JawaPos.com – Seseorang yang terkena kanker umumnya berpikir bahwa hidupnya akan segera berakhir. Padahal pasien dan penyintas kanker bisa tetap semangat dan berdamai dengan kanker.
Menjadi narasumber dalam diskusi One Onco Cancer Community Festival (CCF) 2022, Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Agum Gumelar, mengungkapkan bahwa para penyintas kanker justru bersemangat dan tetap berdaya. Menurutnya beberapa tips agar pasien kanker tetap optimis.
“Semangat bergaul dengan komunitas. Berpikir positif. Dukungan keluarga. Itu semua membuat pasien dan penyintas bisa lebih semangat untuk hidup. Bagaimana caranya kita bisa berteman dan berdamai dengan kanker di tubuh kita,” kata Linda kepada wartawan di Jakarta, Minggu (7/8).
Linda mengatakan, tantangan selama pandemi semakin jarang proses deteksi dini bahkan terapi lain untuk para pejuang kanker. Maka dampaknya pasien kanker payudara terlambat pengobatan. “Pandemi ini membuat pasien menunda, maka tak sedikit yang membuat pengobatan tertunda,” ungkap Linda.
Menurut Linda, peran komunitas ini sangat strategis sebagai jembatan kepada pemerintah dan untuk mendampingi teman-teman. Linda menjelaskan, komunitas kanker memiliki peran yang sangat penting, karena mendengarkan langsung masukan dari para penyintas kanker serta masyarakat luas. “Juga untuk masyarakat yang sehat-sehat saja, melalui upaya preventif yang dilakukan supaya tidak terjadi kanker stadium lanjut,” ungkap Linda.
Dukungan Komunitas Kanker
Selain itu, komunitas kanker juga berusaha membantu pemerintah dengan memberikan informasi, laporan, hingga saran untuk mengeluarkan kebijakan terkait kanker. Program dari setiap komunitas kanker, support system yang ada di Indonesia, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang penanganan pasien kanker.
’’Kami mencoba membangun ekosistem, mulai dari hulunya, yakni pencegahan. Salah satunya, OneOnco sebagai solusi untuk lanker. Solusi ini bukan hanya bicara tentang yang sakit, tapi juga mencegah sakit,“ ujar Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius, dalam agenda Cancer Community Festival 2022 Kalbe OneOnco. ’’Langkah ini tidak bisa sekali, namun harus terus-menerus. Mudah-mudahan komunitas ini bisa dikembangkan terus. Untuk penyakit lain, misalnya diabetes, juga akan dibangun ekosistemnya,” tambah Vidjongtius.
 
Pentingnya Deteksi Dini Kanker
Kepala Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Aldrin Nellwan Panca Putra, Sp.Ak, MARS, M.Biomed, M.Kes, SH. mengatakan ada empat strategi dalam penanggulangan kanker. Ia menyebutkan bahwa yang pertama ialah melakukan promosi kesehatan supaya masyarakat tahu, mau, dan mampu untuk melakukan penanggulangan kanker.
Kedua, dengan melakukan suatu perlindungan khusus, misalnya kanker serviks dengan vaksin HPV (human papillomavirus). Terakhir, melakukan deteksi dini dan pengobatan yang sesuai standar. “Penting sekali untuk melakukan deteksi dini karena peluang kesembuhan pengobatan lebih besar saat deteksi dini dilakukan,” tutur dr. Aldrin. (*)
JawaPos.com – Seseorang yang terkena kanker umumnya berpikir bahwa hidupnya akan segera berakhir. Padahal pasien dan penyintas kanker bisa tetap semangat dan berdamai dengan kanker.
Menjadi narasumber dalam diskusi One Onco Cancer Community Festival (CCF) 2022, Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Agum Gumelar, mengungkapkan bahwa para penyintas kanker justru bersemangat dan tetap berdaya. Menurutnya beberapa tips agar pasien kanker tetap optimis.
“Semangat bergaul dengan komunitas. Berpikir positif. Dukungan keluarga. Itu semua membuat pasien dan penyintas bisa lebih semangat untuk hidup. Bagaimana caranya kita bisa berteman dan berdamai dengan kanker di tubuh kita,” kata Linda kepada wartawan di Jakarta, Minggu (7/8).
Linda mengatakan, tantangan selama pandemi semakin jarang proses deteksi dini bahkan terapi lain untuk para pejuang kanker. Maka dampaknya pasien kanker payudara terlambat pengobatan. “Pandemi ini membuat pasien menunda, maka tak sedikit yang membuat pengobatan tertunda,” ungkap Linda.
Menurut Linda, peran komunitas ini sangat strategis sebagai jembatan kepada pemerintah dan untuk mendampingi teman-teman. Linda menjelaskan, komunitas kanker memiliki peran yang sangat penting, karena mendengarkan langsung masukan dari para penyintas kanker serta masyarakat luas. “Juga untuk masyarakat yang sehat-sehat saja, melalui upaya preventif yang dilakukan supaya tidak terjadi kanker stadium lanjut,” ungkap Linda.
Dukungan Komunitas Kanker
Selain itu, komunitas kanker juga berusaha membantu pemerintah dengan memberikan informasi, laporan, hingga saran untuk mengeluarkan kebijakan terkait kanker. Program dari setiap komunitas kanker, support system yang ada di Indonesia, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang penanganan pasien kanker.
’’Kami mencoba membangun ekosistem, mulai dari hulunya, yakni pencegahan. Salah satunya, OneOnco sebagai solusi untuk lanker. Solusi ini bukan hanya bicara tentang yang sakit, tapi juga mencegah sakit,“ ujar Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius, dalam agenda Cancer Community Festival 2022 Kalbe OneOnco. ’’Langkah ini tidak bisa sekali, namun harus terus-menerus. Mudah-mudahan komunitas ini bisa dikembangkan terus. Untuk penyakit lain, misalnya diabetes, juga akan dibangun ekosistemnya,” tambah Vidjongtius.
 
Pentingnya Deteksi Dini Kanker
Kepala Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Aldrin Nellwan Panca Putra, Sp.Ak, MARS, M.Biomed, M.Kes, SH. mengatakan ada empat strategi dalam penanggulangan kanker. Ia menyebutkan bahwa yang pertama ialah melakukan promosi kesehatan supaya masyarakat tahu, mau, dan mampu untuk melakukan penanggulangan kanker.
Kedua, dengan melakukan suatu perlindungan khusus, misalnya kanker serviks dengan vaksin HPV (human papillomavirus). Terakhir, melakukan deteksi dini dan pengobatan yang sesuai standar. “Penting sekali untuk melakukan deteksi dini karena peluang kesembuhan pengobatan lebih besar saat deteksi dini dilakukan,” tutur dr. Aldrin. (*)
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta

source