Wednesday, 28 Zulhijjah 1443 / 27 July 2022
Wednesday, 28 Zulhijjah 1443 / 27 July 2022

Rabu 27 Jul 2022 16:20 WIB
Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus raharjo
Wakil Presiden Maruf Amin
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan kesiapan Pemerintah dalam mengantisipasi wabah cacar monyet atau monkeypox. Ini setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah cacar monyet sebagai public health emergency of international concern atau darurat kesehatan global.
“Pemerintah melakukan antisipasi sebab sudah dinyatakan oleh WHO sudah bahaya global,” ujar Wapres saat ditemui di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (27/7/2022).
Wapres mengatakan, laporan Kementerian Kesehatan terakhir menyebut hingga saat ini belum ada kasus cacar monyet di Indonesia. Meski demikian, kata Wapres, tidak adanya kasus tidak boleh membuat masyarakat Indonesia lengah.
“Saya kira menurut Laporan kementerian kesehatan belum terbukti ada di Indonesia tetapi pemerintah melakukan antisipasi sebab sudah dinyatakan oleh WHO sudah bahaya global,” ujar Wapres.
Sebelumnya, pemerintah menunjuk dua laboratorium untuk uji sampel cacar monyet di Indonesia yakni Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata atau PSSP IPB di Bogor dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof Dr Sri Oemijati di Jakarta. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendeteksi kasus cacar monyet yang sudah dinyatakan darurat kesehatan global oleh WHO.
“Dengan ditetapkannya status darurat internasional terhadap cacar monyet oleh WHO, pemerintah telah menyiapkan komponen-komponen yang diperlukan dalam usaha deteksi awal penyakit seperti penunjukan dua laboratorium untuk melakukan uji sampel yaitu Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata atau PSSP IPB di Bogor dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof Dr Sri Oemijati di Jakarta,” ujar Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya secara daring, Selasa (26/7/2022).
Wiku mengatakan, pemerintah juga semakin gencar melakukan sosialisasi mengenai penyakit cacar monyet kepada masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat bisa memiliki pemahaman tentang penyakit tersebut. “Khususnya bagaimana penyakit dapat menular, risiko-risiko yang dapat meningkatkan penularan serta cara terhindar dari penyakit ini,” ujar Wiku.
Wiku juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya perlindungan mandiri dari berbagai penyakit. Dia mengingatkan, perlu upaya bersama masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai ditambah berbagai penyakit seperti PMK pada hewan ternak dan cacar monyet.
“Upaya-upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit cacar monyet serta mencegah masuk dan menyebarnya penyakit ini ke Indonesia,” ujarnya.
Dapatkan Update Berita Republika
PAL Segera Luncurkan Kapal BRS Kedua
Medco Bagi Bagi Deviden 35 Juta Dolar AS
Artajasa Dukung Perbankan dan Industri Sistem Pembayaran untuk Terhubung dengan BI-Fast
Semester I 2022, PTPN Group Produksi dan Distribusi 40 Ribu Ton Migor Murah
Airlangga: Peserta Program Kartu Prakerja Mencapai 13,4 Juta Orang
Jawa Barat

BI menilai perlu ada peningkatan kinerja perikanan di Jabar untuk mencapai potensi
Jawa Barat

Job Fair melibatkan 30 perusahaan dengan menyediakan lebih dari 1.300 lowongan kerja.
Sains Trendtek

Beruang kutub terpaksa pergi lebih jauh ke kota untuk mencari makan.
Dalam Negeri

Wapres menilai perlunya berbagai upaya alternatif untuk pembiayaan transisi energi.
News Analysis

Denny Indrayana mengatakan Mardani Maming akan datang besok ke KPK.
8 PHOTO
5 PHOTO
6 PHOTO
3 PHOTO
4 PHOTO
Rabu , 27 Jul 2022, 05:34 WIB
Rabu , 27 Jul 2022, 17:39 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source