PAREPARE, suaraya.news — Sekolah sebagai institusi pendidikan kedua setelah rumah, seyogianya menjadi wadah yang mumpuni dalam menuntun kodrat belajar siswa. Sekolah senantiasa harus siap mengambil peran dalam membekali hardskill maupun softskill kepada siswa.
SMA Negeri 1 Parepare, dalam ikhtiar bersama, kembali mendapat atensi masyarakat, khususnya perguruan tinggi dalam keberhasilan siswa menyapu bersih seluruh cabang lomba sebagai juara pertama dalam event Kompetisi Sejarah oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.
Kegiatan dimaksud dilatarbelakangi harapan agara generasi zelenial di jenjang SMA/MA sederajat memiliki wawasan sejarah yang cukup sebagai anak bangsa.
“Tentu kami juga ingin mengenalkan keberadaan Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) sebagai wahana mengembangkan pengetahuan sejarah di Institut Agama Islam Negeri Parepare. Insya Allah kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan, dengan harapan memperlombakan lebih banyak cabang dan memperluas kesempatan calon peserta dengan cakupan Ajatappareng bahkan Sulawesi Selatan,” ungkap Ketua Panitia Kompetisi Sejarah IAIN Parepare, Kamra, Senin, 15 Agustus 2022.

Sang juara asal SMAN 1 Parepare, Yuspita Awaliah menceritakan pengalamannya sebagai juara 1 lomba debat. “Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat membangkitkan jiwa kompetitisi dan juga kolaborasi kami. Ini karena kami sebagai tim utusan SMA Negeri 1 Parepare saling mensupport untuk memenangkan lomba,” ungkap Yuspita.
“Di awal lomba dengan modal dukungan guru pendamping dan teman saya berupaya optimal menandingi lawan dari sekolah lainnya yang selama ini dikenal hebat. Demikian juga di babak final kembali ketemu dengan mereka, Alhamdulillah, kami bisa menunjukkan kami lebih hebat,” tutur Yuspita dengan bangga.
Senada dengan hal tersebut, Naurah Azizah Tamsil, gadis mungil yang juga dikenal aktif menulis opini di berbagai media, mengungkap cerita bagaimana dia bisa memenangkan juara pertama lomba cipta dan baca puisi bertema sejarah. “Bagi saya menulis puisi bukanlah hal yang menjadi tantangan terbesar dalam lomba ini, melainkan membaca puisi bersaing dengan peserta lainnya yang hebat-hebat,” ulasnya dengan tersenyum.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kami menilai seberapa besar potensi diri kami dalam mencapai prestasi. Olehnya kegiatan ini ke depannya akan terus berlanjut hingga nanti akan menghasilkan generasi-generasi yang peduli nilai-nilai sejarah dan peradaban lalu mengambil peran melestarikannya,” lanjutnya.

Hal yang sejalan disampaikan oleh Wakasek Humas SMAN 1 Parepare, Rudiansyah SPd ME, yang didampingi oleh Andi Dirgansyah selaku guru pendamping dalam kegiatan dimaksud. “Generasi sekarang adalah pelaku sejarah saat ini, sudah semestinya mereka belajar dari masa lalu melalui sejarah. Menarik hikmah hingga tidak mengulang sejarah hitam dan berupaya menulis sejarah putih bangsa Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya, dan pahlawan adalah bagian dari sejarah,” Rudiansyah.
“Terima kasih untuk dukungan moril dan materiil manajemen sekolah, dengan keterbatasan kita bisa kembali menulis sejarah putih dengan prestasi siswa untuk SMA Negeri 1 Parepare,” tambah Dirga.
Lomba berlangsung selama tiga hari, 8, 9, dan 10 Agustus 2022 di Kampus IAIN Parepare. Cabang lomba adalah debat, lomba cerdas cermat, serta lomba cipta dan baca puisi. (*)
Kukuhkan Paskibraka Parepare, Taufan Pawe Pesan Persiapkan Fisik dan Mental, Jalankan Tugas dengan Baik, Banggakan Orang Tua dan Guru
Komisi I DPRD Palopo Pelajari Perda Kepemudaan di Parepare
suaraya.news adalah portal berita online di bawah naungan PT. Suaraya Media Internusa yang mengusung tagline Suarakan Informasi Sehat dan Edukatif menyajikan konten berita yang beragam dari berita umum, metropolis, nasional, daerah, politik, peristiwa, momentum, ekonomi, pariwisata, kesehatan, olahraga, teknologi, edukasi, hukum, komunitas, sosok, trendi, remaja, inspirasi, prestasi, sosial, opini hingga video peristiwa.

source