atau cari berdasarkan hari
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Januari 2022. TEMPO/Lani Diana
TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan Dinas akan memperkuat sistem deteksi dini atau sistem surveilans pasca ditemukan dugaan kasus hepatitis akut misterius. Dia meminta warga tak perlu khawatir.
“Tidak perlu khawatir, kami InsyaAllah akan melakukan percepatan untuk intervensi dan melokalisir kasus apabila ada laporan ke kami,” kata dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 9 Mei 2022.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengungkapkan tiga pasien anak di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta diduga terjangkit hepatitis akut misterius meninggal. Anak-anak itu dirawat selama dua pekan sejak 30 April 2022. Belum diketahui penyebab hepatitis akut.
Widyastuti menyebut, apapun potensi penyakit menular harus disikapi sebagai informasi awal untuk kemudian dilakukan investigasi dan langkah pengamanan.
Dinas Kesehatan DKI, lanjut dia, telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, RSCM, dan organisasi profesi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) guna menyusun pedoman bagi petugas lapangan.
“Di lapangan itu maksudnya dari sisi klinis maupun dari sisi epidemiologi,” ujar dia.
Dia mengingatkan warga untuk menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PBHS), seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir guna mencegah tertular hepatitis akut. Warga harus mencuci setelah buang air besar dan sebelum memulai makan. Kemudian masyarakat diminta menjaga kebersihan sanitasi lingkungan sekitar.
Baca juga: Dinas Kesehatan DKI Tak Mau Tergesa-gesa Soal Pola Penyakit Hepatitis Akut
 
 
Dapatkan ringkasan berita eksklusif dan mendalam sesuai dengan topik pilihan Anda dengan membaca newsletter pilihan Tempo
Pilih Topik
KKN di Desa Penari jadi film terlaris di Indonesia setelah menyalip Warkop DKI Reborn. Film ini berkisah tentang cerita seram yang viral di Twitter.
Tempo Media Group © 2017

source