Friday, 23 Zulhijjah 1443 / 22 July 2022
Friday, 23 Zulhijjah 1443 / 22 July 2022

Kamis 21 Jul 2022 22:15 WIB
Red: Esthi Maharani
WHO mengatakan kasus virus Corona meningkat berlipat ganda dalam enam pekan terakhir dan laporan cacar monyet telah melonjak menjadi hampir 14.000 kasus di 70 negara pada 2022.
REPUBLIKA.CO.ID., JENEWA — Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (20/7/2022) mengatakan kasus virus Corona meningkat berlipat ganda dalam enam pekan terakhir dan laporan cacar monyet telah melonjak menjadi hampir 14.000 kasus di 70 negara pada 2022. Tedros mengatakan kematian akibat virus Corona juga meningkat saat ini.
“Lebih banyak kasus berarti kita dapat memperkirakan untuk melihat lebih banyak rawat inap dan kematian dalam beberapa pekan mendatang,” kata dia dalam webinar media.
Kepala WHO mengatakan ada banyak perpanjangan dari varian omicron dari virus Corona, terutama BA.5, varian paling menular yang telah terdeteksi.
“Kita akan melihat gelombang infeksi yang berkelanjutan, tetapi kita tidak perlu melihat gelombang rawat inap dan kematian yang berkelanjutan. Kita memiliki alat untuk menyelamatkan nyawa — vaksin, tes, terapi, dan alat kesehatan masyarakat,” kata Tedros.
Mengenai cacar monyet, dia mengatakan, “Sejauh ini, lima kematian telah dilaporkan, semuanya di Afrika.”
“Sebagian besar kasus terus dilaporkan dari Eropa, terutama di antara pria yang berhubungan seks dengan pria.”
Tedros mengatakan bahwa Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional akan berkumpul kembali pada Kamis untuk mempertimbangkan apakah wabah cacar monyet merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional – tingkat darurat tertinggi WHO.
Dia mengatakan meski ada tren penurunan kasus cacar monyet di beberapa negara, yang lain melihat peningkatan, dan enam negara melaporkan kasus pertama mereka minggu lalu.
“Pekan ini, WHO memperbarui panduannya bagi pria yang berhubungan seks dengan pria dengan menyertakan saran dan informasi tambahan untuk komunitas yang terkena dampak,” kata Tedros.
Dapatkan Update Berita Republika
Anjuran Agama tentang Manajemen Laktasi Bagi Kaum Ibu
Apa Itu Air Musta’mal? 
Kisah Kesabaran Cucu Nabi Muhammad, Hasan bin Ali RA
Kisah Kesabaran Husain bin Ali RA, Cucu Nabi Muhammad SAW
Adzan dengan Kaset Rekaman dalam Pandangan Ulama
Hukum

Nikita Mirzani cenderung tidak kooperatif selama penyidikan berlangsung.
Sumatra

Pelaksanaan lelang melalui perantara KPKNL Pekanbaru.
Deutsche Welle

Pesisir utara Jawa perlahan menyatu dengan laut. Bukan karena ombak yang tinggi, melainkan Bumi yang kian amblas. Penyebab eksploitasi dan penyedotan air tanah berlebihan.
Keuangan

BI akan memperkuat upaya stabilisasi nilai tukar rupiah. 
Muslimah

Islam menganjurkan ibu menyusui anaknya hingga dua tahun.
3 PHOTO
3 PHOTO
4 PHOTO
6 PHOTO
3 PHOTO
Jumat , 22 Jul 2022, 00:35 WIB
Kamis , 21 Jul 2022, 21:07 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source