SUNGAI RAYA – Melihat kasus anemia berpotensi meningkat di Kubu Raya, membuat Dinas Kesehatan Kubu Raya melakukan upaya pencegahan. Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan menerangkan pencegahan anemia bagi remaja putri menjadi salah satu prioritas, lantaran pihaknya menilai kelompok ini sangat rentan.  “Disebut rentan terkena anemia karena remaja putri mengalami haid. Jika asupan zat besi dari makanan kurang cukup memenuhi kebutuhan zat besi juga bisa berpotensi mengakibatkan anemia,” kata Marijan kepada Pontianak Post, Kamis (25/8) di Sungai Raya.
Selain makan makanan yang mengandung zat besi, kata Marijan, Tablet Tambah Darah (TTD) juga bisa dikonsumsi karena merupakan suplemen zat gizi yang mengandung zat besi dan asamfolat yang sangat diperlukan remaja putri.  Seperti diketahui, anemia merupakan salah satu penyakit gangguan darah yang ditandai dengan kurangnya jumlah sel darah merah di dalam tubuh manusia. “Karenanya, kondisi ini disebut juga sebagai penyakit kurang darah namun berbeda dengan darah rendah,” jelasnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansya menambahkan, saat ini pihaknya bersama 20 Puskesmas yang tersebar di 9 kecamatan sedang mengencarkan program edukasi pencegahan anemia bagi remaja putri.  “Edukasi pencegahan anemia ini dibarengi dengan pemeriksaan Hb dan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dengan rentang usia 12 hingga 18 tahun,” jelas Wan Iwansyah.
Pada tahun 2022 ini, lanjut dia, terdapat sebanyak 9.737 remaja putri yang menjadi sasaran penerapan program edukasi dan pencegahan anemia di Kubu Raya. “Dan kami yakin dengan gerakan kepung bakul dan melibatkan semua pihak terkait termasuk masyarakat, maka upaya pencegahan anemia akan terealisasi maksimal,” ungkapnya.
Wan Iwansyah menyebutkan, data per Juli 2022 berdasarkan laporan Puskesmas, remaja putri yang telah mendapatkan tablet tambah darah sebanyak 6.004 orang atau sebanyak 62 persen dari jumlah remaja putri di kabupaten ini. Sedangkan jumlah remaja putri yang diperiksa kesehatannya sebanyak 3.266 dan nilai Hb di bawah standar sebanyak 409 orang atau 12,5 persen dari jumlah yang  diperiksa dalam kegiatan pencegahan anemia ini.
“Agar upaya mencegah peningkatan anemia ini berjalan maksimal, kami juga berharap agar para orang tua mendorong remaja putri mereka untuk diperiksa Hb dan mendapatkan tablet tambah darah secara gratis di Puskesmas terdekat di Kabupaten Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)
SUNGAI RAYA – Melihat kasus anemia berpotensi meningkat di Kubu Raya, membuat Dinas Kesehatan Kubu Raya melakukan upaya pencegahan. Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan menerangkan pencegahan anemia bagi remaja putri menjadi salah satu prioritas, lantaran pihaknya menilai kelompok ini sangat rentan.  “Disebut rentan terkena anemia karena remaja putri mengalami haid. Jika asupan zat besi dari makanan kurang cukup memenuhi kebutuhan zat besi juga bisa berpotensi mengakibatkan anemia,” kata Marijan kepada Pontianak Post, Kamis (25/8) di Sungai Raya.
Selain makan makanan yang mengandung zat besi, kata Marijan, Tablet Tambah Darah (TTD) juga bisa dikonsumsi karena merupakan suplemen zat gizi yang mengandung zat besi dan asamfolat yang sangat diperlukan remaja putri.  Seperti diketahui, anemia merupakan salah satu penyakit gangguan darah yang ditandai dengan kurangnya jumlah sel darah merah di dalam tubuh manusia. “Karenanya, kondisi ini disebut juga sebagai penyakit kurang darah namun berbeda dengan darah rendah,” jelasnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansya menambahkan, saat ini pihaknya bersama 20 Puskesmas yang tersebar di 9 kecamatan sedang mengencarkan program edukasi pencegahan anemia bagi remaja putri.  “Edukasi pencegahan anemia ini dibarengi dengan pemeriksaan Hb dan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dengan rentang usia 12 hingga 18 tahun,” jelas Wan Iwansyah.
Pada tahun 2022 ini, lanjut dia, terdapat sebanyak 9.737 remaja putri yang menjadi sasaran penerapan program edukasi dan pencegahan anemia di Kubu Raya. “Dan kami yakin dengan gerakan kepung bakul dan melibatkan semua pihak terkait termasuk masyarakat, maka upaya pencegahan anemia akan terealisasi maksimal,” ungkapnya.
Wan Iwansyah menyebutkan, data per Juli 2022 berdasarkan laporan Puskesmas, remaja putri yang telah mendapatkan tablet tambah darah sebanyak 6.004 orang atau sebanyak 62 persen dari jumlah remaja putri di kabupaten ini. Sedangkan jumlah remaja putri yang diperiksa kesehatannya sebanyak 3.266 dan nilai Hb di bawah standar sebanyak 409 orang atau 12,5 persen dari jumlah yang  diperiksa dalam kegiatan pencegahan anemia ini.
“Agar upaya mencegah peningkatan anemia ini berjalan maksimal, kami juga berharap agar para orang tua mendorong remaja putri mereka untuk diperiksa Hb dan mendapatkan tablet tambah darah secara gratis di Puskesmas terdekat di Kabupaten Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)
Jl. Gajah Mada No. 2-4 Pontianak
Fax: (0561) 760038/575368
Redaksi: (0561) 735070

source