KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani meminta vaksinasi booster kembali digenjot. Menyusul tren peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bersinar. Harapannya, vaksinasi dosis ketiga tesebut bisa membentuk herd immunity (kekebalan kelompok). Sehingga pengendalian kasus Covid-19 bisa dilakukan.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) per 20 Juli, terdapat 24 kasus aktif. Menyusul penambahan tujuh kasus baru. Sedangkan pada 19 Juli, terdapat 18 kasus aktif. Setelah ada penambahan lima kasus baru.
“Dari laporan dinas kesehatan, Klaten peringkat kedua tingkat kabupaten, terkait capaian vaksinasi booster. Tapi saya tetap menekankan agar vaksinasi booster kembali dilakukan, terutama di lingkungan satuan pendidikan,” terang Mulyani, Kamis (21/7).
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), capaian vaksinasi dosis pertama di Klaten, per 21 Juli, sekitar 93 persen atau 936.164 jiwa. Sedangkan dosis kedua baru 88,14 persen atau 887.221 jiwa. Sementara dosis ketiga baru 36,80 persen atau 370.496 jiwa.
“Terutama bapak dan ibu guru, saya minta sudah divaksin booster. Mengingat langsung tatap muka dengan anak-anak. Kami terus pantau angka kasus Covid-19 lewat website awasi Corona milik pemkab,” imbuh Mulyani.
Menindaklanjuti tren kenaikan kasus tersebut, Mulyani juga meminta masyarakat agar segera vaksinasi booster. Termasuk disiplin protokol kesehatan (Prokes). Seperti menggunakan masker saat beraktivitas di dalam maupun luar ruangan.
“Sesuai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1, Operasi Yustisi tidak kami lakukan. Tetapi sekiranya perlu didatangi, akan kami ingatkan,” beber Mulyani.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Rahmat Handoyo saat kunjungan kerja di Klaten mengaku, kasus Covid-19 secara nasional mengalami kenaikan. Terlebih munculnya berbagai varian baru, yang dinilai lebih cepat menular.
“Vaksinasi lengkap di Indonesia masih di bawah standar WHO, yang mengharuskan 70 persen per Juni. Selain mendorong vaksinasi, disiplin prokes agar tetap digerakan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” ungkapnya. (ren/fer/dam)
KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani meminta vaksinasi booster kembali digenjot. Menyusul tren peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bersinar. Harapannya, vaksinasi dosis ketiga tesebut bisa membentuk herd immunity (kekebalan kelompok). Sehingga pengendalian kasus Covid-19 bisa dilakukan.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) per 20 Juli, terdapat 24 kasus aktif. Menyusul penambahan tujuh kasus baru. Sedangkan pada 19 Juli, terdapat 18 kasus aktif. Setelah ada penambahan lima kasus baru.
“Dari laporan dinas kesehatan, Klaten peringkat kedua tingkat kabupaten, terkait capaian vaksinasi booster. Tapi saya tetap menekankan agar vaksinasi booster kembali dilakukan, terutama di lingkungan satuan pendidikan,” terang Mulyani, Kamis (21/7).
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), capaian vaksinasi dosis pertama di Klaten, per 21 Juli, sekitar 93 persen atau 936.164 jiwa. Sedangkan dosis kedua baru 88,14 persen atau 887.221 jiwa. Sementara dosis ketiga baru 36,80 persen atau 370.496 jiwa.
“Terutama bapak dan ibu guru, saya minta sudah divaksin booster. Mengingat langsung tatap muka dengan anak-anak. Kami terus pantau angka kasus Covid-19 lewat website awasi Corona milik pemkab,” imbuh Mulyani.
Menindaklanjuti tren kenaikan kasus tersebut, Mulyani juga meminta masyarakat agar segera vaksinasi booster. Termasuk disiplin protokol kesehatan (Prokes). Seperti menggunakan masker saat beraktivitas di dalam maupun luar ruangan.
“Sesuai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1, Operasi Yustisi tidak kami lakukan. Tetapi sekiranya perlu didatangi, akan kami ingatkan,” beber Mulyani.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Rahmat Handoyo saat kunjungan kerja di Klaten mengaku, kasus Covid-19 secara nasional mengalami kenaikan. Terlebih munculnya berbagai varian baru, yang dinilai lebih cepat menular.
“Vaksinasi lengkap di Indonesia masih di bawah standar WHO, yang mengharuskan 70 persen per Juni. Selain mendorong vaksinasi, disiplin prokes agar tetap digerakan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” ungkapnya. (ren/fer/dam)
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta

source