SOLO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) tetap berjalan. Meskipun ada laporan seorang siswa di SD Kristen Kalam kudus Surakarta terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan SD Kanisius Keprabon yang lima siswanya terpapar, sudah memulai PTM kembali.
Sekretaris Disdik Kota Surakarta Dian Rineta menjelaskan, rasio paparan Covid-19 terbilang rendah. Jumlahnya tidak lebih dari 5 persen. Meski PTM tetap berjalan, namun protokol kesehatan (prokes) di satuan pendidikan lebih ditingkatkan lagi. Termasuk melibatkan pengawas sekolah dalam penegakan prokes.
“Ini memang ada lagi laporan masuk dari SD Kristen Kalam Kudus Surakarta. Sudah dilakukan tracing oleh puskesmas di wilayahnya. Dari laporan, ada satu siswa terpapar. Sementara kami menunggu hasilnya (tracing) dulu,” katanya, Selasa (9/8).
Sebelumnya, disdik menutup PTM di SD Kanisius Keprabon selama 14 hari. Terhitung mulai 25 Juli hingga 8 Agustus. Karena ditemukan lima siswa terpapar Covid-19. Dan kemarin, PTM di SD tersebut sudah dimulai lagi.
“Semisal dalam satu kelas hanya ada satu siswa yang terpapar, dan setelah di-tracing tidak ada yang positif, maka siswa bersangkutan yang menjalani isoman (isolasi mandiri). Sedangkan untuk siswa satu kelas yang lainnya tetap PTM,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta Rifhamdani Agam menyebut belum ada laporan siswa terpapar Covid-19. Terutama dalam kurun dua bulan setelah PTM tahun ajaran 2022/2023 dibuka. Agam mematikan, prokes yang diterapkan madrasah cukup ketat.
“Sejauh ini belum ada. Semua Madrasah juga sudah PTM 100 persen. Semua berjalan dengan lancar. Jika nati ada temuan, kami rasa madrasah sudah cerdas dalam menghadapinya,” paparnya. (ian/fer/dam)
SOLO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) tetap berjalan. Meskipun ada laporan seorang siswa di SD Kristen Kalam kudus Surakarta terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan SD Kanisius Keprabon yang lima siswanya terpapar, sudah memulai PTM kembali.
Sekretaris Disdik Kota Surakarta Dian Rineta menjelaskan, rasio paparan Covid-19 terbilang rendah. Jumlahnya tidak lebih dari 5 persen. Meski PTM tetap berjalan, namun protokol kesehatan (prokes) di satuan pendidikan lebih ditingkatkan lagi. Termasuk melibatkan pengawas sekolah dalam penegakan prokes.
“Ini memang ada lagi laporan masuk dari SD Kristen Kalam Kudus Surakarta. Sudah dilakukan tracing oleh puskesmas di wilayahnya. Dari laporan, ada satu siswa terpapar. Sementara kami menunggu hasilnya (tracing) dulu,” katanya, Selasa (9/8).
Sebelumnya, disdik menutup PTM di SD Kanisius Keprabon selama 14 hari. Terhitung mulai 25 Juli hingga 8 Agustus. Karena ditemukan lima siswa terpapar Covid-19. Dan kemarin, PTM di SD tersebut sudah dimulai lagi.
“Semisal dalam satu kelas hanya ada satu siswa yang terpapar, dan setelah di-tracing tidak ada yang positif, maka siswa bersangkutan yang menjalani isoman (isolasi mandiri). Sedangkan untuk siswa satu kelas yang lainnya tetap PTM,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta Rifhamdani Agam menyebut belum ada laporan siswa terpapar Covid-19. Terutama dalam kurun dua bulan setelah PTM tahun ajaran 2022/2023 dibuka. Agam mematikan, prokes yang diterapkan madrasah cukup ketat.
“Sejauh ini belum ada. Semua Madrasah juga sudah PTM 100 persen. Semua berjalan dengan lancar. Jika nati ada temuan, kami rasa madrasah sudah cerdas dalam menghadapinya,” paparnya. (ian/fer/dam)
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta