JawaPos.com – Jumlah puskesmas di Sidoarjo, saat ini belum ideal. Sejauh ini, masih ada 27 puskesmas. Padahal, seharusnya Kota Delta memiliki minimal 71 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah. Untuk mengejar kekurangan tersebut, paling tidak ada empat hingga lima gedung puskesmas baru. Tapi, hal itu belum terealisasi.
Tahun ini, hanya tiga puskesmas yang akan dibangun. Awalnya, ada empat puskesmas yang akan dibangun. Namun, anggaran untuk salah satu puskesmas di-refocusing untuk penanganan Covid-19. Empat puskesmas yang rencananya akan dibangun adalah Puskesmas Tambak Rejo di Kecamatan Waru, Puskesmas Bebekan di Kecamatan Taman, dan Puskesmas Tarik dengan menjadikan puskesmas pembantu (pustu) menjadi puskesmas di Kecamatan Tarik. Di Kecamatan Wonoayu juga bakal dibangun Puskesmas Wonokasian.
Belakangan persetujuan pembangunan empat puskesmas tersebut dianulir. Anggaran pembangunan Puskesmas Bebekan di Kecamatan Taman di-refocusing. Tiap puskesmas dianggarkan sekitar Rp 7 miliar. Namun, setelah proses lelang, pemenang sanggup mengerjakan puskesmas dengan dana Rp 5,5 miliar.
’’Saat ini proses pembangunan mulai berjalan. Baru mulai dan sesuai jadwal harus selesai akhir tahun mendatang,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.
Syaf menyatakan bahwa anggaran miliaran rupiah tersebut hanya digunakan untuk pembangunan fisik. Belum termasuk sarana prasarana, alat kesehatan, dan dana untuk sumber daya manusia (SDM). Untuk hal itu, anggaran yang diperlukan juga mencapai miliaran rupiah.
Selain pembangunan puskesmas baru, proses renovasi di beberapa puskesmas sudah berjalan. Dengan anggaran ratusan juta rupiah. ’’Ada renovasi yang anggarannya sampai Rp 1 miliar. Tapi tidak banyak, hanya di dua puskesmas,’’ lanjut Syaf. Yang dimaksud adalah renovasi gedung Puskesmas Krian. Serta Puskesmas Jabon yang gedung lamanya dirobohkan dan dibikinkan baru.
Editor : M. Sholahuddin
Reporter : may/c17/any
Saksikan video menarik berikut ini:
© PT Jawa Pos Grup Multimedia