LAMONGANRadar Lamongan – Vaksinasi hewan ternak sementara berhenti, karena stok vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kosong. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkawan) menyebut stok dosis yang dikirim untuk vaksinasi pertama dan kedua sejumlah 26 ribu sudah tersalurkan semua.
 
Kepala Disnakkawan Lamongan Moch. Wahyudi mengatakan, setiap vaksin yang dikirim ke daerah langsung didrop ke masing-masing kecamatan untuk dilakukan penyuntikan. Sehingga, stok dosis tidak sampai menumpuk apalagi kedaluarsa. Laporan terakhir, untuk 26 ribu dosis 1 dan 2 sudah tersalurkan. “Minggu kedua akan didrop lagi untuk perluasan dosis 1 di Lamongan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
 
Menurut Wahyudi, vaksinasi ini penting untuk memutus penularan PMK. Selain itu, biosecurity juga tetap dilakukan sebagai bentuk pertahanan pertama untuk pengendalian wabah dan mencegah kemungkinan penularan pada ternak.
 
Dia mengatakan, usaha untuk menurunkan risiko penularan pada ternak tetap dilakukan. Meski efektivitasnya tidak besar, tapi minimal bisa menurunkan risiko dengan kemunculan kasus baru yang terkendali.
 
“Kalau efektivitas ini menyesuaikan kondisi ternak, tapi minimal bisa menurunkan risiko penularan,” imbuhnya.
 
Wahyudi mengaku, jumlah ternak tertular saat ini 3.694 ternak. Jumlah ternak sembuh 1.401, mati 30, sementara dijual 87 ternak. Dia menilai, penularan cukup mudah karena melalui udara. Sehingga, peternak harus meminimalisasi penularan dengan memisahkan ternak yang sakit dengan yang sehat.
 
Selain itu, mobilisasi ternak harus dibatasi agar risiko penularan bisa berkurang. Karena sampai saat ini, untuk penularan masih tinggi sementara angka kesembuhan rendah.
 
”Angka kesembuhan memang rendah karena belum ditemukan obat, sehingga pengobatan disesuaikan dengan keluhan ternak,” ucapnya. (rka/ind)
LAMONGANRadar Lamongan – Vaksinasi hewan ternak sementara berhenti, karena stok vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kosong. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkawan) menyebut stok dosis yang dikirim untuk vaksinasi pertama dan kedua sejumlah 26 ribu sudah tersalurkan semua.
 
Kepala Disnakkawan Lamongan Moch. Wahyudi mengatakan, setiap vaksin yang dikirim ke daerah langsung didrop ke masing-masing kecamatan untuk dilakukan penyuntikan. Sehingga, stok dosis tidak sampai menumpuk apalagi kedaluarsa. Laporan terakhir, untuk 26 ribu dosis 1 dan 2 sudah tersalurkan. “Minggu kedua akan didrop lagi untuk perluasan dosis 1 di Lamongan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
 
Menurut Wahyudi, vaksinasi ini penting untuk memutus penularan PMK. Selain itu, biosecurity juga tetap dilakukan sebagai bentuk pertahanan pertama untuk pengendalian wabah dan mencegah kemungkinan penularan pada ternak.
 
Dia mengatakan, usaha untuk menurunkan risiko penularan pada ternak tetap dilakukan. Meski efektivitasnya tidak besar, tapi minimal bisa menurunkan risiko dengan kemunculan kasus baru yang terkendali.
 
“Kalau efektivitas ini menyesuaikan kondisi ternak, tapi minimal bisa menurunkan risiko penularan,” imbuhnya.
 
Wahyudi mengaku, jumlah ternak tertular saat ini 3.694 ternak. Jumlah ternak sembuh 1.401, mati 30, sementara dijual 87 ternak. Dia menilai, penularan cukup mudah karena melalui udara. Sehingga, peternak harus meminimalisasi penularan dengan memisahkan ternak yang sakit dengan yang sehat.
 
Selain itu, mobilisasi ternak harus dibatasi agar risiko penularan bisa berkurang. Karena sampai saat ini, untuk penularan masih tinggi sementara angka kesembuhan rendah.
 
”Angka kesembuhan memang rendah karena belum ditemukan obat, sehingga pengobatan disesuaikan dengan keluhan ternak,” ucapnya. (rka/ind)
PT. Bojonegoro Intermedia Pers Digital
Jl. Ahmad Yani No.39 Bojonegoro
Mobile: 0851 5618 4830 (WA)
Telp: 0353-892000

source