JawaPos.com – Berapa berat badan Anda? Seseorang yang mengalami kegemukan rentan mengalami kadar gula darah yang melebihi batas normal. Kondisi prediabetes atau kadar gula darah yang tinggi, namun tak disadari juga bahaya. Jika tak mengubah pola hidup dapat berujung diabetes dan mengalami komplikasi.
Salah satu contoh kasus diagnosis pradiabetes menakutkan diceritakan oleh warga AS, Deja Davis, seperti dilansir dari WXXI News, Selasa (30/8). Perempuan berusia 32 tahun itu tiba-tiba bertambah gemuk, mendorong dokternya untuk melakukan pemeriksaan darah lanjutan.
“Itu hanya untuk melihat apakah mungkin ada masalah mendasar yang mungkin menyebabkan kenaikan berat badan,” kata Davis.
Prediabetes dapat menyebabkan diabetes tipe 2, suatu kondisi yang dapat berujung komplikasi merusak organ-organ seperti mata dan ginjal dan menyebabkan kondisi kardiovaskular atau bahkan amputasi. Menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, sekitar 80 juta orang Amerika mengalami prediabetes, dan lebih dari 80 persen tidak mengetahuinya.
Pakar kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengatasi penyakit yang dapat disembuhkan ini sebelum semakin parah. “Lebih baik mencoba mencegah perkembangan diabetes sejak awal, dan semua komplikasinya,” kata Wakil Presiden Urusan Medis di Excellus BlueCross BlueShield dr. Lisa Harris.
Harris mengatakan cukup menurunkan 5-7 persen dari berat badan Anda dan melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membalikkan kondisi pradiabetes menjadi normal. Hal itu mencegah penyakit jangka panjang atau komplikasi yang serius.
“Hampir setiap organ dipengaruhi oleh diabetes, dan itulah mengapa sangat penting untuk mencoba maju dari kurva ini,” kata Harris.
Komplikasi Mengancam Diabetes
Laporan Pharmacy Times, diabetes ditandai dengan peningkatan glukosa secara kronis dalam aliran darah, dapat melemahkan kekebalan, meningkatkan peradangan, merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Masalah kesehatan di seluruh dunia, diabetes juga dapat menyebabkan retinopati, penyakit ginjal, dan kerusakan saraf.
Pedoman klinis merekomendasikan melakukan tes glukosa puasa standar. Jika dokter melihat peningkatan kadar glukosa, mereka harus mengkonfirmasi hasilnya dengan tes glukosa puasa kedua atau tes NbA1c (tes hemoglobin terglikasi). Karena itu, seseorang diminta untuk segera mengubah gaya hidupnya.
JawaPos.com – Berapa berat badan Anda? Seseorang yang mengalami kegemukan rentan mengalami kadar gula darah yang melebihi batas normal. Kondisi prediabetes atau kadar gula darah yang tinggi, namun tak disadari juga bahaya. Jika tak mengubah pola hidup dapat berujung diabetes dan mengalami komplikasi.
Salah satu contoh kasus diagnosis pradiabetes menakutkan diceritakan oleh warga AS, Deja Davis, seperti dilansir dari WXXI News, Selasa (30/8). Perempuan berusia 32 tahun itu tiba-tiba bertambah gemuk, mendorong dokternya untuk melakukan pemeriksaan darah lanjutan.
“Itu hanya untuk melihat apakah mungkin ada masalah mendasar yang mungkin menyebabkan kenaikan berat badan,” kata Davis.
Prediabetes dapat menyebabkan diabetes tipe 2, suatu kondisi yang dapat berujung komplikasi merusak organ-organ seperti mata dan ginjal dan menyebabkan kondisi kardiovaskular atau bahkan amputasi. Menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, sekitar 80 juta orang Amerika mengalami prediabetes, dan lebih dari 80 persen tidak mengetahuinya.
Pakar kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengatasi penyakit yang dapat disembuhkan ini sebelum semakin parah. “Lebih baik mencoba mencegah perkembangan diabetes sejak awal, dan semua komplikasinya,” kata Wakil Presiden Urusan Medis di Excellus BlueCross BlueShield dr. Lisa Harris.
Harris mengatakan cukup menurunkan 5-7 persen dari berat badan Anda dan melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membalikkan kondisi pradiabetes menjadi normal. Hal itu mencegah penyakit jangka panjang atau komplikasi yang serius.
“Hampir setiap organ dipengaruhi oleh diabetes, dan itulah mengapa sangat penting untuk mencoba maju dari kurva ini,” kata Harris.
Komplikasi Mengancam Diabetes
Laporan Pharmacy Times, diabetes ditandai dengan peningkatan glukosa secara kronis dalam aliran darah, dapat melemahkan kekebalan, meningkatkan peradangan, merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Masalah kesehatan di seluruh dunia, diabetes juga dapat menyebabkan retinopati, penyakit ginjal, dan kerusakan saraf.
Pedoman klinis merekomendasikan melakukan tes glukosa puasa standar. Jika dokter melihat peningkatan kadar glukosa, mereka harus mengkonfirmasi hasilnya dengan tes glukosa puasa kedua atau tes NbA1c (tes hemoglobin terglikasi). Karena itu, seseorang diminta untuk segera mengubah gaya hidupnya.
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta