TEMPO.CO, Jakarta – Aplikasi PeduliLindungi berhasil meraih Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji 2022 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
KIPP merupakan kegiatan kompetisi tahunan yang dikelola oleh KemenPANRB dengan tujuan untuk mengapresiasi serta mendorong tumbuhnya berbagai inovasi pelayanan publik dari lingkup kementerian dan lembaga umum pemerintahan.
Lebih dari 3.000 produk inovasi bersaing pada ajang tersebut kemudian mengerucut hingga posisi 99 besar di tahap administrasi. Tahapan selanjutnya adalah penjurian wawancara yang disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dan akhirnya, aplikasi PeduliLindungi berhasil menempati Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji untuk lingkungan kementerian di tahun 2022.
Atas pencapaian tersebut, Menkes Budi mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak kepada PeduliLindungi sehingga terpilih menjadi salah satu top inovasi pelayanan publik terpuji pada KIPP 2022. Menurutnya, ini bukan sekedar capaian, namun juga bentuk kepercayaan publik terhadap PeduliLindungi.
”Kami juga mengapresiasi KemenPANRB yang telah menginisiasi KIPP karena telah menjadi ajang pembuktian inovasi pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang optimal. Kami siap bertransformasi untuk mewujudkan transformasi kesehatan melalui teknologi,” kata Budi, Kamis, 28 Juli 2022.
Pimpinan unit pengelola aplikasi, Chief of Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan apresiasi bagi seluruh karyawan dan mitra yang selama ini telah menjalankan fungsi dan pengembangan aplikasi PeduliLindungi sampai hari ini.
Pencapaian ini juga diharapkan semakin menambah semangat dalam berinovasi dan menciptakan fitur-fitur terbaik lainnya untuk mewujudkan transformasi digital di bidang kesehatan. Karenanya, PeduliLindungi terus menerus melengkapi fitur kesehatannya, seperti rekam medis dan imunisasi anak.
”Hingga nantinya diharapkan fitur-fitur di PeduliLindungi tidak hanya bermanfaat untuk penanggulangan pandemi Covid-19, namun juga akan dikembangkan menjadi aplikasi kesehatan bagi masyarakat atau citizen health app,” jelas Setiaji.
Kemenkes sendiri menargetkan PeduliLindungi akan menjadi aplikasi yang terintegrasi dengan platform SATUSEHAT yang bersifat personal. Nantinya, setiap pengguna bisa memantau kesehatannya melalui aplikasi kesehatan yang memiliki fungsi sebagai pencatatan medis digital dan mendapatkan pelayanan yang lebih efisien dan transparan dengan fasilitas kesehatan yang telah terintegrasi.
Baca:
Tidak Memasukkan Hasil Tes Covid-19 ke Sistem, Izin Lab Akan Dicabut
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.
Getcontact menyediakan fitur “Visibility” yang bisa diatur untuk menyembunyikan informasi dari detail pemilik sebuah nomor HP.
Tokopedia menanggapi ramai pertanyaan warganet soal pungutan biaya aplikasi Rp 1.000 untuk setiap transaksi yang berlaku efektif 1 Agustus 2022.
Laporan Google Play Store menyebut Gojek menjadi aplikasi layanan on-demand paling populer dengan total unduhan mencapai lebih dari 100 juta.
Kominfo telah melakukan pemutusan akses terhadap 15 sistem elektronik yang mengandung unsur perjudian pada hari Selasa
Website PSE Kominfo mudah sekali untuk disusupi,
Aplikasi yang membantu membawa malware melewati keamanan Google Play Store disebut aplikasi dropper.
OnePlus 10T mengklaim kemampuan multitasking dengan kemampuan membuka hingga 35 aplikasi dalam satu waktu.
Polda Metro Jaya sedang menyelidiki adanya tersangka lain dalam kasus ujaran kebencian terhadap anggota Polri melalui aplikasi Snack Video.
Selain Google Maps, lima aplikasi ini juga berfungsi sebagai peta digital dan penunjuk arah serta dapat diakses secara luring.
Awalnya, mereka menyamar sebagai aplikasi tidak berbahaya yang sebenarnya memiliki tujuan lain.