PAREPARE, suaraya.news — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kota Parepare menggelar Sosialisasi Pengawasan Netralitas ASN, TNI dan Polri di Hotel Bukit Kenari Parepare, Jumat, 19 Agustus 2022.
Sosialisasi yang diikuti puluhan ASN, TNI, dan Polri ini menghadirkan dua pemateri yakni Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Amrayadi dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dr Anwar Borahima SH MH.
Ketua Bawaslu Parepare, Muh Zainal Asnun mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan menjelang tahapan Pemilu yang telah dilaunching Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Juni 2022.
Langkah ini, kata dia, merupakan upaya sebelum masuk pada tahapan krusial seperti masa kampanye untuk pencegahan potensi pelanggaran Pemilu.
“Pelaksanaan pengawasan ini, kegiatan sosialisasi ini, kita merefleks, berkiblat kepada tahapan-tahapan sebelumnya, baik Pilkada tahun 2018 maupun Pemilu tahun 2019. Data dari Bawaslu itu cukup lumayan banyak pelanggaran netralitas ASN,” ungkap Zainal.
Zainal mengemukakan, berdasarkan undang-undang sebagai kiblat Bawaslu, untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi yaitu Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah 53 tentang Disiplin PNS.
“Ini amanah undang-undang karena diperintahkan UU sebagai Badan Pengawas Pemilu, untuk melaksanakan pengawasan-pengawasan netralitas. Semua pihak yang dilarang terlibat, baik terlibat partai politik maupun terlibat dalam pelaksanaan kampanye,” kata Zainal. (*)
KemenPANRB Apresiasi Semangat BJ Habibie Parepare Hadirkan Mal Pelayanan Publik Representatif, Sarat Teknologi
Penguatan Inovasi Daerah, Pemkot Parepare Hadirkan Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta
suaraya.news adalah portal berita online di bawah naungan PT. Suaraya Media Internusa yang mengusung tagline Suarakan Informasi Sehat dan Edukatif menyajikan konten berita yang beragam dari berita umum, metropolis, nasional, daerah, politik, peristiwa, momentum, ekonomi, pariwisata, kesehatan, olahraga, teknologi, edukasi, hukum, komunitas, sosok, trendi, remaja, inspirasi, prestasi, sosial, opini hingga video peristiwa.

source