GPR Widget
Rabu, 3 Agustus 2022
Penulis: Rep No
Peliput: Rep No
38 kali
Berita ini dilihat
1 kali
Berita ini dibagikan 
PORTALJABAR, KOTA BANDUNG – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 di Kota Bandung telah memasuki hari kedua. Jumlah sasaran BIAN di Kota Bandung pada tahun ini mencapai 110.881 anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ira Dewi Jani mengharapkan, target BIAN sampai akhir Agustus ini, yaitu sebanyak 95 persen bisa terpenuhi.
“Pelaksanaannya harus selesai di Agustus dengan target 95%. Tapi, nanti ada satu bulan lagi di September untuk kita lakukan sweeping. Kalau ternyata masih belum memenuhi target, kita kejarnya di bulan September,” ucap Ira, Selasa (02/08/2022).
Menurut Ira, terdapat dua kegiatan yang dilakukan dalam program BIAN kali ini, yaitu imunisasi wajib campak rubella dan vaksinasi kejar
“Jika di bulan Agustus ini ada anak berusia 9-59 bulan dalam kondisi sehat dan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya, maka dia harus mendapatkan imunisasi campak rubella,” kata Ira.
“Kita lakukan pengecekan pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk memastikan imunisasi dasar anak. Jika sudah lengkap, berarti di bulan Agustus ini dia cuma dapat imunisasi campak rubella. Tapi kalau ada imunisasi lengkap yang terlewat, dia harus diberikan vaksinasi kejar,” imbuhnya.
Ira memaparkan, pada BIAN tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga memperkenalkan multiple injeksi bagi anak. Jika ada anak yang berusia 12-59 bulan di Agustus ini belum mendapatkan imunisasi dasar, maka saat datang ke fasilitas kesehatan akan diberikan lebih dari satu suntikan secara sekaligus di lokasi yang berbeda.
“Misalnya satu di tangan, satu di kaki, seperti itu. Beberapa jenis imunisasinya ada oral polio vaksin, injeksi polio vaksin, imunisasi pentavalen (DPT-hemofilus influenza B, dan hepatitis B),” sebutnya.
Ira mengatakan, RW 8 Cicendo menjadi lokasi pertama kali uji coba skema multiple injeksi. Ternyata ditemukan beberapa anak yang belum mendapatkan imunisasi karena faktor pandemi yang terjadi dua tahun belakangan.
“Jadi, anak-anak ini kemarin dapat oral polio vaksin, campak rubella, IPV. Alhamdulillah anaknya tetap sehat. Multiple injeksi ini memang sudah direkomendasi oleh WHO dari dulu. Tapi, di Indonesia memang belum berjalan dengan masif dan serentak,” ungkapnya.
Ira menambahkan, sampai saat ini program BIAN masih dilakukan di posyandu dan rumah sakit Kota Bandung. Imunisasi ini tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis dan dijamin oleh pemerintah.
“Bukan karena gratis berarti vaksinnya jelek ya. Tapi, menurut pertimbangan pemerintah, lebih efisien dan ekonomis saat kita mencegah daripada mengobati,” tuturnya.
“Sebab biaya pengobatan anak yang sudah tertular penyakit-penyakit yang bisa kita cegah dengan imunisasi itu jauh lebih besar daripada biaya pembelian vaksin,” tambah Ira.
Editor: Admin Bagikan Berita Via
Pemerintah Daerah Provinsi
Jawa Barat
Gedung Sate Bandung
Jl. Diponegoro No. 22, Citarum, Bandung Wetan,
Kota Bandung, Jawa Barat 40115
Surel
Umpan Balik
Media Sosial
Copyright © 2022
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. All Right Reserved