JawaPos.com – Setelah dinyatakan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus cacar monyet kian bertambah. Data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS kini total pasien cacar monyet melebihi 26 ribu di dunia.
Bahkan ada lebih dari 6 ribu kasus di AS yang merupakan negara di luar negara endemik seperti Afrika. Jumlah kematian global sekarang setidaknya menembus 10 jiwa.
Sebelumnya, para pejabat melaporkan tiga kematian dari Nigeria dan dua dari Republik Afrika Tengah, yang keduanya secara historis melaporkan kasus limpahan cacar monyet. Pada hari Senin, Ghana, yang juga secara historis memiliki kasus, melaporkan kematian pertamanya. Pada saat yang sama, empat kematian baru telah dilaporkan di Spanyol (2), Brasil (1), dan India (1).
Penyebab Kematian
Pejabat di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menunggu informasi klinis lebih lanjut tentang kasus-kasus tersebut. Laporan awal menunjukkan bahwa kematian di Brasil adalah seorang pria berusia 41 tahun yang menderita limfoma dan immunocompromised dan karena itu berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah. Tiga kasus lainnya dilaporkan meninggal karena ensefalitis atau radang otak yang merupakan komplikasi potensial dari monkeypox.
Di India, para pejabat mengatakan seorang pria berusia 22 tahun meninggal setelah kembali dari perjalanan ke Uni Emirat Arab, di mana ia awalnya dinyatakan positif terkena virus. Dia menunda perawatan saat berada di UEA tetapi kemudian memburuk saat kembali ke India, meninggal di rumah sakit setelah ditempatkan di ventilator.
Di Spanyol, seorang berusia 31 tahun dan 44 tahun dilaporkan meninggal karena ensefalitis terkait monkeypox. Laporan sejauh ini menunjukkan bahwa keduanya sebelumnya sehat dan tidak mengalami gangguan kekebalan.
Data Gejala Klinis Terbaru
WHO mencatat adanya gejala terbaru dari cacar monyet. Gejala itu terjadi pada rektum. Rektum adalah daerah usus besar paling bawah pada manusia dan mengalir hingga anus.
“Kami melihat manifestasi penyakit baru,” kata pimpinan teknis WHO untuk monkeypox, Rosamund Lewis seperti dilansir dari Arstechnica.
Gejala baru itu termasuk kondisi yang bisa sangat menyakitkan dan membutuhkan perawatan medis. Itu adalah infeksi sekunder.
“Seperti peradangan atau pembengkakan rektum,” katanya.
Lewis melanjutkan untuk mencatat laporan kematian, termasuk kasus ensefalitis. “Ini sangat tragis namun ini tidak sepenuhnya mengejutkan,” katanya.
Proses Penularan
Di Indonesia, Ahli Spesialis Penyakit Dalam dan juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban dalam kicauannya menyebutkan cacar monyet menyebar melalui berbagai cara. Cara penularannya melalui droplet, kontak ruam, keropeng, cairan tubuh, dan kain seperti tempat tidur atau pakaian.
“Secara global sudah ada 26 ribu kasus lebih yang terkonfirmasi di berbagai negara dan yang paling banyak adalah Amerika Serikat dengan kasus lebih dari 6 ribu,” tutupnya.
JawaPos.com – Setelah dinyatakan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus cacar monyet kian bertambah. Data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS kini total pasien cacar monyet melebihi 26 ribu di dunia.
Bahkan ada lebih dari 6 ribu kasus di AS yang merupakan negara di luar negara endemik seperti Afrika. Jumlah kematian global sekarang setidaknya menembus 10 jiwa.
Sebelumnya, para pejabat melaporkan tiga kematian dari Nigeria dan dua dari Republik Afrika Tengah, yang keduanya secara historis melaporkan kasus limpahan cacar monyet. Pada hari Senin, Ghana, yang juga secara historis memiliki kasus, melaporkan kematian pertamanya. Pada saat yang sama, empat kematian baru telah dilaporkan di Spanyol (2), Brasil (1), dan India (1).
Penyebab Kematian
Pejabat di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menunggu informasi klinis lebih lanjut tentang kasus-kasus tersebut. Laporan awal menunjukkan bahwa kematian di Brasil adalah seorang pria berusia 41 tahun yang menderita limfoma dan immunocompromised dan karena itu berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah. Tiga kasus lainnya dilaporkan meninggal karena ensefalitis atau radang otak yang merupakan komplikasi potensial dari monkeypox.
Di India, para pejabat mengatakan seorang pria berusia 22 tahun meninggal setelah kembali dari perjalanan ke Uni Emirat Arab, di mana ia awalnya dinyatakan positif terkena virus. Dia menunda perawatan saat berada di UEA tetapi kemudian memburuk saat kembali ke India, meninggal di rumah sakit setelah ditempatkan di ventilator.
Di Spanyol, seorang berusia 31 tahun dan 44 tahun dilaporkan meninggal karena ensefalitis terkait monkeypox. Laporan sejauh ini menunjukkan bahwa keduanya sebelumnya sehat dan tidak mengalami gangguan kekebalan.
Data Gejala Klinis Terbaru
WHO mencatat adanya gejala terbaru dari cacar monyet. Gejala itu terjadi pada rektum. Rektum adalah daerah usus besar paling bawah pada manusia dan mengalir hingga anus.
“Kami melihat manifestasi penyakit baru,” kata pimpinan teknis WHO untuk monkeypox, Rosamund Lewis seperti dilansir dari Arstechnica.
Gejala baru itu termasuk kondisi yang bisa sangat menyakitkan dan membutuhkan perawatan medis. Itu adalah infeksi sekunder.
“Seperti peradangan atau pembengkakan rektum,” katanya.
Lewis melanjutkan untuk mencatat laporan kematian, termasuk kasus ensefalitis. “Ini sangat tragis namun ini tidak sepenuhnya mengejutkan,” katanya.
Proses Penularan
Di Indonesia, Ahli Spesialis Penyakit Dalam dan juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban dalam kicauannya menyebutkan cacar monyet menyebar melalui berbagai cara. Cara penularannya melalui droplet, kontak ruam, keropeng, cairan tubuh, dan kain seperti tempat tidur atau pakaian.
“Secara global sudah ada 26 ribu kasus lebih yang terkonfirmasi di berbagai negara dan yang paling banyak adalah Amerika Serikat dengan kasus lebih dari 6 ribu,” tutupnya.
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta