Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022
Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Jumat 19 Aug 2022 21:25 WIB
Red: Reiny Dwinanda
Petugas menyuntikkan vaksin campak kepada seorang anak saat imunisasi door to door dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Nasional di Sukasari, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (13/8/2022).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakar kesehatan anak Prof Soedjatmiko mengatakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 merupakan momentum yang tepat untuk melengkapi imunisasi dasar pada anak yang tertinggal saat pandemi Covid-19. Ia mengingatkan bahwa imunisasi sangat penting untuk memberikan perlindungan atau proteksi pada anak.
Anggota Satgas Imunisasi Anak PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu mengatakan pada saat ini banyak penyakit berbahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi atau balita. Penyakit tersebut bisa dicegah dengan imunisasi.
“Jika imunisasinya tidak lengkap maka berisiko sakit berat, cacat atau bahkan meninggal dunia,” kata Prof Soedjatmiko ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Jumat (19/8/2022).
Oleh karena itu, menurut Prof Soedjatmiko, agar imunisasi anak segera lengkap, orang tua bisa memanfaatkan momentum BIAN 2022. Di fasilitas kesehatan terdekat, orang tua bisa datang untuk mendapatkan imunisasi seperti campak rubella, polio, DPT-HB-Hib, dan PCV untuk anaknya.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menyebut, imunisasi tersebut aman dan sudah dilakukan di banyak negara. Efek samping vaksinasi cenderung ringan.
“Setelah imunisasi kadang ada sedikit kemerahan, nyeri atau bengkak di bekas lokasi suntikan, itu adalah reaksi wajar dan akan hilang dalam beberapa hari,” katanya.
Jika anak mengalami demam atau rewel, menurut Prof Soedjatmiko, bisa diberikan obat penurun panas atau penghilang nyeri. Namun, andaikan anak makin rewel, demam tinggi, atau keluhan lain segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Hanya saja ini sangat jarang terjadi,” ujar Prof Soedjatmiko.
Sebelumnya, Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia termasuk Indonesia telah membuat cakupan imunisasi dasar pada anak bangsa sangat berkurang. Pembatasan kegiatan yang menyebabkan kerumunan selama pandemi telah menunda kinerja pemerintah mendistribusikan vaksin pada masyarakat.
Dapatkan Update Berita Republika
Jurus UMKM Go Digital, Seperti Apakah?
Paylater Makin Populer, Tokopedia Tambah Metode Pembayaran
Fenomena ‘Bubble Burst’ Dinilai Jangan Jadi Hal yang Menakutkan untuk Start Up
Aspakrindo Sebut Pekerja Blockchain Tumbuh 43 Persen pada Juni 2022
Pemerintah Fokus Siapkan Infrastruktur untuk Pemerataan Internet di Indonesia
Rihlah

Ada adab yang harus diperhatikan umat Islam saat membaca Alquran.
Arena Olahraga

Reza mengatakan, ada empat tujuan dari bergulirnya LGJ 2022.
Palestina Israel

Sembilan negara Uni Eropa mempertahankan kerja sama dengan enam organisasi HAM Palestina yang dicap
Korporasi

Ini adalah bagian dari upaya menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru.
Umum

Pemberantasan praktik perjudian sebagai salah satu upaya mengembalikan kepercayaan publik.
3 PHOTO
4 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
4 PHOTO
Sabtu , 20 Aug 2022, 04:42 WIB
Jumat , 19 Aug 2022, 22:24 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source