JOMBANG – Proyek rehabilitasi tiga puskesmas terancam molor. Hingga kemarin (25/11) progres pengerjaan minus. Bahkan proyek gedung puskesmas Kesamben terancam putus kontrak lantaran angka minusnya mencapai 15 persen.
Tiga proyek puskesmas masing-masing Puskesmas Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Puskesmas Kesamben, Kecamatan Ngoro dan Puskesmas Sumobito. ”Kemarin kita kumpulkan mulai dari pelaksana maupun pengawas tiga proyek,” ujar Haryo Purwo Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Kesehatan Jombang saat dikonfirmasi, kemarin (25/11).
Pemanggilan tersebut menindaklanjuti progres pengerjaan di lapangan yang belum maksimal. ”Dari laporan masih ada keterlambatan,” ungkap Haryo.
Salah satu yang menjadi perhatiannya pengerjaan Puskesmas Kesamben, Kecamatan Ngoro. Lantaran angka minus pengerjannya mencapai di atas 10 persen. ”Kalau sekarang progresnya minus 15 persen,” katanya.
Diungkapkannya, pemanggilan itu kemarin juga untuk menentukan langkah apa yang harus diambil untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan.
”Hasil keputusan kemarin, awal Desember nanti progresnya harus mencapai 90 persen. Dilihat nanti sampai awal Desember apakah bisa terkejar atau tidak,” katanya.
Pihaknya terus melakukan pengawasan pada proyek senilai Rp 3,8 miliar tersebut. Apabila memang, tidak terkejar lanjut Haryo, pihaknya tak segan memberikan tindakan tegas dengan memutus kontrak. ”Kalau tidak sanggup nanti ya putus kontrak. SP (surat peringatan) pertama juga sudah kami layangkan,” tegasnya. Untuk saat ini pembangunan proyek gedung Puskesmas Kesamben sudah masuk tahap pemasangan atap. ”Kalau bangunan dinding-dinding sudah. Saat ini pemasangan atap dan keramik,” bebernya.
Sedangkan, lanjut Haryo untuk Puskesmas Jarak Kulon juga mengalami keterlambatan ,mencapai tujuh persen dari jadwal yang ditentukan. ”Untuk progresnya sudah mencapai 78 persen minggu kemarin,” katanya.
Diungkapkannya, dikarenakan pada 29 November mendatang ada evaluasi dari Kemenkes. Untuk itu, dirinya menargetkan pembangunan sudah mencapai 90 persen. ”Untuk proyek yang di Jarak Kulon juga sudah kami beri SP pelaksananya,” katanya.
Untuk pembangunan puskesmas di Sumobito, Haryo mengaku optimistis bisa selesai tepat waktu. Ini dikarenakan, pembangunan hanya minus satu persen. ”Untuk Sumobito ini agak mendingan karena keterlambatannya tidak banyak,” pungkas Haryo.
Untuk diketahui, anggaran proyek rehabilitasi gedung BLUD Puskesmas Kesamben, Kecamatan Ngoro  mencapai Rp 3,2 miliar, kontrak kerja selama 4 bulan, 17 Desember harus tuntas. Pelaksana CV Moara Prabangkara, Jombang.
Anggaran proyek gedung BLUD Puskesmas Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto, mencapai Rp 3,8 miliar. Waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender (12 Juli – 12 Desember). Pelaksana PT Lawang Pitu Dalem, Malang.
Sementara, anggaran proyek gedung BLUD Puskesmas Sumobito mencapai Rp 4 miliar. Waktu pelaksanaan selama 150 hari (19 Juli – 16 Desember). Pelaksana PT Delima Kreasi Nusa, Sidoarjo.

JOMBANG – Proyek rehabilitasi tiga puskesmas terancam molor. Hingga kemarin (25/11) progres pengerjaan minus. Bahkan proyek gedung puskesmas Kesamben terancam putus kontrak lantaran angka minusnya mencapai 15 persen.
Tiga proyek puskesmas masing-masing Puskesmas Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Puskesmas Kesamben, Kecamatan Ngoro dan Puskesmas Sumobito. ”Kemarin kita kumpulkan mulai dari pelaksana maupun pengawas tiga proyek,” ujar Haryo Purwo Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Kesehatan Jombang saat dikonfirmasi, kemarin (25/11).
Pemanggilan tersebut menindaklanjuti progres pengerjaan di lapangan yang belum maksimal. ”Dari laporan masih ada keterlambatan,” ungkap Haryo.
Salah satu yang menjadi perhatiannya pengerjaan Puskesmas Kesamben, Kecamatan Ngoro. Lantaran angka minus pengerjannya mencapai di atas 10 persen. ”Kalau sekarang progresnya minus 15 persen,” katanya.
Diungkapkannya, pemanggilan itu kemarin juga untuk menentukan langkah apa yang harus diambil untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan.
”Hasil keputusan kemarin, awal Desember nanti progresnya harus mencapai 90 persen. Dilihat nanti sampai awal Desember apakah bisa terkejar atau tidak,” katanya.
Pihaknya terus melakukan pengawasan pada proyek senilai Rp 3,8 miliar tersebut. Apabila memang, tidak terkejar lanjut Haryo, pihaknya tak segan memberikan tindakan tegas dengan memutus kontrak. ”Kalau tidak sanggup nanti ya putus kontrak. SP (surat peringatan) pertama juga sudah kami layangkan,” tegasnya. Untuk saat ini pembangunan proyek gedung Puskesmas Kesamben sudah masuk tahap pemasangan atap. ”Kalau bangunan dinding-dinding sudah. Saat ini pemasangan atap dan keramik,” bebernya.
Sedangkan, lanjut Haryo untuk Puskesmas Jarak Kulon juga mengalami keterlambatan ,mencapai tujuh persen dari jadwal yang ditentukan. ”Untuk progresnya sudah mencapai 78 persen minggu kemarin,” katanya.
Diungkapkannya, dikarenakan pada 29 November mendatang ada evaluasi dari Kemenkes. Untuk itu, dirinya menargetkan pembangunan sudah mencapai 90 persen. ”Untuk proyek yang di Jarak Kulon juga sudah kami beri SP pelaksananya,” katanya.
Untuk pembangunan puskesmas di Sumobito, Haryo mengaku optimistis bisa selesai tepat waktu. Ini dikarenakan, pembangunan hanya minus satu persen. ”Untuk Sumobito ini agak mendingan karena keterlambatannya tidak banyak,” pungkas Haryo.
Untuk diketahui, anggaran proyek rehabilitasi gedung BLUD Puskesmas Kesamben, Kecamatan Ngoro  mencapai Rp 3,2 miliar, kontrak kerja selama 4 bulan, 17 Desember harus tuntas. Pelaksana CV Moara Prabangkara, Jombang.
Anggaran proyek gedung BLUD Puskesmas Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto, mencapai Rp 3,8 miliar. Waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender (12 Juli – 12 Desember). Pelaksana PT Lawang Pitu Dalem, Malang.
Sementara, anggaran proyek gedung BLUD Puskesmas Sumobito mencapai Rp 4 miliar. Waktu pelaksanaan selama 150 hari (19 Juli – 16 Desember). Pelaksana PT Delima Kreasi Nusa, Sidoarjo.

PT JOMBANG INTERMEDIA PERS
JALAN AIRLANGGA NOMOR 10,
KEPANJEN, JOMBANG
TELEPON / FAX / WHATSAPP: (0321) 875137/081336610001

source