jadi prioritas tahun depan. Namun, hingga sekarang belum ada plotting anggaran yang tersedia untuk proyek revitalisasi gedung layanan dasar kesehatan tersebut.
Kepala Dinkes Sumenep Agus Mulyono mengatakan, setelah dihitung, terdapat tujuh puskesmas yang perlu direvitalisasi tahun depan. Namun, pihaknya mengakui bahwa sampai sekarang belum ada anggaran yang disiapkan untuk perbaikan gedung puskesmas tersebut. ”Tujuh puskesmas itu tersebar di darat dan kepulauan. Tapi, puskesmas apa saja, saya tidak hafal detailnya,” kata Agus.
Menurut dia, agar tujuh puskesmas itu dapat diperbaiki, salah satu caranya harus memperoleh kucuran dana dari pemerintah pusat. Semisal, melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) atau bisa dari sumber lain. ”Pastinya dapat dari DBHCHT tahun depan, tapi nggak tahu pastinya,” terangnya.
Agus menyampaikan, tujuh puskesmas itu seharusnya bisa diperbaiki. Sebab, berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang harus menjadi prioritas utama. ”Kami masih berupaya, semoga saja dapat. Tak bisa terwujud kalau anggarannya tak tersedia,” katanya.
Dijelaskan, ke depan pihaknya menginginkan semua puskesmas di Kabupaten Sumenep sesuai standar dari Kemenkes RI. Untuk itu, tiap tahun pelan-pelan harus ada puskesmas yang direvitalisasi. ”Karena kami mau ada peningkatan di bidang pelayanan, terutama dari sisi infrastruktur,” tandasnya.
Gedung Graha Pena Lt.10,
Jalan Kebayoran Lama 12,
Jakarta Selatan, 12210, Indonesia